Showing posts with label printing company. Show all posts
Showing posts with label printing company. Show all posts

Estimasi Biaya usaha Printing Services

Diposting oleh Wikey on Jul 31, 2009

Digital Printing adalah Usaha percetakan yang menggunakan teknologi digital. Lingkup kerjanya mulai dari mendesain hingga mencetak ke media kertas, plastik, kaca, dan lain-lain. Bahkan sekarang ada mesin yang bisa mencetak lima jenis media sekaligus yaitu untuk kaos, topi, kain, mug, pin, dan sebagainya.

Kelebihan dari Digital Printing adalah desain sablonnya bisa seperti foto sehingga konsumen bisa membawa file fotonya sendiri lalu dicetak di media yang dipilih. Proses pembuatannya juga sangat cepat, antara 10-15 menit. Jadi, usaha ini cocok dijalankan di mal atau tempat-tempat ramai lainnya.

Boleh dibilang, usaha Digital Printing Services adalah salah satu jenis usaha yang cukup favorit. Secara umum, modal yang besar tentunya akan mempermudah melakukan usaha. Namun, bukan berarti modal kecil akan menghambat usaha. Anda bisa memulainya dari networking terlebih dahulu samapi mencari investor, customer, partner, dan supplier.

Adapun pengetahuan dan keterampilan yang harus anda miliki adalah:
1. Pengetahuan tentang komputer, dan software yang digunakan untuk percetakan, seperti Adobe Photoshop, Pagemaker, InDesign, Corel Draw, dan Freehand.
2. Pengetahuan tentang jenis-jenis media cetak.
3. Kreativitas untuk mendesain grafis.
4. Informasi harga.

Untuk membuka bisnis Digital Printing Services ini, anda memerlukan persiapan yaitu ruangan untuk showroom dan bekerja, perangkat komputer, printer warna, lisensi untuk membeli software komputer, meja kursi untuk bekerja, aneka jenis dan ukuran media cetak, gaji untuk desainer grafis, administrasi, dan tenaga penjualan, juga biaya operasional (listrik, telepon, servis komputer, dan tinta printer).

Perkiraan Modal Awal
1 unit komputer Pentium 4 = Rp 3.000.000
1 unit printer laser untuk film sablon = Rp 1.000.000
1 unit scanner = Rp 500.000
1 unit printer inkjet = Rp 500.000
Sewa tempat = Rp 7.000.000
Kertas per bulan = Rp 250.000
Listrik = Rp 200.000
Telepon = Rp 200.000
Refill tinta dua printer = Rp 35.000
Refill tinta laser jet = Rp 125.000
Total Biaya adalah = Rp 13.950.000

Kiat-kiat untuk menajalankan usaha Digital Printing Offset ini adalah:
1. Tentukanlah media seperti kertas (undangan, poster, majalah, foto, peta), plastik atau fleksi (spanduk, banner, kaca (gelas, mug), dan kain kaus, payung, spanduk. Pemilihan media akan membantu anda menentukan peralatan kerja, sdm, dan pesan dalam media promosinya.
2. Pilih lokasi Printing Offset Company yang strategis di dekat perkantoran, kampus, atau mal. Pemilihan lokasi tergantung pada target konsumen anda.
3. Rancang desain ruangan yang sefektif mungkin, misalnya ruangan desain, ruang tamu, ruang administrasi, dan peletakan peralatan.
4. Beli peralatan Printing Services yang diperlukan. Awalnya anda bisa membeli dalam jumlah yang minim kemudian bisa ditambah jika usaha makin maju.
5. Rancangan konsep pemasaran Printing Offset Company, mulai dari nama, papan nama usaha, spanduk, brosur, dan sebagainya.
6. Cari tenaga kerja yang bisa membantu pekerjaan anda, seperti desainer grafis, tenaga administrasi, dan penjual.

ukm-umkm.blogspot.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Estimasi Biaya usaha Printing Services

Bisnis Yang Begitu Menjanjikan

Diposting oleh karpetitem on Jul 6, 2009

Digital printing kini sedang menjadi tren, khususnya untuk kepentingan promosi perusahaan. Nyaris tak ada yang tak dapat dilakukan dengan teknologi printing company ini. Mulai cetak printing services, poster, super wide format, hingga cetak di atas media rigid seperti aklirik. Itulah sebabnya bisnis digital printing services kini begitu menjanjikan untuk dijalani.

