Showing posts with label kamera foto. Show all posts
Showing posts with label kamera foto. Show all posts

Suasana Sang Malam Hari

Diposting oleh karpetitem on Jul 15, 2009

Suasana malam hari memang selalu penuh misteri, tak jarang banyak masyarakat, khususnya para penggemar fotografi dari kursus fotografi mengabadikan momentum malam hari lewat jepretan-jepretannya saat photography course. Namun, terkadang banyak fotografer dari kursus privat fotografi yang harus berulang kali memotret karena hasil jepretan saat privat fotografi yang kurang maksimal. Memotret suasana di malam hari memang dapat dikatakan gampang-gampang susah. Hal itu jauh berbeda ketika memotret di siang hari. Suasana gelap di waktu malam membuat jarak pandang semakin terbatas sehingga memerlukan beberapa trik kursus foto untuk mendapatkan hasil privat foto yang sempurna.

Faktor pertama yang harus diperhatikan ialah tentukan dan perhatikan objek yang akan anda bidik saat
foto online. Bila anda memotret manusia saat fotografi online, perhatikan suasana di sekitar objek, sehingga anda dapat memilih angle untuk photography online yang menurut anda menarik. Pemilihan waktu saat privat photography juga perlu diperhatikan, sebaiknya pemotretan privat photography jangan dilakukan di waktu malam pekat. Pilih waktu blue-hour, di mana nuansa langit biru masih dapat terlihat.

Jika anda ingin memotret suasana kota di malam hari saat
kursus fotografi untuk menjadi objek bidikan, Malektips.com, memiliki beberapa tips yang dapat anda perhatikan. Jika anda telah menemukan lokasi photography course yang menjadi pilihan ada baiknya anda menggunakan mode self-timer saat kursus privat fotografi untuk mengurangi resiko berubahnya posisi kamera. Minimnya cahaya membuat kamera harus berada pada posisi diam. Tak ada salahnya anda membawa Tripod untuk menopang posisi kamera saat privat fotografi.

Langkah selanjutnya, pastikan mode yang anda gunakan adalah Night Program atau Scene Mode saat
kursus foto karena secara otomatis kamera akan membantu mendapatkan kualitas gambar yang maksimal untuk privat foto. Selain itu, banyak orang yang beranggapan karena malam hari, maka lebih baik menggunakan lampu kilat padahal tak selamanya lampu tersebut membantu untuk foto online. Untuk beberapa kamera digital yang telah mampu memotret di kondisi cahaya rendah tanpa flash untuk fotografi online. Penggunaan flash harus diperhatikan karena dapat mengganggu orang di sekitar anda, jika memotret dalam suasana ramai. Anda dapat meningkatkan ISO di kamera anda, agar lampu kilat tak harus dikurangi saat photography online.

Permasalahan lain yang sering dihadapi dalam memotret di malam hari saat
privat photography adalah hasil gambar yang nge-blur. Menurut situs Malektips yang dikutip Jumat (10/10/2008) hasil sedikit blur di malam hari terkadang dapat menambah kesan artistik dalam foto anda saat privat photography, asalkan blur dalam foto itu masih dapat ditolerir.

http://mitrakamera.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Suasana Sang Malam Hari

Panduan Membeli Kamera Digital

Diposting oleh malamjumat on Feb 5, 2009

Anda senang berfoto ria? Kalau anda kaum wanita, pasti dech anda senang sekali sama yang namanya berpose dan berekspresi di depan kamera. Misalnya foto digital. Atau bahkan senang dengan rekaman video digital. Nah, bagi anda yang senang berfoto ria dan anda kini sedang berencana ingin membeli sebuah camera digital, untuk menyalurkan hobi anda tersebut tentunya. Biar anda tidak bingung, sebaiknya anda tahu dulu feature standart apa yang harus ada dalam sebuah camera digital.

Tips berikut khusus buat anda yang baru pertama kali berencana membeli sebuah camera digital, dan tentu tujuannya hanya sekedar menyalurkan hobi berfoto anda, meski tidak menutup kemungkinan dengan camera digital yang akan anda beli, anda pakai sebagai ajang latihan untuk menjadi seorang fotografer propesional, iya kan? Kamera digital bahkan dipakai juga untuk foto wedding.

Pixel

Kebanyakan orang ketika akan membeli sebuah camera digital terlalu terpaku pada jumlah pixel. Anda pasti sering mendengar, orang selalu bertanya “berapa megapixel?” ketika dia melihat sebuah camera digital. Tak dipungkiri lagi memang, bahwa saat ini terdapat banyak sekali camera digital dengan pixel antara 3 megapixel sampai 10 megapixel. Dengan megapixel yang semakin besar maka semakin besar pula foto atau gambar yang bisa anda cetak. TAPI dengan semakin besar megapixel bukan berarti semakin bagus kualitas foto yang dihasilkan. Disinilah orang sering keliru, mereka menganggap bahwa camera digital 6 megapixel pasti hasilnya lebih bagus dibandingkan dengan yang 4 megapixel. Padahal belum tentu. Kualitas foto yang dihasilkan dipengaruhi juga oleh besarnya sensor. Jadi camera digital yang 4 MP dengan sensor yang lebih besar dibandingkan dengan camera 6 MP, sudah tentu hasilnya (misalnya foto wedding atau foto video) akan lebih bagus yang 4 MP. Jadi selain memperhatikan Megapixel perhatikan juga besarnya sensor.

