Showing posts with label pakaian bekas. Show all posts
Showing posts with label pakaian bekas. Show all posts

Kelola Pakaian Anda

Diposting oleh Wikey on Apr 13, 2009

Salah satu 'penyakit' yang menyebabkan lemari pakaian Anda terasa penuh dan tak teratur, adalah karena Anda senang menyimpan pakaian-pakaian yang sudah tak terpakai. Meski Anda sebenarnya tak membutuhkannya lagi.

Terutama bagi Anda yang sangat peduli dengan mode, yang suka berbelanja ke Butik Fashion atau Butik Pakaian, menyimpan berbagai Koleksi Pakaian kerap menjadi masalah. Selain masalah pemeliharaan, Koleksi Pakaian itu pun membutuhkan cukup banyak tempat.

Namun bila Anda ingin agar lemari pakaian tetap rapi dan Anda mampu mengelolanya, ada delapan cara yang harus Anda perhatikan:

1. Bila Anda berpikir "pakaian ini masih bagus", artinya Anda takut untuk membuang pakaian tersebut. Jadi jangan membuangnya, tapi sumbangkanlah. Carilah badan amal terdekat di mana Anda bisa memberikan Koleksi Pakaian yang masih bagus tersebut ke orang lain yang membutuhkan, dibanding hanya menjadi tumpukan tak terpakai yang memenuhi lemari (Toko Pakaian ).

2. Jika merasa Koleksi Pakaian tersebut "akan digunakan suatu hari nanti", mungkin akibat Anda takut menyesal di kemudian hari. Menyimpan barang-barang yang penting memang dapat dipahami, tapi apakah Anda akan membutuhkan plastik dan tas kertas bekas belanja di lemari atau kabinet? Anda harus mampu memprioritaskan, mana barang yang akan disimpan dan harus disingkirkan.

3. Ketika Anda merasa "tak ada gunanya membuang waktu dan energi untuk membereskan lemari pakaian," saat itu Anda takut kalau usaha Anda akan sia-sia. Kerapihan bukanlah sebuah tujuan, tapi kebiasaan - untuk menghemat waktu Anda.

4. Saat Anda tak peduli lagi dengan apa yang tersimpan di lemari, artinya Anda tak punya waktu dan kurang memahami cara untuk menyelesaikannya. Yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan waktu 18 menit untuk mulai 'menggali' isi lemari, tak perlu langsung merapikannya kembali dalam sehari. Cukup gunakan waktu 18 menit dalam sehari, untuk merapikan dan menimbang-nimbang mana pakaian yang tetap dipertahankan dan mana yang harus Anda singkirkan.

5. Sebagian pakaian mungkin memiliki 'ikatan emosi' atau kenangan tertentu dengan Anda, tapi sebenarnya kenangan itu hanya ada pikiran Anda bukan di bendanya. Bila memang tak ingin kehilangan 'kenangan' tersebut, Anda bisa mengabadikannya lewat foto sehingga ikatan emosi tersebut tetap Anda dapatkan tanpa memenuhi lemari pakaian.

6. Kadang Anda ragu dan tak yakin kalau lemari Anda akan rapi, meski belum mencobanya. Mendapatkan lemari dengan pakaian yang selalu tertumpuk rapi dengan seketika, memang tak akan mungkin. Namun bila Anda mau melakukannya secara bertahap, Anda pasti akan mampu melihat hasilnya.

7. Saat Anda yakin kalau semua Koleksi Pakaian itu sangat diperlukan, artinya Anda takut kekurangan. Bagi Anda, semakin banyak pakaian yang dimiliki semakin baik. Padahal sebaliknya, simpanlah pakaian-pakaian yang memang Anda rasa nyaman untuk digunakan.

