Showing posts with label pembuat makanan. Show all posts
Showing posts with label pembuat makanan. Show all posts

Tips Memilih Bahan Makanan

Diposting oleh Wikey on Apr 23, 2009

Kehalalan produk merupakan hal utama yang perlu diperhatikan baik dalam memilih Bahan Kue, untuk menghasilkan kue yang tidak hanya lezat, juga halal . Beberapa Bahan Makanan dan Bahan Kue yang perlu diperhatikan kehalalannya adalah sebagai berikut,

Tepung terigu

Bahan Makanan utama pembuat Kue Makanan ini terbuat dari biji gandum yang pada dasarnya halal. Akan tetapi peraturan di Indonesia mewajibkan adanya fortifikasi vitamin dan mineral pada tepung terigu, sehingga kehalalan vitamin dan mineral yang ditambahkan perlu diperhatikan. Hampir seluruh produsen besar tepung terigu di Indonesia sudah bersertifikat halal, sehingga konsumen tidak sulit mencari terigu besertifikat halal di pasaran.

Minyak dan lemak

Kelompok minyak dan lemak yang digunakan dalam pembuatan
Makanan Kue cukup beragam, tergantung jenis kue yang dibuat. Jenis yang umum digunakan adalah minyak sayur, margarin, shortening, dan mentega. Minyak sayur dan margarin tak begitu menjadi masalah, karena produk lokal sudah banyak yang bersertifikat halal sehingga konsumen tidak sulit mencarinya.

Mentega juga merupakan pilihan dalam membuat
Makanan Kue lebaran.Mentega atau butter perlu dipertanyakan kehalalannya jika dalam pembuatannya digunakan bahan-bahan tambahan seperti pewarna dan perisa. Jika terdapat Bahan Tambahan Makanan dan Pewarna Makanan, maka pastikan produk yang dipilih bersertifikat halal dari negara asal.

Bahan tambahan

Bahan Tambahan Makanan yang berfungsi memperbaiki tekstur dan mengembangkan kue umum digunakan dalam pembuatan Kue Makanan. Bahan tambahan tersebut dapat berupa bahan-bahan kimia sintetik seperti garam-garam karbonat, ataupun dapat berasal dari turunan asam-asam lemak seperti mono/digliserida(Pewarna Makanan dan Pewarna Kue. Produk turunan lemak ini perlu diwaspadai karena bisa berasal dari lemak nabati ataupun hewani. Kesulitan yang dialami konsumen saat ini adalah belum banyaknya produk retail yang beserifikat halal. Produk yang besertifikat halal kebanyakan berukuran kemasan besar. Selain itu, produk kemasan kecil yang beredar jarang sekali mencantumkan komposisi bahan penyusunnya. Oleh karena itu konsumen perlu berhati-hati sekali dalam memilih. Satu hal yang pasti harus dihindari adalah penggunaan bahan-bahan dengan rasa produk haram seperti rum, baik yang asli maupun yang sintetik.

Dalam pembuatan kue kering -- seperti kue keju, brownies, putri salju, kue coklat, lidah kucing, dahlia, domino, atau nastar -- sering menjadi pilihan banyak keluarga. Untuk membuat kue-kue tersebut, ada baiknya melihat secara seksama kehalalan bahan-bahan yang akan digunakan. Selain terigu sebagai bahan utama, dalam membuat kue ini juga digunakan bahan-bahan tambahan lainnya seperti margarin, shortening, baking powder, TBM, SP, ovalet dan lain-lain (
Pewarna Makanan Kue),

Baking powder

Baking powder adalah bahan pengembang (leavening agent) yang terdiri dari campuran sodium bicarbonat, satu atau lebih bahan pengembang lainnya seperti sodium alumunium fosfat, atau monocalcium fosfat serta bahan yang bersifat inert seperti pati. Bahan yang bersifat inert ini ditambahkan pada campuran tersebut untuk menjaga komponen-komponen campuran tersebut tidak terpisah secara fisik serta meminimalkan terjadinya reaksi yang premature. Proses atau sumber bahan yang digunakan untuk menghasilkan baking powder dari segi kehalalannya aman.

Baking soda
Baking soda adalah nama lain untuk sodium bikarbonat. Bahan ini akan mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) yaitu gas yang bersifat sebagai bahan pengembang
Kue Makanan jika dipanaskan atau ditambahkan dengan asam. Baking soda adalah salah satu komponen yang ada di dalam baking powder. Dari segi kehalalan bahan ini tidak terlalu bermasalah, karena biasanya berasal dari batu-batuan.