Ini seperti yang dilakukan Printworld. Menurut Direktur Printworld, Andrew Wirawan Tresno Santoso digital printing services yang dijalankannya semua dipergunakan untuk keperluan intern sebuah pusat perbelanjaan yang masih satu grup dengan perusahaannya. Lama-kelamaan banyak supplier printing offset company yang meminta dirinya membuatkan digital printing offset.

Dia mengatakan digital printing offset company bisa menjadi usaha yang booming karena bersifat on demand. Artinya apapun kebutuhan konsumen dapat dipenuhi tanpa minimal order printing offset. “Pada teknologi sebelumnya hal ini tentu sulit dipenuhi. Sekarang konsumen mau pesan 1 juga dilayani. Pokoknya on request,” ujarnya. Digital printing offset juga dikenal lebih efektif dan cepat. Sebab jika memungkinkan, hasil printingnya pun dapat ditunggu. Tergatung kepada load faktor yang ada.

Kiat sukses lain dalam berbisnis digital printing offset menurut Andrew adalah mengutamakan kualitas digital printing dan pelayanan printing company. Dua hal tersebut harus diperbaiki terus. “Meski harga printing lebih mahal dibanding tempat lain, jika kualitasnya bagus, customer akan percaya dan mempromosikannya pada orang lain,” katanya.

Selain itu, ketepatan deadline dan penanganan terhadap komplain customer menjadi hal lain yang tak bisa dikesampingkan. “Kita selalu berusaha bernegosiasi dengan klien tentang berapa lama waktu yang dilakukan untuk pengerjaan order,” sambung Creative Manager Printworld Roy Suryadi.
Andrew sendiri meenganggap komplain lebih kepada komunikasi dengan customer yang keliru. Maka hal tersebut harus ditangani dengan serius. “Dengan mendengarkan komplain, kita menjadi lebih tahu apa yang diinginkan customer. Bahkan hubungan dengan pelanggan digital printing services menjadi lebih mesra,” tukasnya.

http://simpang5.wordpress.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Digital Printing Offset ~ Digital Printing Services ~ Printing Services ~ Printing Offset Company ~ Printing Offset ~ Digital Printing ~ Printing Company ~ Printing di 88db.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action dan Terapkan Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Bisnis Yang Begitu Menjanjikan

Miliki Keunggulan Printing

Diposting oleh karpetitem on Jul 3, 2009

Dunia offset printing di Yogyakarta berkembang sangat pesat. Banyak bermunculan biro-biro offset printing service yang bergerak di dunia printing service, baik yang masih amatiran ataupun yang sudah professional. Persaingan offset printing poster pun semakin ketat, masyarakat semakin selektif untuk memilih offset printing brochure mana yang akan di jadikannya tempat untuk mencetakkan barang-barang cetakannya. Menyikapi kondisi tersebut sebuah printing percetakan dituntut memiliki keunggulan-keunggulan dan diferensiasi dari offset printing lain, jika tidak mempunyai itu maka sudah bisa di pastikan offset printing service tersebut akan segera gulung tikar.
Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya adalah:
1. Memberikan kualitas printing service yang bagus sesuai dengan keinginan konsumen.2. Harga printing terjangkau bagi kondisi masyarakat di Yogyakarta.3. Memiliki tenaga-tenaga ahli yang sudah berpengalaman di dunia percetakan.4. Kualitas desain printing yang bagus, menarik, artistic, dan komunikatif.5. Letak strategis.
6
. Memiliki manajemen yang rapi.7. Alat-alat cetak printing

