Showing posts with label flash card baby. Show all posts
Showing posts with label flash card baby. Show all posts

Mengenal Kids Flash Card

Diposting oleh Wikey on Aug 28, 2009

Flashcard ATAU Education Card adalah kartu-kartu bergambar yang dilengkapi kata-kata, yang diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia, Pennsylvania. Gambar-gambar pada flashcard dikelompok-kelompokkan antara lain: seri binatang, buah-buahan, pakaian, warna, bentuk-bentuk angka, dsb. Kartu-Kartu Belajar tersebut dimainkan dengan cara diperlihatkan kepada anak dan dibacakan secara cepat, hanya dalam waktu 1 detik untuk masing-masing Kartu Anak.

Tujuan dari metode itu adalah melatih kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata, sehingga perbendaharaan kata dan kemampuan membaca anak bisa dilatih dan ditingkatkan sejak usia dini. Flashcard ATAU Kartu Belajar ini merupakan terobosan baru di bidang metode pengajaran membaca dengan mendayagunakan kemampuan otak kanan untuk mengingat. Namun, sebagaimana umumnya metode-metode baru, metode Kids Flashcards ini juga mendatangkan kritik dan tanda tanya dari masyarakat maupun profesional di bidang pendidikan dan perkembangan anak, bahkan ada yang menganggapnya mustahil.

Penyebabnya, dasar dari metode Kids Flashcards adalah melatih anak menghafal asosiasi antara gambar dan kata-kata, sehingga ketika ia melihat kata-kata itu lagi di kemudian hari maka ia akan mengingat dan dapat mengucapkannya. Inilah yang disebut ”membaca”. Namun bila anak melihat kata-kata baru, ia tak dapat mengucapkannya karena belum pernah diperkenalkan sebelumnya.

Menurut saya, kartu-kartu Baby Flashcards dapat diberikan kepada anak sebagai sebuah permainan mengenal huruf dan kata-kata. Gambar-gambarnya yang menarik dengan warna-warni menyolok akan disukai bayi dan anak-anak, sehingga ibu bisa mengajak mereka bergembira, bermain dan belajar dalam cara yang sederhana. Tak perlu menargetkan hasil yang muluk-muluk atau memaksa anak untuk menghafal sekian kata dalam sehari, misalnya. Apalagi sampai membanding-bandingkan dengan bayi atau anak-anak lain seusianya yang sudah lebih maju kemampuan belajarnya. Biarkan saja anak berkembang dan belajar Education Card dalam temponya sendiri dan mengikuti kematangan fungsi-fungsi otaknya masing-masing, sebab setiap anak berbeda.

Jangan pernah memaksa anak belajar atau bermain permainan yang itu-itu saja. Jadi, berikan permainan-permainan yang lain yang juga menjadi kegemaran anak, atau biarkan ia memilih sendiri aktivitas yang disukainya bersama ibunya. Misalnya, bayi akan senang jika ibunya membacakan buku-buku cerita lucu dengan nada suara yang menarik. Jangan lupa, tunjukkan wajah ceria dan penuh senyum.

Ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Dengan begitu, anak akan senang belajar. Anda bisa juga mengenalkan angka, huruf dan kata-kata kepada anak dengan cara kreatif yang Anda ciptakan sendiri, misalnya melalui poster-poster bergambar yang ditempel di dinding kamarnya atau Kartu Anak. Agar anak tertarik, gambar dan kata-kata atau angka haruslah berukuran cukup besar dan dalam warna-warni yang menyolok. Sampaikan hal-hal yang ingin anda ajarkan melalui nyanyian, tebak-tebakan atau sajak sederhana. Dengan begitu, anak akan menganggapnya sebagai permainan lucu yang menyenangkan.

jawabali.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Mengenal Kids Flash Card

Manfaat Flash Card

Diposting oleh Wikey on May 22, 2009

Flash card adalah kartu permainan (Education Flashcards) yang dilakukan dengan cara menunjukkan gambar secara cepat untuk memicu otak bayi anda agar dapat merima informasi yang ada di hadapan mereka, dan sangat efektif untuk membantu bayi anda belajar membaca, mengenal angka, mengenal huruf di usia sedini mungkin.