Optical Zoom

Optical zoom adalah pembesaran objek dengan mempergunakan lensa optik, seperti halnya camera tradisional. Kalau di sebuah camera digital tertulis 3x optical zoom, itu artinya bahwa anda bisa mengambil objek dengan pembesaran 3 kali lebih dekat, dengan hasil yang bagus dan objek yang tajam. Berbeda dengan digital zoom. Digital zoom, melakukan pembesaran objek secara “software”, artinya pembesaran terjadi dengan memperbesar setiap pixel dari hasil foto. Jadi bisa dipastikan bahwa sebuah foto dengan mempergunakan digital zoom hasilnya kurang tajam dan kurang jelas (buram)

Movie Mode

Camera digital jaman sekarang selain bisa dipakai untuk berfoto ria, juga harus bisa dipakai untuk membuat movie atau film. Jadi ini penting anda perhatikan, sebelum membeli sebuah camera digital, pastikan bahwa camera digital tersebut bisa dipakai untuk merekam film, meskipun dengan durasi yang pendek. Jadi misalnya Anda bisa membuat foto video dengan aplikasi video digital tsb.

Media Penyimpanan

SD/MMC Memory card dengan kapasitas 2 GB saat ini telah biasa digunakan, dan camera digital pun kini telah banyak yang memakai memori sebesar 2 Gb. Namun demikian, sebaiknya anda membeli camera digital yang bisa mensupport memory yang lebih tinggi, misalnya support sampai 4 Gb, hingga ketika suatu saat anda membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih besar, anda tidak akan menemui masalah. Dengan demikian bisa menyimpan hal-hal bagus & menarik, misalnya potret undangan kartu, atau kartu nama yang kemudian bisa dijadikan referensi dengan melakukan cetak undangan tsb.

Baterai

Seperti kita ketahui bahwa lampu flash dan layar LCD camera foto digital mengkonsumsi banyak sekali power, oleh karena itulah kenapa Camera Digital membutuhkan baterai yang bisa dicharge. Ada baik sediakan dana untuk membeli baterai ekstra. Biar kegiatan anda berfoto tidak terhambat karena masalah baterai yang habis.

www.tasikisme.com

Temukan informasi lainnya mengenai Foto Digital, Video Digital, Foto Video, Cetak Undangan, Cetak Kartu, Cetak Kartu Nama, Undangan Kartu, Kartu Nama, Cetak Foto, Kartu Wedding, Foto Wedding hanya di Foto & Video Digital : Cetak Undangan & Kartu Nama – Foto Wedding Bondowoso pada 88db.com

Selengkapnya Panduan Membeli Kamera Digital

Tips Memotret Foto Berkualitas Dengan Kamera Digital

Diposting oleh malamjumat on Jan 12, 2009

Memotret dengan menggunakan kamera analog ataupun digital secara prinsip fotografi tidak berbeda. Bedanya, dengan kamera analog ada penggantian film, sementara kamera digital tidak ada penggantian film tapi dengan sensor digital.

Namun kamera digital akhir-akhir ini lebih banyak disukai konsumen karena hasil akhirnya bisa langsung dilihat, dan diulang jika hasil foto digital kurang memuaskan. Mudah dalam pengeditan misalnya dalam foto cetak undangan ataupun kartu nama menjadi nilai plus juga. Bagaimana cara menghasilkan gambar yang berkualitas lewat kamera digital?

Simak beberapa tips berikut ini:

1. Atur kamera dengan mode ukuran gambar paling besar.

Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan Anda dapat mencetaknya dalam ukuran terbesar tanpa ancaman warna foto pecah. Selain itu Anda juga dapat memotong bagian yang tidak dikehendaki pada foto digital tersebut. Tidak ada gunanya jika Anda membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi Anda tetap memasang mode ukuran gambar standar, dan bukan maksimum.

2. Gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

Banyak gambar hasil kamera digital memakai format JPEG. JPEG menghasilkan gambar yang buruk jika dikompresi berlebihan. Misalnya foto wedding tentunya tidak ingin hasilnya jelek. Agar gambar Anda tampak seperti aslinya, gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

3. Pakai tipe gambar JPEG.

JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas), bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika Anda mengambil gambar dengan format JPEG, keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena Anda bisa mengolahnya lagi dengan Adobe Photoshop.

Kamera SLR biasanya memberikan pilihan apakah Anda ingin menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis yang berbau seni, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut.

Dibanding dengan TIF dan Raw, format JPEG lebih mudah dikelola dengan Photoshop. Kedua format tersebut (TIF dan Raw-red) hanya akan menambah pekerjaan Anda sewaktu akan diproses pada Photoshop. Apalagi misalnya seperti cetak undangan yang membutuhkan kualitas gambar terbaik.

