Showing posts with label produktivitas kerja. Show all posts
Showing posts with label produktivitas kerja. Show all posts

Tips Meningkatkan Efektifitas Kerja

Diposting oleh malamjumat on Jan 27, 2009

Suatu tindakan pada studi produktivitas menunjukkan bahwa kecakapan manajemen yang bertanggung jawab adalah suatu faktor terpenting dalam mencapai produktivitas tinggi pada organisasi yang berdasarkan teknologi (Robert M Ranftl).
Kemajuan teknologi informasi menjadi salah satu ciri era globalisasi dewasa ini. Masyarakat siap atau tidak siap harus menghadapi era ini dan juga mampu mencari berbagai peluang dalam dunia yang semakin mengglobal dengan sistem ekonomi kapitalisme yang baru. Setiap manejer bisnis harus menerima tekanan mekanisme pasar, serta mencari alternatif metode dan pendekatan bisnis yang bisa survive. Jawaban penting atas tantangan dan mencari peluang bisnis di era globalisasi ini, setiap organisasi bisnis harus mampu meningkatkan produktivitas & etos kerja secara organisasi maupun individu sumber daya manusianya.

Robert M Ranftl memberikan tips 7 kunci untuk mencapai produktivitas dan kreativitas yang tinggi.
1. Keahlian, manajemen yang bertanggung jawab. Manajemen adalah faktor utama produktivitas, merekalah yang menggerakkan. Manajemen kreatif adalah menyelesaikan pekerjaan secara optimal dengan sumber daya yang ada. Memang terjadi dialog yang tidak mudah dipertemukan antara kualitas individu (IQ, pendidikan, nilai yang tinggi) dengan perbedaan di antara sikap dan motivasi. Untuk mencapai produktivitas tinggi, setiap SDM harus diberi motivasi tinggi, positif dan secara penuh ikut melakukan pekerjaan. Etos kerja harus dimanajemen dengan baik.

2. Kepemimpinan yang luar biasa. Pemimpin sejati menghasilkan orang-orang dan organisasi terbaik. Untuk itu harus memiliki kepandaian khusus untuk memecahkan masalah dengan suatu hasil. Bisa dilakukan dengan melakukan pelatihan SDM, seperti spiritual EFT ataupun quantum touch.

3. Kesederhanaan organisasional dan operasional. Menyusun atau mendesain organisasi harus memberikan wacana yang sederhana, luwes, ramping serta dapat menyesuaikan perubahan.

4. Kepegawaian yang efektif. Memilih SDM dalam organisasi tentu harus mempertimbangkan kemampuan (kualitas) dan terhindah dari bentuk-bentuk nepotisme. Relevansi kualitas SDM dengan pekerjaan menjadi sangat penting untuk mempertimbangkan dalam memilih pegawai yang efektif. Dengan melakukan pelatihan SDM akan paham dengan perubahan zaman dan siap bersaing.

5. Tugas yang menantang. Setiap tugas atau pekerjaan yang diamanahkan pada seseorang, akan menjadi kunci bagi proses kreatif dan produktif individu.

6. Perencanaan dan pengendalian tujuan. Organisasi harus melakukan perencanaan yang efektif. Perencanaan yang tidak efektif memnyebabkan kebocoran besar dalam produkvifitas. Sedangkan perencanaan yang efektif meningkatkan produktivitas operasional. Misalnya dengan etos HSQ.

7. Pelatihan menajerial khusus. Setiap manajemen harus diberikan kemampuan tambahan dan khususmelalui pelatihan-pelatihan jangka pendek maupun jangka panjang, dan diberikan forum ekspose diri dengan seminar-seminar pengembangan kemampuan manajerial. Beberapa contoh pelatihan seperti Spiritual EFT atau quantum touch.