Manfaat dari metode Flash card (Education Card) antara lain adalah :

* Bayi anda akan dapat membaca pada usia sedini mungkin,
* Mengembangkan daya ingat otak kanan,
* Melatih kemampuan konsentrasi dari bayi,
* Memperbanyak perbendaharaan kata dari bayi.

Perkembangan otak bayi mencapai kondisi optimal adalah pada usia 0 sampai 2 tahun. Karena itu, orangtua harus memperhatikan masa "emas" perkembangan bayi itu.
Anda pasti pernah mendengar “kita hanya menggunakan 3% dari kemampuan otak kita” Mengapa? Jawabannya adalah, karena sebagian besar kemampuan otak kita, terkunci dalam pikiran alam bawah sadar. Klik Baby Flashcards dan Baby Education.

Dengan peningkatan fungsi otak kanan, maka mempunyai fungsi luar biasa seperti :

* Photographic memory
* Speed reading, listening
* Automatic mental processing
* Mass-memory
* Multiple language acquisition
* Computer-like math calculation
* Creativity in movement, music + art
* Intuitive insight

Begitu luar biasanya fungsi dari otak kanan kita, sementara hampir seluruh kehidupan kita, baik mulai dari sekolah sampai dengan kegiatan sosial sehari-hari hanya menekankan pada kemampuan otak kiri. Sistem pendidikan dan masyarakat juga saat ini hanya menfokuskan pada kemampuan otak kiri saja. Perkembangan otak kanan seakan-akan ditinggalkan begitu saja sejak anak masuk ke Sekolah Dasar. Lihat Baby Flashcards dan Kartu Belajar

Dalam hal ini bukan berarti kegunaan otak kiri tidak penting, otak kiri sangatlah penting, tetapi perkembangan otak kanan jangan sampai diabaikan, artinya kita perlu menyeimbangkan kemampuan kedua belah otak, supaya kecerdasan anak berkembang dengan maksimal, dan otak kanan dari si anak juga ikut dikembangkan sebelum anak anda terjun ke dunia otak kiri di sebagian besar hidupnya nanti.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan otak kanan, antara lain dengan image training, visualisasi, termasuk juga dengan permainan Education Card dan Dot card (Kids Flashcards ) ini.

Metode Flash card (Kartu Belajar) sudah sangat terkenal di negara-negara maju dan terbukti sangat efektif untuk mengajarkan bayi membaca di usia yang sedini mungkin. Lihat Baby Education dan Baby Card.

Jadi, mari kita berikan stimulasi-stimulasi kepada anak, sehingga perkembangan otaknya, baik kiri maupun kanan bisa tumbuh dengan seimbang.

Sumber: edu-games.com

Temukan informasi lainnya menganai Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards hanya di Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandung pada 88db.com
Selengkapnya Manfaat Flash Card

Flashcard Untuk Buah Hati Anda

Diposting oleh karpetitem on Apr 3, 2009

“Apakah VCD (yang berisi pendidikan bayi) atau program TV khusus baby education memberikan manfaat yang lebih baik dan memberikan bekal yang lebih banyak terhadap anak dimasa serba digital ini?” Inilah pertanyaan yang ada dikepalaku melihat begitu banyak program dan VCD yang meng-klaim education flashcards yang baik perkembangan otak bayi.

Selama ini, Fabian belum terekspose terhadap TV atau alat digital lainnya. Saya yang setia menonton TV selama berada dirumah (kadang 8-12jam sehari), menghentikan kebiasaan ini sama sekali ketika Fabian lahir. Concern pertamanya adalah takut kalau saya nonton, anak saya juga menonton, atau malah terganggu dengan suaranya.