4. Camkan bahwa Whitte Balance itu penting.

Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera Anda bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya dan secara otomatis mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance. Sebenarnya Anda bisa belajar dari photographer, misalnya orang yang ahli foto wedding.

Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan agar Anda memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, jangan lupa mengetesnya dengan mengambil satu atau dua gambar.

5. Jangan lupa mengatur "Low ISO Number" atau "Use Auto ISO".

Hasil gambar akan lebih jernih jika Anda menggunakan ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sementara jika memakai ISO terlalu tinggi, seperti dilansir Dale laboratories, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.

6. Optimalkan penggunaan Histogram.

Dengan menggunakan histogram Anda dapat melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar.

7. Hindari menggunakan zoom secara digital.

Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerja chip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, jika menggunakan zoom secara digital, tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.

8. Belilah kartu Memori berkualitas profesional.

Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera Anda. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, Anda hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi Anda tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto. Biasanya kamera jenis ini dilengkapi dengan video digital.

9. Backup hasil foto dalam CD atau DVD.

Menyiapkan payung sebelum hujan adalah lebih baik. Pastikan backup seluruh kreasi foto-foto maupun video digital Anda dalam CD atau DVD, sebagai antisipasi jika hard drive Anda rusak.

http://ddcftiuksw.blogspot.com

Temukan Foto Digital, Video Digital, Cetak Undangan, Cetak Kartu Nama, Foto Wedding hanya di Foto & Video Digital : Cetak Undangan & Kartu Nama – Foto Wedding Bondowoso 88db.com

Selengkapnya Tips Memotret Foto Berkualitas Dengan Kamera Digital

Fotografi Makro Pada Kamera Saku

Diposting oleh malamjumat on Nov 24, 2008

Jika Anda ingin membeli kamera saku baik digital maupun film biasa, usahakan membeli yang memiliki kemampuan makro.

Kebanyakan foto-foto makro yang dimuat, apalagi yang mendapat predikat foto pilihan dan terbaik, adalah yang diambil dengan kamera mahal dan lensa khusus untuk makro.

Jangan kecil hati, kamera saku pun bisa menghasilkan foto makro yang cukup baik asal tahu trik-trik nya:

1. Pilih obyek yang tidak terlalu kecil seperti bunga, serangga, bagian tubuh, bagian permukaan sesuatu. Sebisa mungkin memilih obyek yang tidak bergerak. Untuk menambah skill Anda bisa belajar dengan mengikuti kursus fotografi atau photography course.

2. Usahakan dapat sinar yang banyak tanpa memakai flash/blitz.

3. Tempatkan kamera pada tripod atau bidang yang diam dan kokoh.

4. Atur komposisi obyek sebaik mungkin agar menciptakan ruang tajam yang sempit (latar belakang atau latar depan yang blur).

5. Jika menggunakan kamera digital, set ke resolusi paling tinggi dan ISO paling rendah (jika ada setelan ISO).

6. Buatlah beberapa foto dengan berbagai variasi jarak dan setelan eksposure (EV) jika tersedia, atau atur lampu/sumber cahayanya. Catatlah setelan untuk tiap jepretan eksperimen sebagai acuan menentukan setting yang pas di kemudian hari. Sekali lagi jika Anda berminat mengikuti kursus privat fotografi atau jenis kursus lainnya tentunya akan menambah skill Anda.

7. Jika menggunakan kamera digital, jangan percaya layar LCD pada kamera untuk melihat hasil jepretan, jika kapasitas memori terbatas untuk membuat banyak kombinasi gambar segeralah upload ke PC untuk melihat hasilnya dan ulangi eksperimen Anda sampai hasilnya memuaskan.

8. Kenali kemampuan makro kamera Anda (baca manual/spesifikasinya). Jangan memaksakan kemampuan makro, seperti terlalu dekat atau terlalu jauh dari obyek melampaui spesifikasi yang disebutkan karena hasilnya bisa dipastikan tidak akan bagus.

Ada banyak cara sebenarnya menambah kemampuan fotografi. Belajar otodidak maupun kursus fotografi online atau lainnya. Intinya tergantung, Anda lebih enjoy yang mana.

Semoga bermanfaat.

www.fotografer.net

Temukan Kursus Fotografi, Photography Course, Kursus Privat Fotografi, Kursus Foto Online, hanya di Kursus Fotografi / Photography Course: Kursus Privat Fotografi & Kursus Foto Online 88db.com

Selengkapnya Fotografi Makro Pada Kamera Saku

Tips Foto Jurnalisme

Diposting oleh malamjumat on Oct 27, 2008

Anda pasti pernah melihat sebuah foto di koran atau majalah, di mana foto tersebut digunakan untuk menceritakan suatu berita. Anda bisa melakukan seperti itu dengan kursus fotografi (photography course) maupun belajar otodidak. Foto seperti ini disebut sebagai photojournalism. Foto dari semua subyek fotografi (seperti still life, makro, street photography dll) bisa menjadi foto jurnalisme asalkan memiliki cerita/informasi di dalamnya.

Ada dua jenis photojournalism.

Jenis pertama adalah foto yang digunakan sebagai ilustrasi sebuah artikel. Banyak jurnalis terkenal yang bekerja sama dan membayar fotografer untuk membuat foto ilustrasi untuk artikelnya.