 
http://www.rbgroup.co.id/

Selengkapnya Miliki Keunggulan Printing

Serap Tenaga Kerja

Diposting oleh karpetitem on Jun 2, 2009

Industri offset printing dan grafika belum digarap secara optimal oleh pemerintah sebagai industri printing service yang mampu menyerap tenaga kerja dan memberi nilai tambah tinggi. "Sampai saat ini industri offset printing service dan grafika tumbuh tanpa fasilitas dan insentif dari pemerintah," kata Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Juneanto, di Jakarta, Selasa, usai seminar pra pameran media cetak di Dusseldorf (Jerman) atau "Drupa 2008". Padahal, lanjut dia, industri offset printing poster dan grafika cukup banyak mencapai sekitar 26 ribu perusahaan offset printing brochure yang sekitar 78 persen di antaranya merupakan perusahaan kecil printing poster.

Selain itu, potensi dan pertumbuhan
printing brochure juga cukup tinggi, yang terlihat dari konsumsi kertas printing. Menurut dia, dari sekitar sembilan juta ton produksi kertas offset printing per tahun, sekitar 60 persen atau enam juta ton diantaranya dipasok ke dalam negeri.
"Kalau harga satu ton kertas offset printing service mencapai 500 dolar AS maka potensi pasar printing service dan grafika di atas pasar kertas domestik, karena industri offset printing poster ini memberi nilai tambah pada kertas offset printing brochure, dari yang terendah lima persen sampai 100 persen," kata Jimmy.

Oleh karena itu, lanjut dia, PPGI menilai industri
printing poster dan grafika perlu mendapat pengayoman dari pemerintah agar pertumbuhan printing brochure lebih terarah.
Jimmy khawatir tanpa pengembangan yang jelas dari industri printing dan grafika, maka potensi pasar domestik akan diambil produk impor. Apalagi saat ini, industri tersebut didesak oleh kemajuan teknologi percetakan digital yang menuntut pembaruan teknologi, di tengah industri percetakan dan grafika nasional yang masih menggunakan mesin bekas.

Terkait dengan hal itu, diakuinya, pameran media cetak "Drupa 2008" di Dusseldorf, Jerman, 29 Mei - 11 Juni 2008, bisa menjadi ajang untuk mengetahui teknologi terkini mesin cetak dan grafika. (*)


http://www.antara.co.id/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di
Offset Printing ~ Offset Printing Service ~ Printing Service ~ Offset Printing Poster ~ Offset Printing Brochure ~ Printing Poster ~ Printing Brochure ~ Printing dan Offset Printing : Offset Printing Service – Offset Printing Poster & Brochure di 88db.com
Selengkapnya Serap Tenaga Kerja

Standar Cetak Siapakah Yang Beruntung?

Diposting oleh malamjumat on Feb 11, 2009

Standar cetak kadang menjadi kontroversi bagi sebagian pelaku industri percetakan, karena tidak dilihat secara menyeluruh dari aspek industri cetak. Namun yang pasti standard cetak saat ini sudah menjadi tren industri cetak dan kebutuhan bagi para pelaku cetak, terlebih printing product (misalnya cetak digital atau percetakan digital) sudah menjadi suatu barang komoditi dalam artian diproduksi masal - karena jumlah besar dan dimultiplikasi secara konsisten.

Pertama, standar cetak membuat printing quality (percetakan digital / digital printing, dsb) menjadi hal yang tidak penting atau kritis lagi, sebab semua orang atau pihak dapat membuat atau mengkopinya dengan gampang. Kedua, yang pada akhirnya standar cetak menghilangkan aspek unik suatu bisnis percetakan terhadap para pesaing lainnya.

Dunia cetak sudah lama bergerak dari seni menjadi industri, dengan kata lain tidaklah relevan lagi mendebat bahwa standar cetak menggiring barang cetak menjadi komoditi. Apalagi sekarang banyak berkembang cetak digital / digital printing.