Ke-7 Tips tersebut memberikan wacana dan pemahaman, upaya peningkatan produktivitas dapat dibahas dari berbagai sudut. Dalam organisasi yang mampu mengimplementasikan 7 tips tersebut, rasanya bukan tidak mungkin akan mampu meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan.

www.tipsmanfaat.com

Temukan Pelatihan SDM, Etos Kerja, Etos HSQ, Spiritual EFT, Quantum Touch hanya di Pelatihan SDM : Etos Kerja & HSQ - Spiritual EFT & Quantum Touch Jakarta pada 88db.com

Selengkapnya Tips Meningkatkan Efektifitas Kerja

Tips Meningkatkan Efektivitas Pelatihan SDM

Diposting oleh malamjumat on Jan 24, 2009

Dalam sebuah kesempatan, muncul pertanyaan seperti berikut : Setiap tahun perusahaan kami mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pelatihan SDM. Apa yang harus dilakukan agar pelatihan SDM bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja bisnis?

Harus diakusi, memang masih cukup banyak perusahan yang melakukan training untuk meningkatkan etos kerja dengan pendekatan “hit and run”, artinya sekedar mengundang karyawan untuk ikut tanpa memikirkan tindak-lanjut pasca-kegiatan yang mestinya juga perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Padahal, tanpa tindak-lanjut yang baik, efektivitas kegiatan training peningkatan etos kerja akan sangat rendah dan biasanya setelah tiga atau empat bulan para peserta akan lupa dengan apa yang mereka pelajari dalam kegiatan tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut ada langkah praktis yang perlu dilakukan. Dalam setiap training pelatihan etos kerja sebaiknya diupayakan ada sesi khusus –yang dilakukan menjelang akhir kegiatan– untuk menyusun rencana tindak-lanjut pasca-pelatihan etos kerja. Dalam rencana tindakan ini, para peserta diminta untuk merumuskan secara spesifik tindakan konkret yang akan mereka lakukan untuk mengaplikasikan materi yang telah diberikan. Akan lebih baik jika rencana tindakan ini juga disertai dengan tolok-ukur untuk menilai sejauh mana rencana itu berhasil mencapai sasaran.

Selanjutnya, rencana tindakan ini disalin dan dibagikan kepada peserta yang bersangkutan, atasan peserta, serta pihak penyelenggara (trainer/bagian SDM). Nah, proses pelaksanaan rencana tindakan pasca-pelatihan itu kemudian mesti dipantau 1-2 bulan sekali melalui serangkaian sesi monitoring (sesi ini dapat dilakukan selama 6 hingga 12 kali). Di sini peran dari atasan sangat besar. Demikian juga, pihak penyelenggara harus proaktif, dan secara intensif bekerjasama dengan atasan peserta untuk melakukan monitoring. Akan lebih baik jika dalam proses tersebut juga disertai dengan penyegaran, dengan misalnya mendiskusikan kembali pokok-pokok penting materi sebelumnya dipelajari dalam training. Sehingga, proses pembelajaran terus berjalan secara berkelanjutan. Banyak jenis training seperti Pelatihan Quantum Touch, Pelatihan Spiritual EFT, dsb.

Serangkaian tindakan di atas diharapkan dapat meningkatkan efektivitas training. Misalnya training spritual QT (spritual quantum touch), pelatihan HSQ / spritual HSQ, dsb. Artinya, training benar-benar memberikan dampak terhadap perubahan perilaku secara positif dan pada gilirannya juga bermanfaat secara positif bagi kinerja bisnis.

http://rajapresentasi.com

Temukan Pelatihan SDM, Etos Kerja, Spiritual EFT, EFT, HSQ, QT, Quantum Touch, Spiritual Quantum Touch, EFT Indonesia, Spiritual QT, Spiritual HSQ, Pelatihan Etos Kerja, Pelatihan Quantum Touch, Pelatihan Spiritual EFT, Pelatihan HSQ hanya di Pelatihan SDM : Etos Kerja & HSQ - Spiritual EFT & Quantum Touch Jakarta pada 88db.com

Selengkapnya Tips Meningkatkan Efektivitas Pelatihan SDM