Jenis kedua adalah foto yang dibuat untuk menceritakan sebuah peristiwa. Foto seperti ini biasa ditampilkan dengan sedikit atau tanpa sepatah kata.

Salah satu skill yang wajib dimiliki seorang fotojurnalis adalah kemampuan untuk bereaksi cepat ketika ada momen atau scene menarik yang layak dijadikan berita. Iini bisa diperoleh dengan kursus privat fotografi maupun kursus foto online.

Jika Anda ingin serius belajar fotojurnalisme, berlatihlah dengan cara memotret lingkungan sekitar Anda. Potret tokoh atau pengusaha lokal dan momen sehari-hari. Mungkin sebagian besar dari gambar yang Anda hasilkan tidak layak dijadikan berita saat ini, tapi bisa jadi suatu saat bisa jadi gambar tersebut layak. Misalnya Anda memotret seorang pengusaha kecil di lingkungan Anda, mungkin saja suatu saat pengusaha tersebut akan sukses dan menjadi “orang.” Dan ketika itu, Anda memiliki gambar yang dapat menceritakan kondisi pengusaha tersebut ketika bisnisnya masih kecil. Seperti telah diutarakan di atas, Anda bisa belajar otodidak maupun ikut kursus fotografi (photography course) apakah itu kursus privat fotografi maupun kursus foto online. Semuanya terserah Anda.

Kemajuan fotografi digital saat ini membuat kerja fotojurnalis menjadi lebih mudah. Sekarang mereka dapat melihat dan mengirim gambar mereka kepada penerbit dalam hitungan detik. Namun, tetap, fotojurnalis memiliki tantangan tersendiri. Fotojurnalis terkadang harus memotret di daerah yang rawan dan berbahaya. Banyak fotojurnalis yang tewas di medan perang atau di daerah bencana di mana mereka mencari gambar.

Saat ini kita hidup di dunia di mana informasi datang dan pergi dengan begitu cepat, karena itu, jika Anda memiliki sebuah foto yang memiliki muatan berita dan sekiranya layak ditampilkan di media cetak, segera kirimkan sebelum beritanya basi!

http://lifofeui.net

Temukan Kursus Fotografi, Photography Course, Kursus Privat Fotografi, Kursus Foto Online, hanya di Kursus Fotografi / Photography Course: Kursus Privat Fotografi & Kursus Foto Online 88db.com

Selengkapnya Tips Foto Jurnalisme

Tips Foto Berkualitas dengan Handphone

Diposting oleh malamjumat on Oct 21, 2008

1. Pencahayaan yang Cukup
Semakin baik pencahayaan, akan semakin baik pula hasil foto yang didapat. Hasil pemotretan di luar ruangan biasanya lebih baik daripada di dalam ruangan karena cahaya lampu harus diseimbangkan dengan cahaya lain agar objek terlihat natural. Apalagi dengan menggunakan teknik fotografi yang benar.

2. Atur Jarak Kamera dan Obyek
Kamera ponsel memiliki resolusi yang terbatas bila dibandingkan dengan kamera digital sehingga obyek yang difoto harus berjarak dekat agar obyek tak terlihat kecil. Pengaturan jarak kamera dan obyek dapat diatur dengan fitur zoom. Sebaliknya, foto dengan jarak yang terlalu dekat dengan obyek menyebabkan distorsi dan foto yang tidak fokus. Untuk itu, kita harus banyak belajar fotografi (bisa dengan kursus fotografi) agar terbiasa mengatur jarak.

3. Jaga Kestabilan Kamera
Tidak hanya kamera ponsel, kamera apapun juga akan menghasilkan foto yang baik dalam keadaan stabil. Semakin stabil kamera, semakin baik foto. Apalagi dengan teknik fotografi yang benar.

4. Gunakan Fitur Edit Foto
Edit foto dengan fitur yang ada dalam ponsel sesuai kebutuhan sehingga hasil foto sesuai dengan keinginan.
Keahlian seperti ini bisa diperoleh dengan belajar fotografi/kursus fotografi.

5. Simpan Semua Hasil Jepretan Foto
Jangan terburu-buru membuang foto yang terlihat jelak di ponsel karena di foto tersebut bisa saja terlihat bagus saat ditampilkan di layar komputer dengan berbagai editan dari software tertentu.

6. Gunakan Zoom Apabila Diperlukan
Fitur zoom yang ada di ponsel boleh saja digunakan jika memang diperlukan, namun hasil foto akan lebih baik jika pengaturan jarak dilakukan manual bukan dengan zoom.

7. Cari Foto Dengan Angle yang Berbeda
Foto-foto aneh seringkali dianggap unik. Ambil foto dengan angle yang tidak biasa, sehingga hasil foto pun menjadi luar biasa. Dalam fotografi Indonesia, banyak sekali pemandangan atau view yang sangat bagus untuk diabadikan melalui jepretan foto.

8. Atur Susunan Objek Foto
Keseimbangan dan keteraturan objek yang akan difoto akan menentukan bagus tidaknya hasil jepretan.