Standar cetak hanya berfokus pada kualitas, suatu perusahaan percetakan offset & percetakan lain dinilai lebih atau unggul dari para pesaing lebih banyak karena pelayanan, kecepatan dan ketepatan menyelesaikan proyek dan seberapa andal memecahkan masalah atau komplain yang muncul.

Justru para pengusaha percetakan, misalnya percetakan offset, dsb harus dapat memaksimalkan sisi positif yang diusung oleh standar. Sudah umum pembeli barag cetak tidak bisa mengandalkan satu usaha percetakan saja, bisa karena masalah lokasi, luasnya area penyebaran barang cetakan yang harus disebar, keterbatasan kapasitas suatu percetakan, atau bahkan mengurangi ketergantungan terhadap satu percetakan.

Pembeli barang cetak seperti perusahaan iklan harus memikirkan material cetak dapat selesai saat kampanye promosi suati produk dimulai, karena kalau terjadi keterlambatan maka program iklan menjadi macet dan terganggu. Ujungnya unjuk kerja manager promosi bisa buruk dan karirnya tidak maju. Manajer promosi di Singapura harus mengontrol anggaran biaya promosi, kalau mencetak di Singapura dan harus dikirim ke Indonesia untuk program promosi di Indonesia pastilah tidak efisien.

Keuntungan buat pembeli barang cetak
Ada beberapa hal yang membuat anda para "print buyer" menjadi nyaman dan maksimal dalam bekerja;

(1) Mempunyai pegangan yang konkrit, efektif dan netral dalam proses "file preparation" dan "in-house proofing"; jelas, tidak ada faktor suka dan tidak suka.

(2) Menerima "proof" dari percetakan sesuai dengan yang diinginkan, semua faktor warna misalnya sudah baku; tidak ada lagi faktor kejutan ternyata hasil akhir cetakan berbeda. Hal ini misalnya pada cetak offset.

(3) Mengurangi proses "proofing" yang sering harus bolak-balik dan mempercepat proses persetujuan naik cetak, misalnya dalam cetak offset.

(4) Menselaraskan aspek-aspek yang diinginkan atau diharapkan dengan pihak percetakan. Hal ini layaknya kita naik taxi, saat duduk dalam mobil kita memberi tujuan tempat dan kadang kala juga jalan yang akan dilalui ke sopir taxi, kalau tidak - maka sopir taxi akan mutar-mutar tidak keruan, atau sampai ketujuan namun sudah telat waktu.

Keuntungan buat percetakan
Percetakan (jasa printing atau cetak printing) pada saat yang bersamaan meraih hal-hal positif yang sama seperti halnya pembeli barang cetak. Jasa printing / cetak printing bisa bekerja dengan pelanggan yang puas dengan "proof" dan tahu atas apa yang diinginkan pastilah suatu yang menyenangkan, sebab mengurangi rasa was-was dan khawatir bila produk cetaknya ditolak dan tidak dibayar.

Beberapa standar cetak
Ada beberapa standar cetak yang umum ditemui saat ini di industri yang dapat dipecah dalam 3 kategori barang cetak;

1. Newsprint - cetak koran
Ada dua standar yaitu ISO 12647-3 dan SNAP

2. Publication - majalah dan publikasi
Ada dua standar cetak yaitu ISO 12647-2 dan SWOP

3. Commercial - brosur, promosi dll
Ada 2 standar cetak yaitu ISO 12647-2 dan GRACoL.

Temukan informasi lainnya mengenai Cetak Digital, Print Digital, Cetak Printing, Digital Printing, Jasa Printing, Percetakan Offset, Percetakan Digital, Cetak Offset hanya di Cetak & Print Digital : Jasa Printing – Percetakan & Cetak Offset Bekasi 88db.com

Selengkapnya Standar Cetak Siapakah Yang Beruntung?