Shorthening
Shortening adalah lemak yang berasal dari hewan atau tanaman. Shortening berfungsi untuk memotong benang-benang gluten yang menyebabkan produk yang dihasilkan teksturnya menjadi lembut dan renyah. Di pasaran shortening ini biasa dikenal dengan mentega putih. Saat ini banyak sekali jenis shortening yang dijual di pasaran, tergantung penggunaan yang akan dituju. Misalnya untuk pembuatan pastry, roti manis, dan lainnya.

Dari sumbernya, shortening bisa berasal dari lemak nabati, hewani atau bahkan campuran lemak hewani dan tumbuhan. Oleh karenanya bahan ini perlu dicermati dari mana asal lemaknya.

Sumber: nuwowawai.multiply.com

Temukan Info merarik mengenai Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali pada 88db.com
Selengkapnya Tips Memilih Bahan Makanan

Bahan dan Resep Makanan

Diposting oleh mabok euyyy on Apr 2, 2009


Ada serangkaian proses yang harus diperhatikan dalam memahami esensi manajemen makanan(cth Kue Makanan) atau esensi Bahan Tambahan Makanan. Yaitu, belanja, menyimpan, menyusun menu, dan memasak.
  • Belanja. Cara termudah membuat daftar belanja Bahan Tambahan Makanan / bahan makanan, adalah menyalin item belanja dari salah satu kegiatan belanja Anda. Pilih item paling penting dan termasuk kebutuhan utama. Lalu fotokopi dengan membiarkan beberapa baris kosong untuk Anda isi sesuai kebutuhan. Daftar ini juga bisa Anda lekatkan pada pintu lemari dapur, sebagai checklist, yang bisa Anda tandai saat bahan hampir habis cth bahan makanan seperti Pewarna Makanan, Pewarna Kue & Pewarna Makanan Kue.
    Belanjalah sesuai dengan susunan menu yang Anda buat. Usahakan agar merancang menu terlebih dahulu sebelum berbelanja bahan makanan atau Bahan Kue. Meskipun demikian, Anda tetap bisa melakukan variasi dan improvisasi, apabila bahan untuk membuat masakan sesuai menu tidak tersedia di pasaran Kue Makanan.
    Apabila Anda menganut sistem belanja bulanan(cth belanja Pewarna Makanan, Pewarna Kue & Pewarna Makanan Kue), usahakan agar bahan tertentu dibeli mingguan, untuk sayuran dan buah-buahan Anda tetap membeli secara harian atau maksimal, 2 - 3 kali seminggu.
  • Menyusun menu. Setelah memasak, beberapa jenis masakan yang bersisa (left over) bisa disimpan lagi sampai jangka waktu tertentu. Apabila Anda menganut sistem belanja bulanan, usahakan agar bahan tertentu dibeli mingguan, untuk sayuran dan buah-buahan Anda tetap membeli secara harian atau maksimal, 2 - 3 kali seminggu.
    Sebelum memasukkan ke dalam kulkas, sayuran yang terdiri dari dedaunan perlu Anda masukkan ke dalam plastik lembaran pembungkus, kertas roti atau kontainer agar terjaga kesegarannya cth Kue Makanan.
  • Penyimpanan makanan dan bahan makanan. Bahan Makanan sebaiknya disimpan dengan cara yang tepat dan cermat. Dengan demikian, tak hanya mutu dan gizinya terjaga. Dapur Anda pun menjadi rapih dan mudah diatur. Selain itu, beberapa jenis masakan yang bersisa (left over) bisa disimpan lagi sampai jangka waktu tertentu.
    Sebelum memasukkan ke dalam kulkas, sayuran yang terdiri dari dedaunan perlu Anda masukkan ke dalam plastik lembaran pembungkus, kertas roti atau kontainer agar terjaga kesegarannya.

Temukan informasi mengenai Bahan Makanan dan Bahan Kue di Bahan Makanan | Bahan Kue | Bahan Tambahan Makanan | Pewarna Makanan | Pewarna Kue | Makanan Kue | Pewarna Makanan Kue | Kue Makanan dan Bahan Makanan & Bahan Kue:Bahan Tambahan Makanan & Pewarna Makanan Kue Denpasar Bali pada 88db.com.

http://www.ayahbunda.co.id
Selengkapnya Bahan dan Resep Makanan