9. Jaga Kebersihan Lensa Kamera
Simpan ponsel di tempat aman. Meskipun kamera ponsel tidak sesensitif kamera digital, namun kebersihannya tetap harus terjaga sehingga pemanfaatannya maksimal.

10. Pilih Resolusi Tertinggi
Semakin tinggi resolusi kamera akan semakin baik foto yang didapat, meskipun memori yang dibutuhkan akan semakin besar. Begitu banyak objek bagus dalam fotografi Indonesia, sehingga akan diperoleh jepretan yang berkualitas.

http://qpula.wordpress.com

Temukan Kursus Fotografi, Belajar Fotografi, Teknik Fotografi, Fotografi Indonesia, Teknik Fotografi Indonesia, hanya di Kursus / Belajar Fotografi: Belajar Fotografi | Teknik Fotografi & Fotografi Indonesia hanya di 88db.com

Selengkapnya Tips Foto Berkualitas dengan Handphone

Belajar Fotografi: Etika Fotografi

Diposting oleh malamjumat on Oct 17, 2008

1. Etika mengambil gambar/foto di ruang publik berbeda-beda di tiap kawasan, tempat atau negara. Dengan mengambil gambar tersebut, kita bisa belajar fotografi. Sebagai gambaran, kita (di Indonesia/bisa juga fotografi Indonesia) bisa dengan nyaman memotret anak-anak di pinggiran kampung atau di mana saja saat mereka bermain. Tapi jangan harap bisa semudah ini di Australia, mereka punya undang-undang yang tegas tentang perlindungan anak, maka memotret mereka lagi bermain sekalipun, tanpa ijin orang tuanya akan membawa kita ke panjara. Dengan demikian kita harus pintar mencari tempat untuk mengasah teknik fotografi.

2. Lalu bagaimana di negara kita? Kita relatif mudah untuk mendekati, meminta ijin dan memotret. Bahkan sebagian masyarakat kita cuek dan senang saja saat diambil gambarnya, dalam jarak dekat sekalipun. Jadi misalnya Anda kursus fotografi, sehabis itu Anda bisa mempraktekkan teknik fotografi yang didaptkan.

3. Lantas etikanya gimana? Sebaiknya, dimanapun kita mau motret, apalagi obyeknya adalah manusia, mintalah ijin dahulu, dekati dengan ramah, buat mereka dalam kondisi nyaman dan tidak asing dengan kita (fotografer). Terlepas dari Anda belajar fotografi atau telah menjadi fotografer terkenal, Anda harus tetap mengikuti etikanya. 90 persen orang akan dengan senang hati menerima kedatangan kita saat diajak bicara dahulu, pahami kondisi mereka, apalagi mereka kita ajak bicara tentang dirinya, pasti suka. Nah, baru kita sampaikan maksud kita.

Namun untuk beberapa kondisi, foto jurnalis boleh saja mengambil gambar langsung (seperti penumpang angkot itu) untuk mendapatkan momen yang natural. Tapi jangan lupa bicarakan maksud kita usai motret. Dan ketika mereka tanya buat apa foto?, katakan dengan benar apa adanya. Misal untuk sekedar belajar, atau kepentingan pemberitaan yang baik. Jika mereka paham kita lega, namun jika mereka keberatan, jangan coba-coba mempublish secara umum.

Selain tidak menghormati privacy, mereka juga bisa menuntut kita.

4. Perkantoran dan mall sering dianggap sebagai ruang publik. Padahal tidak, mereka ibarat pemilik rumah dan halamannya. Apalagi jika disetiap sudut ruang mall ada larangan memotret. Kita tidak boleh seenaknya ambil foto. Meski tidak semua mall dengan jelas mengumumkannya. Namun, etika jurnalistik (fotografi Indonesia) membolehkan kita memotret rumah seseorang, kantor atau mall jika mereka terlibat dalam sebuah kasus yang layak dan berhak untuk diketahui publik. Misal layak dan berhak itu, jika sebuah institusi/orang punya masalah yang dampaknya merugikan banyak orang, katakanlah mall yang punya masalah dengan sistem pengolahan limbah yang mencemari kampung sekitarnya. Kita dibolehkan mengambil gambarnya, atas kepentingan publik.

Tips memotret orang:

1. Permisi, minta ijin (kalau perlu jangan perlihatkan dahulu kamera kita)

2. Ajak bicara apa saja sebelum memotret, bisa jadi akan ada inspirasi banyak saat kita bicara dahulu dengannya.

3. Sampaikan maksud anda saat mau memotret

4. Tunjukkan hasil foto saat itu (jika pake digital), untuk membuat mereka nyaman dan yakin dengan kita.

5. Catat kontak mereka, HP, alamat rumah dsb. Suatu saat kita dengan mudah akan menemukan mereka jika ada cerita yg relevan dengan project foto kita kelak.