Sekarang Fabian sudah satu tahun 3bulan, saya berpikir, apakah baby education melalui TV,VCD atau applikasi interactive lainnya memang sudah harus diperkenalkan kepadanya. Tapi hasil baca dari berbagai sumber mengatakan bahwa menonton TV, VCD atau kegiatan education flashcards melalui software TIDAK DIANJURKAN untuk bayi dibawah 2 tahun.

Dimasa 0-2 tahun adalah masa perkembangan emas dari bayi baik fisik, otak dan emosi. Untuk itu dia memerlukan rangsangan baby flashcards yang komplit. Sedangkan TV hanya memberikan rangsangan education card terhadap mata dan telinga. Bayi tidak bisa memegang, merasakan, menggerakan badannya untuk meraih dan melihat akibat dari apa yang dia lakukan secara langsung. Selain itu TV memberikan perubahan gambar yang sangat cepat, dan bila anak terus menerus menonton TV, durasi konsentrasinya akan memendek, atau yang dibilang 2minutes concentration.

Untuk anak diatas 2 tahun, bisa mulai diperkenalkan dengan kids flashcards dan baby card, tapi dengan berbagai ketentuan tentunya. Pertama, batasi waktu menonton sampai 1 jam perhari. Terlalu lama menonton TV mendorong kebiasaan untuk mengemil dan akhirnya menimbukan obesitas.

Kedua, pilih program baby flashcards yang akan ditonton. Beberapa station TV telah mencantumkan kode education card yang menunjukkan category kartu belajar dari suatu program. Sudah tentu hindari kategory adult, atau bimbingan orang tua dan pilih yang cocok untuk kids flashcards (segala umur) dan yang mendidik/memiliki nilai pendidikan kartu anak atau baby card yang mau disampaikan. Tidak hanya kemampuan logis, tapi juga social dan emotional skill.

Ketiga, cari informasi mengenai program kartu belajar dari berbagai sumber. Jangan biasakan mencari program kartu anak seperti yang biasa kita lakukan, mengganti channel dengan remote ditangan. Ketahuilah dulu program yang akan ditonton, apa isinya, jam berapa tayangnya

Terakhir, temanin anak ketika menonton atau bermain dikomputer. Dengan demikian, anak akan mendapat arahan yang jelas dan tidak merasa ditinggalkan oleh orang tua. Ada yang mengatakan bahwa dengan cara ini, akan lebih mudah berkomunikasi dengan anak dimasa depan, karena mereka sudah terbiasa berdiskusi dengan orang tua.

Yah memang semua yang saya tulis disini adalah teori.. dan dalam pelaksanaanya akan sulit. Tapi tidak ada salahnya kalau mulai dari bayi, kita biasakan kebiasaan ini. Saya yakin semakin banyak orang tua yang mengetahui ini, maka semakin baik pula pendidikan anak kita. Bagaimana menurut anda?

http://www.morinagaplatinum.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards dan Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandun di 88db.com
Selengkapnya Flashcard Untuk Buah Hati Anda

Mengajar Anak Dengan Kartu Flash Card

Diposting oleh Wikey on Apr 1, 2009

Bayi dan balita diajari membaca? Bagi sebagian orang, mungkin masih kurang familiar. Tapi saat ini, mengajarkan bayi dan balita membaca bukan sekadar tren. Sebab ini sudah menjadi kebutuhan.

Menginjak usia 2 bulan, bayi diajarkan dengan alat peraga sesuai metode Glen Doman, yang menulis buku How to Teach Your Baby to Read. Alat peraganya berupa Baby Flashcards. Ini merupakan Kartu Belajar yang berisi aneka kata maupun gambar. Kartu Belajar tersebut berisi aneka kata-kata, tentunya dengan tampilan huruf berukuran besar dan warna mencolok. Kepada si bayi atau balita, ortu menunjukkan Baby Card itu satu persatu sambil membacakannya (Kids Flashcards).

