Showing posts with label toko barang. Show all posts
Showing posts with label toko barang. Show all posts

Barang Bagus Harga Miring

Diposting oleh karpetitem on Jul 30, 2009

Dalam hidup berumah tangga pastinya Anda membutuhkan barang-barang elektronik, dan sebelum Anda membeli barang-barang elektronik dari toko barang elektronik yang Anda butuhkan, Ada baiknya Anda membaca trik berikut ini :
1. Belilah alat elektronik dari penjual barang elektronik di tempat yang menjual banyak produk. Tempat jual elektronik ini bisa ditemukan dipasar elektronik, karena bisa jadi pilihan yang paling baik bagi Anda. Di sana Anda bisa dengan jelas membandingkan harga serta kualitas barang yang Anda perlukan. Selain itu mungkin jika beruntung Anda bisa memperoleh barang bagus dengan harga miring.

2. Perhatikan garansi barang elektronik yang Anda beli. Sedikit banyak pastinya Anda tahu kualitas suatu barang. Pastikan garansinya belum kadaluarsa.

3. Tak ada salahnya bertanya dan minta bantuan. Jika Anda tak begitu paham dengan barang elektronik di penjual barang elektronik ada baiknya Anda mengajak teman untuk memilih barang yang bagus.

4. Lakukan tes barang yang akan Anda beli sebelum Anda membawa pulang barang tersebut. Pastikan kondisi barang elektronik benar-benar bagus. Jika ada cacat walaupun sedikit, segera beritahukan terlebih dahulu pada penjual elektroniknya. Agar jika sewaktu-waktu Anda komplain, Anda tidak disalahkan atas kerusakan yang bukan karena ulah Anda.

5. Untuk mendapatkan barang dari toko barang elektronik dengan harga yang pasti. Belilah barang elektronik di toko langganan Anda. Dengan ini kemungkinan besar Anda juga bisa dapat potongan harga yang sesuai.

6. Sesuaikan dengan kebutuhan elektronik anda.
Maksudnya adalah belilah barang yang memang benar-benar menjadi kebutuhan (sesuai dengan) Anda, disarankan jangan membeli barang yang mempunyai kelebihan atau fasilitas yang lebih, tetapi kelebihan atau fasilitas itu tidak Anda butuhkan.

http://www.ceklagi.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Barang Bagus Harga Miring

Membuat Baju Dan Membuat Selimut

Diposting oleh karpetitem on Jul 24, 2009

Pernah pergi ke konveski baju..? Menarik ya. Proses Membuat blankets products sedikit berbeda dengan proses membuat baju di konveksi. Selimut di pabrik yang akan dijual ke store blanket yang cara kerjanya memakai system konveyor.Anda pernah melihat pabrik mie instant di TV, atau di pabrik tekstil juga begitu, di pabrik motor, mobil...prosesnya mengalir dari ujung ke ujung...nah kira-kira seperti itu. Apabila proses diujung berhenti, maka proses-proses sebelumnya juga ikut berhenti.

Gambaran prosesnya adalah sbb:
1. Proses Merajut products blankets (Knitting) adalah proses membuat lembaran-lembaran kain dan bahan bakunya adalah benang.
2. Proses Pewarnaan blankets sleep (Printing), proses ini mirip proses sablon di tempat orang bikin spanduk, hanya saja dikerjakan dengan semi otomatis mengunakan mesin-mesin
3. Pematangan Warna products blankets (Warna setelah di printing) namanya warna mentah dan warna ini perlu di matangkan di dalam sebuah oven yang panas. Pernah tahu proses pembuatan keramik..? agar warnanya muncul keramik itu perlu di bakar agar muncul warna finishingnya..kira-kira mirip seperti itu.
4
. Pelembutan Kain blankets products (Softening), proses ini jelas ya..seperti kita merendam baju kedalam softener agar pakaian kita menjadi lembut, sampai disini bulu-bulu products blankets masih belum muncul. Baru muncul setelah proses dibawah ini, yakni :
5. Penghalusan Bulu, permukaan kain yang sudah di haluskan tadi di garuk-garuk permukaanya agar bulu-bulunya muncul, sepertinya proses ini mirip dengan kita sisiran, hanya saja sisir yang dipakai sisir dari besi dan bulan, terus berputar dengan putaran amat tinggi, dan ada juga proses cutting permukaan bulu agar terlihat rapih dan ketinggian bulunya, dan juga ada proses pembersihan bulu-bulu halus, sehingga di pastikan ketika blankets sleep sampai di tangan anda, sudah tidak ada lagi sisa-sisa bulu yang menempel. Sampai disini lembaran kain itu sudah seperti products blankets tapi panjang sekali..ratusan meter..
6. Pemotongan Kain. Dengan alat yang semi otomatis selimut di potong-potong menggunakan mesin pemotong sesuai ukuran ukurannya..(bayangin kalau memotongnya pakai gunting, lha wong sehari saja produksinya bisa puluhan ribu..tangan bisa rontok kali ya...hehe)
7. Sewing, ini proses memasang label dan menjahit di pinggiran selimut. (Setelah ini ada proses lain yakni Inspection, atau pengecekan kwalitas, salah satu diantaranya adalah pengecekan dengan Metal Detector, dan ketika di selimut kita ada logam jatuh sekecil apapun, misalnya ada stamples jatuh terselip didalamnya, maka otomatis akan terdeteksi)
8. Packing, memasukkan selimut ke kemasan, dan kardus, barang siap ekspor atau siap diantar ke gudang store blanket kami.