6. Sampaikan terima kasih dan memohon maaf jika telah membuat mereka terganggu Mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda yang hobbi fotografi, fotografer maupun yang sedang belajar/kursus fotografi.

http://mimimama.blogspot.com

Temukan Kursus Fotografi, Belajar Fotografi, Belajar Teknik Fotografi, Teknik Fotografi, Fotografi Indonesia, Kursus / Belajar Fotografi: Belajar Fotografi | Teknik Fotografi & Fotografi Indonesia hanya di 88db.com
Selengkapnya Belajar Fotografi: Etika Fotografi

Tips Foto Pernikahan

Diposting oleh malamjumat on Oct 16, 2008

Mengabadikan saat-saat penuh bahagia di hari pernikahan pastilah menjadi bagian tak terpisah dari rangkaian acara di hari istimewa Anda. Setiap momen penuh arti diabadikan dalam bentuk video (misalnya video shooting) maupun foto. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan jasa fotografi (weddings photographers) sebagai salah satu media mengabadikan kebahagian, berikut adalah tips yang mudah-mudahan bisa menjadi pengetahuan tambahan mengenai fotografi/jasa foto pernikahan bagi Anda.

1. Paket dengan harga mahal bukan jaminan bahwa Anda akan mendapat kualitas baik. Kualitas karya fotografi/jasa foto tidak melulu dikaitkan dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan, Jika Anda bijak memilih, syukur-syukur kalau Anda juga mengetahui setidaknya sedikit hal dasar mengenai fotografi (misalnya jasa foto pre wedding) Anda akan lebih jeli mencari studio atau fotografer yang tidak membuat budget pernikahan Anda di luar batas.

2. Paket yang murah. Hei, seorang teman yang menyukai fotografi mengatakan bahwa fotografi bukan produk generik. Jadi Anda jangan langsung memilih produk dengan harga sangat murah dan di bawah rata-rata tanpa mempedulikan kualitasnya. Jangan menyepelekan jasa foto pernikahan. Adalah benar bahwa yang mahal belum tentu menawarkan kualitas terbaik, namun jangan jadi langsung asal pilih yang paling murah. Perhatikan betul kualitasnya jika harga yang ditawarkan ternyata di bawah rata-rata.

3. Foto Studio. Jika Anda memilih untuk berfoto di studio foto (foto pernikahan) yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan sang fotografer (weddings photographers). Foto Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.

4. Hitam & Putih. Jika foto hitam putih menjadi pilihan Anda, tips berikut ini perlu Anda simak. Pastikan bahwa sang fotografer akan menangani langsung foto Anda tersebut. Hampir tak mungkin mendapatkan hasil cetak foto hitam putih yang berkualitas kecuali sang fotografer menanganinya sendiri. Dengan teknologi digital yang sekarang banyak diterapkan dalam dunia fotografi, pastikan juga bahwa Anda menyetujui rentang warna pada foto Anda. Detail pada area yang paling ingin ditonjolkan, dan shadow pada latar belakang sangat perlu diperhatikan dengan detail sebelum Anda menyetujui untuk mencetak foto tersebut.

5. Pencahayaan. "Payung" dan kotak-kotak yang terdapat di studio dimanfaatkan untuk membuat pencahayaan yang lebih lembut. Untuk itu Anda harus menyimak betul penampilan Anda sebelum dipotret. Perhatikan apakah gradasi putih gaun pengantin Anda akan terlihat cukup tajam nantinya, untuk ini yang mesti Anda lakukan adalah bercermin pada kaca tiga dimensi, tidak hanya pada cermin datar yang biasa Anda lakukan.

6. Negatif foto. Sehalus mungkin tolak "ajakan" fotografer yang menawarkan negatif foto (foto pre wedding ata foto pernikahan) sebagai bonus saja. Jika Anda ingin memperbesar ukuran foto dari format medium menjadi ukuran kanvas lukisan, misalnya, pastikan juga Anda mencetak negatif foto di studio profesional. Perlu kesabaran tentu saja, dan juga biaya lebih, namun hal itu cukup berharga, kok untuk mengenang hari bahagia Anda.

7. Kontrak. Jika Anda membuat perjanjian mengenai foto atau video (misalnya video shooting), misalnya jumlah foto pernikahan yang akan Anda terima, apakah Anda juga akan mendapatkan foto Anda dalam bentuk CD atau tidak, jangan hanya menaruh kepercayaan pada ucapan saja. Pastikan bahwa Anda dan pasangan membuat perjanjian tertulis dengan studio atau fotografer perorangan yang akan mengabadikan kenangan Anda dan pasangan. Bentuk perjanjian tertulis paling sederhana adalah bukti pembayaran dengan rincian produk dan layanan yang akan Anda terima sebagai konsumen mereka.

8. Saran terakhir, sebaiknya, sih Anda lebih memilih fotografer penuh waktu. Bukan berarti fotografer paruh waktu tidak berkualitas, bukan sama sekali. Hanya saja ada kecenderungan orang yang mengabdikan diri dengan total dalam pekerjaannya menghasilkan karya yang lebih baik. Kecuali jika Anda yakin bahwa fotografer paruh waktu yang Anda inginkan memang berkualitas.