Pada usia 2 bulan ini, Baby Flashcards harus hitam-putih. Karena pada usia itu bayi baru bisa mengenali satu warna saja, yakni hitam. Makanya, ketika mengenalkan gambar pisang, botol susu dan sebagainya, harus warnanya hitam dan putih saja (lihat “Baby Card”).

Bayi baru bisa dikenalkan dengan warna lain, ketika sudah menginjak usia 3 bulan. Pada usia ini, bayi sudah bisa dikenalkan dengan Education Flashcards dengan warna selain hitam. Intensitasnya pun mulai ditingkatkan. Orang tua mulai menunjukkan satu kartu setiap detiknya. "Yang mulai susah, saat bayi sudah banyak melakukan aktifitas. Memang semakin bertambah usianya, konsentrasinya semakin pecah," sebut Frans.

Lantas? Ortu harus telaten dengan ikut ke mana mata si bayi memandang. Contohnya saat si bayi asyik menengok kanan-kiri, arah itulah yang diikuti sambil tetap menunjukkan Education Flashcards dan membacakannya. "Prinsipnya, bayi dan ortu harus tetap enjoy melakukannya," kiatnya.

Durasi mem-Flashcards si kecil ini juga tidak terpatok waktunya, namun harus dilakukan secara rutin. Bagaimana jika ingin mengetahui si kecil menyerap yang kita berikan? Meski ada aturan anak tidak boleh dites, ortu pun bisa melakukan tes kecil-kecilan. Caranya, memberikan banyak pilihan kartu yang sudah dikenalkan. Kemudian ortu menyebut misalnya kata apel. si kecil yang kemudian menunjukkan Baby Card berisi tulisan apel itu. Jika dilakukan secara rutin, saat si kecil berusia 2-3 tahun sudah mampu membaca koran dan buku.

Agar makin menarik perhatian si kecil, selain Flashcards, ortu juga mulai bisa menggunakan alat peraga berupa benda aslinya. Contohnya ortu memegang wortel dan jeruk. Saat menyebut wortel, si kecil yang belum bisa bicara mendekat ke arah ortu dan mengambil wortel. Itu untuk bayi yang belum berkata-kata.

Untuk si kecil yang sudah mulai berkata-kata, Flashcards yang ditunjukkan sang ortu mampu dibaca sendiri oleh si kecil meski dengan vokal yang belum jelas. Cuma, ini bisa terjadi jika stimulan itu rutin diberikan dan dimulai sejak dini.

Selain mem-
Flashcards di rumah, juga ada pilihan untuk memasukkan si kecil ke sekolah atau tempat kursus. Seperti dituturkan Frans, siswa bayi di tempatnya hanya belajar dengan durasi 30 menit. Materi yang diterima si-kecil yakni Education Flashcards, senam, dan bernyanyi. Saat di kelas, bayi boleh ditemani ortu dan pengasuh yang juga terlibat langsung dengan aktifitas si kecil dan guru. Cuma, Frans mengingatkan bahwa flash card ini sifatnya hafalan. Ini karena bayi belum boleh dikenalkan dengan huruf.

Yang menggembirakan, kata Frans, jika beberapa waktu lalu ortu kerap memanjakan si kecil dengan mainan, rupanya sekarang sudah beralih mengganti mainan dengan buku. "Dulu menggugah minta baca itu susah. Tapi saat ini, mainan mulai diabaikan dan lebih memilih buku," sambung Erna, owner Tamtam's Edu-Collections. Indikator lain yang tak kalah menggembirakan, lanjutnya, menurut pengamatannya, sekolah-sekolah sudah mulai memperbaiki perpustakaan dan menatanya semenarik mungkin. (jeni ws lestari)

Sumber: yesie.multiply.com

Temukan informasi lainnya mengenai Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards hanya di Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandung pada 88db.com
Selengkapnya Mengajar Anak Dengan Kartu Flash Card