http://selimutku.blogspot.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Membuat Baju Dan Membuat Selimut

Hobi Yang Tak Bisa Dinalar

Diposting oleh karpetitem on Jun 24, 2009

Berburu barang antik dan barang unik dari penjual barang sering identik dengan mereka yang sudah cukup umur. Tapi jangan salah, tidak hanya mereka yang sudah berumur saja yang kini berburu barang antic di toko barang, anak-anak muda pun sekarang ini mulai getol berburu barang antic di penjual barang unik. Tentu berbagai alasan bisa saja mengemuka dari mulut mereka. Namanya juga hobi, bisa datang kadang tanpa bisa dinalar orang lain.

Itu pula yang dialami Firmansyah, seorang pendatang di Semarang yang berasal dari Yogyakarta. Hobi berburu barang antik dan barang unik di toko barang unik pemuda yang selalu mencukur habis rambutnya ini, sebenarnya telah dimulai sejak dia tinggal di Yogyakarta, 4 tahun yang lalu. Setelah pindah ke Semarang hobi tersebut bukan malah surut, tapi semakin menjadi. Apalagi pekerjaannya di Semarang memungkinkan dia untuk berburu barang antik dari penjual barang baik melalui media internet maupun langsung ke tempat-tempat toko barang atau penjual barang unik yang banyak menyediakan barang antik.

Ketertarikan Firmansyah pada barang antik memang, memang tanpa alasan yang jelas. Semua dia lakukan karena panggilan jiwanya, seperti juga para pehobi lainnya. Karena itu ketika ditanya mengapa dia tertarik berburu barang antik di toko barang unik, pria yang juga pernah kuliah di Bandung ini mengandaikan barang antik seperti perempuan bagi lelaki. “Barang antik itu seperti wanita, jika barang antik punya nilai seni yang bagus, tidak bosan saya melihatnya. Seperti halnya wanita, semakin lama lihat wanita semakin, ah sudahlah. Biar cukup saya yang tahu,” jawabnya penuh makna.

Burburu barang antik bagi pemuda yang tinggal di daerah Tembalang ini memang bukan sekadar menyalurkan hobinya. Dengan barang-barang antik yang diperolehnya, penyuka buku-buku berhaluan kiri ini – seperti Biografi Che dan buku-buka Tan Malaka – juga mendapatkan keuntungan secara finansial. Tidak jarang, barang-barang antik yang dipamerkan di website pribadinya ditawar oleh kolektor dari manca negara.

Kesibukan kerja Firmansyah di salah satu perusahaan eksport, mau tidak mau membuat cowok penyuka nasi goreng ini mengatur jadwal secara ketat. Maklum berburu barang antik tidaklah semudah berburu barang mewah di mal. Kadang butuh waktu berhari-hari untuk menemukannya. “Jika sering tidaknya, itu tergantung waktu. Biasanya akhir pekan saya jadwalkan untuk berburu barang antik. Terutama jika ada yang membutuhkan barang jenis tertentu yang harus saya buru. Baik itu dari rekan bisnis yang masuk ke web saya, atau dari telinga ke telinga,” papar cowok yang masih lajang ini.

Dengan tingginya jadwal Firmansyah berburu barang antik, maka tidak aneh jika tempat-tempat yang banyak menyediakan barang antik pernah disinggahinya. Solo adalah tempat yang paling sering di datanginya. Menurutnya di Solo banyak sekali barang-barang tribal Jawa yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Selain Solo, tempat lain yang sering dijadikan target untuk berburu barang antik adalah Bali.

Empat tahun berkecimpung di perburuan barang antik, Firmansyah melalui websitenya escoret.net sudah mulai dilirik oleh rumah-rumah lelang di luar negeri. Beberapa kali tawaran mampir di inbox emailnya. “Saya pernah ditawari untuk ikut lelang di luar negeri melalui website saya. Berhubung tidak ada dana, akhirnya berakhir di inbox saja,” ungkap cowok berusia 28 tahun ini.

http://simpang5.wordpress.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Barang Unik - Jual Barang - Toko Barang - Jual Barang Unik - Toko Barang Unik - Barang di 88db.com
Selengkapnya Hobi Yang Tak Bisa Dinalar