Kini, siapkan diri Anda dan pasangan, dan abadikanlah pernikahan Anda!

http://www.arthazone.com

Temukan Weddings Photographers, Video Shooting, Foto Pernikahan, Jasa Foto Pernikahan, Foto Pre Wedding, Jasa Foto Pre Wedding, hanya di Weddings Photographers & Video Shooting : Jasa Foto Pernikahan & Pre Wedding hanya di 88db.com

Selengkapnya Tips Foto Pernikahan

Tips di dalam Fotografi

Diposting oleh malamjumat on Oct 15, 2008

Berikut ini adalah beberapa tuntunan yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan keterampilan fotografi (teknik fotografi).

Selalu Bawa Kamera
Alasan utama mengapa Anda melewatkan momen yang bagus untuk difoto adalah karena Anda tidak membawa kamera. Jadikanlah suatu kebiasaan untuk selalu membawa kamera kemanapun Anda bepergian karena Anda tidak tahu momen-momen atau pemandangan-pemandangan apa yang akan Anda temui nanti. Belilah tas atau tempat untuk kamera Anda karena hal tersebut dapat memudahkan Anda membawa kamera, selain itu juga dapat melindungi kamera Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti goresan maupun benturan dengan benda lain. Tas atau tempat kamera yang memiliki busa dan memiliki lapisan luar yang cukup keras adalah pilihan yang cerdas untuk hal ini. Dengan membawa kamera, sadar ataupun tidak sadar, Anda akan belajar fotografi walaupun Anda tidak ikut kursus fotografi.

Foto Lebih Banyak Lagi
Jika Anda berfikir bahwa Anda telah cukup banyak mengambil foto, tidak demikian adanya, terutama jika Anda adalah pemilik kamera digital. Hasil foto kamera digital disimpan dalam format digital (berkas), jadi tidak ada kerugian bagi Anda untuk mengambil foto lebih banyak. Memang foto tersebut akan menghabiskan sejumlah space pada kartu memori Anda, namun nantinya Anda dapat dengan mudah menghapusnya jika Anda tidak puas dengan hasil foto tersebut. Mengapa Anda mengambil sebuah foto jika Anda bisa mengambil banyak foto? Tidak usah ragu, karena mungkin tempat di mana Anda mengambil foto tersebut tidak akan Anda kunjungi lagi. Foto sebebas-bebasnya, karena pemandangan/adegan sehari-hari yang membosankan dapat saja menjadi bersejarah beberapa tahun kemudian. Ini akan menambah kemampuan teknik fotografi Anda.

Percaya pada Mata Anda
Mempelajari aturan-aturan composition adalah hal yang baik, namun aturan-aturan tersebut kadangkala tidak berlaku dan ada kalanya Anda harus mempercayai mata Anda. Ketika kita akan memfoto sebuah objek, gerakkan atau pindahkan kamera dan jelajahi pemandangan sekitarnya. Ketika Anda menemukan sudut potret yang menurut Anda bagus, fotolah dengan segera. Inilah salah satu cara belajar fotografi, walaupun tidak mengikuti kursus fotografi.

Latih Mata Anda
Lihat dan perhatikan dengan seksama foto yang Anda ambil. Cobalah untuk menemukan kekurangan-kekurangan dan kritiklah hasil foto tersebut. Misalnya dalam fotografi Indonesia, Anda bisa mengoreksi pemandangannya atau yang lain. Apakah foto tersebut sesuai dengan apa yang kita inginkan pada saat kita memfoto? Apakah Anda suka composition-nya? Aktivitas peninjauan kembali hasil foto oleh Anda sendiri sangat esensial dalam meningkatkan indra fotografi Anda.

Kenali Kamera Anda
Anda tidak perlu menghafal setiap fitur pada kamera Anda sesegera mungkin. Akan lebih mudah mengingat fitur-fitur Anda dengan perlahan-lahan mencoba fitur-fitur kamera Anda satu-persatu melalui aktivitas fotografi sehari-hari. Analoginya seperti saat kita belajar mengganti persneling saat mengendarai sepeda motor atau mobil. Jadikan kemampuan mengutak-atik fitur kamera menjadi kebiasaan Anda. Dengan demikian Anda tahu dengan baik fitur-fitur apa yang mesti dipakai pada saat memfoto suatu objek atau pemandangan. Apalagi fotografi Indonesia banyak menampilkan objek atau pemandangan bagus.

Selalu Bekerja pada Berkas Salinan
Hal ini berlaku untuk era baru fotografi yaitu kamera digital. Perlu Anda ingat bahwa sebelum Anda membuat foto salinan maka foto yang Anda punya adalah foto satu-satunya yang masih asli. Biasakanlah membuat salinan atas berkas foto yang akan Anda utak-atik. Beberapa perangkat pengolahan/pengorganisasi gambar dijital biasanya menyertakan fitur ini.

http://www.hinamagazine.com

Temukan Kursus Fotografi, Belajar Fotografi, Belajar Teknik Fotografi, Teknik Fotografi, Fotografi Indonesia, hanya di Kursus / Belajar Fotografi: Belajar Fotografi | Teknik Fotografi & Fotografi Indonesia hanya di 88db.com
Selengkapnya Tips di dalam Fotografi

Belajar Fotografi secara Otodidak

Diposting oleh malamjumat on

Untuk meningkatkan pengetahuan di bidang fotografi, khususnya teknik potret memotret, sebagaimana bidang keahlian lain, bidang fotografi pun bisa dipelajari secara otodidak atau belajar sendiri. Belajar sendiri umumnya dilakukan oleh mereka yang di tempat tinggalnya tidak ada lembaga yang mengadakan kursus fotografi/pelatihan, tidak mempunyai waktu belajar jika harus datang ke ruang kelas, atau biayanya mahal sehingga tidak mampu untuk mengikutinya.

Walaupun belajar fotografi secara otodidak dapat dilakukan, namun perlu diketahui kiat-kiat apa saja yang harus dilakukan. Sehingga pelajaran yang diikuti benar-benar dapat memberikan manfaat optimal, yakni dengan semakin meningkatnya pengetahuan dan keterampilan memotret. Jadi belajar otodidak tidak kalah juga dengan yang mengikuti photography course.

Agar dalam proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien, beberapa kiat berikut bisa dijadikan acuan agar hasilnya maksimal dan bisa bersaing dengan mereka yang kursus privat fotografi, dsb. Pertama, rajin membaca buku dan artikel fotografi. Baca dan pahami buku-buku dan artikel fotografi dengan baik, sehingga apa yang diperintahkan dalam bahan bacaan dapat dicerna dan dipahami dengan jelas. Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena buku maupun artikel fotografi seperti yang ada di Suara Pembaruan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan panduan bagi mereka yang ingin mendalami dan meningkatkan kemampuannya di bidang fotografi.

Agar bahan bacaan yang dipelajari benar-benar dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan keahlian memotret, sebaiknya pilih topik bahasan yang akan dipelajari sesuai dengan kebutuhan. Kalau keterampilan yang sangat diperlukan tentang penguasaan teknik pencahayaan, maka topik inilah sebaiknya yang dipelajari lebih dahulu. Jadi Anda tidak perlum merasa minder dengan mereka yang mengikuti kursus foto online, dsb.

Kedua, dipraktikkan. Kursus fotografi atau belajar sendiri tidak masalah, yang terpenting harus diaplikasikan. Agar apa yang telah dipelajari dapat diterapkan langsung dalam pemotretan, sebaiknya lakukan sesering mungkin praktik pemotretan, sehingga antara teori yang diperoleh dengan kegiatan praktik dapat sejalan.

Praktik pemotretan tersebut sangat penting dilakukan, karena fotografi adalah ilmu terapan yang manfaatnya baru dirasakan setelah dipraktikkan secara langsung. Jadi, semakin banyak praktik pemotretan, akan semakin baik dan meningkat keterampilan yang akan dikuasai. Begitu juga dengan yang mengikuti photography course, harus tetap diaplikasikan juga melalui praktek.

Ketiga, banyak bertanya. Selain melalui bahan bacaan, cara belajar yang cukup efektif dapat juga dilakukan dengan banyak bertanya kepada fotografer senior yang sudah berpengalaman. Anda bisa bertanya seperti halnya orang yang melakukan kursus privat fotografi, artinya Anda harus aktif bertanya dan bertanya. Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena biasanya dalam memotret suatu subjek pemotretan, antara seorang fotografer dengan fotografer lain mempunyai cara tersendiri untuk mendapat hasil pemotretan terbaik. Nah, untuk menggali teknik yang tidak ada di dalam buku tersebut, sebaiknya jangan segan-segan untuk bertanya kepada si fotografer senior.

Keempat, evaluasi hasil pemotretan. Salah satu cara paling efektif untuk mengetahui kemajuan dalam meningkatkan keterampilan memotret adalah dengan melakukan evaluasi. Peningkatan kemampuan memotret akan dapat diketahui, jika foto yang dihasilkan lebih baik dibanding foto-foto sebelumnya.

Kalau semula setiap memotret hasilnya selalu terlihat gelap (under), karena pencahayaannya kurang, maka kalau setelah belajar teknik pencahayaan ternyata hasil pemotretannya memperlihatkan gambar yang terang merata sehingga enak dilihat, berarti sudah ada kemajuan. Jadi kemampuan Anda tidak kalah dengan mereka yang mengikuti kursus foto online atau kursus lainnya.

Kelima, ikut lomba foto. Dengan semakin meningkatnya keterampilan memotret, ada baiknya jika untuk mencoba sebagai peserta lomba foto yang sering diadakan. Mengikuti lomba foto selain dapat dijadikan sebagai ajang untuk mengukur dan menguji kemampuan teknik potret-memotret, juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempromosikan diri, bahwa Anda adalah seorang fotografer. Terlebih lagi jika Anda keluar sebagai salah satu pemenangnya.

Keenam, belajar terus. Walapun pengetahuan di bidang fotografi sudah semakin mendalam dan keterampilan memotret semakin baik, sebaiknya jangan cepat merasa puas dengan kemampuan yang ada, sehingga tidak mau belajar lagi.

http://indophoto.multiply.com

Temukan Kursus Fotografi, Photography Course, Kursus Privat Fotografi, Kursus Foto Online, hanya di Kursus Fotografi / Photography Course: Kursus Privat Fotografi & Kursus Foto Online hanya di 88db.com
Selengkapnya Belajar Fotografi secara Otodidak