8. Hindari memilih pakaian yang akan di simpan dan yang akan disingkirkan demi kerapihan lemari, layaknya pilihan hidup atau mati. Pilihan ada di tangan Anda dan dapat mengubahnya sewaktu-waktu. Yang penting, Anda berpikir realistis mengenai kemampuan daya tampung lemari dengan jumlah pakaian yang Anda miliki (Toko Busana).


Sumber:halohalo.co.id

Temukan informasi lainnya pada Butik Fashion - Toko Busana - Toko Butik - Jual Jilbab - Jual Tas - Koleksi Pakaian - Toko Pakaian - Butik Pakaian dan Toko Busana & Butik Fashion : Jual Jilbab & Tas - Koleksi Pakaian Jakarta hanya di 88db.com
Selengkapnya Kelola Pakaian Anda

Kelebihan Baju Impor

Diposting oleh malamjumat on Mar 27, 2009

Apakah Anda pernah mendengar istilah 'ba-be-bo'? atau kependekan dari 'barang bekas bos', atau 'awul-awul'? yang merupakan tempat jualan baju bekas alias second hand yang diimpor entah dari negara mana.

Konon dinamai 'awul-awul' karena baju-baju import itu ditumpuk begitu saja sehingga jadi berantakan, alias awul-awulan (berantakan). Ditambah lagi jika memilih juga harus meng-awul-awul bajunya dari tumpukan.

Nah, Anda yang suka jalan-jalan untuk hunting pakaian, pasti pernah mampir ke showroom tempat jual pakaian impor dadakan maupun yang sudah permanen untuk memilih baju impor berharga 'miring' tersebut.

'Bisnis baju impor' atau 'baju bekas' ini memang tumbuh subur di daerah sub-urban perkotaan, karena karakter konsumennya yang ingin tampil serba branded dengan SES (Social Economic Size) B dan C. Bisnis jual baju import ini bahkan untuk kelas ekonomi A pun seringkali rela berdesak-desakkan, untuk mencari baju atau aksesoris yang mereka inginkan di tempat tersebut.

Di Indonesia sendiri, kemunculan pasar pakaian import ini tidak berjalan merata. Pasar baju bekas di Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi misalnya, lebih dulu muncul daripada di Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya. Toko baju bekas di sini lazim disebut dengan toko 'baju impor' , karena memang baju-baju bekas itu asalnya dibawa dalam karung-karung besar dari pelabuhan.

Jenis barang yang dijual di toko macam ini bermacam-macam, mulai dari kaos, hem, jaket, celana panjang, sampai selimut-selimut tebal dan bed cover. Harga barang-barang yang dijual di kota-kota yang dekat dengan pelabuhan, biasanya lebih murah daripada di kota-kota lain. Harga jual pakaian import juga bervariasi.

Pada awalnya, konsumen terbesar pakaian impor bekas adalah anak-anak muda. Karena selain soal knowledge, anak muda tentu lebih ter-influence dengan kultur luar negeri, dalam konteks ini, mereka lebih memilih membeli baju bekas karena ingin meniru gaya Kurt Cobain, Ramones, atau Gong Li misalnya.

Pakaian import bekas tercatat ikut membentuk gaya subkultur anak muda yang khusus dan unik. Selain merefleksikan posisi keuangan anak-anak muda yang terbatas, juga menggambarkan gairah akan gaya pakaian-pakaian retro yang otentik dan tidak ada kembarannya. Jenis baju yang dijual di toko-toko pakaian impor bekas biasanya berjumlah terbatas, atau malah hanya tersedia sebanyak satu buah saja, sehingga terkesan lebih personal.

Di sisi lain, khalayak umum yang ikut meramaikan pasar baju import bekas pada akhirnya, memiliki alasan tersendiri, di antaranya adalah soal tuntutan untuk tampil maksimal di setiap kesempatan, atau alasan ekonomis yang kerap mengurungkan niatan untuk belanja Gucci, Luis Vuitton, Prada atau Armani. Bagaimana dengan Anda?.

www.kapanlagi.com

Temukan informasi lainnya mengenai Baju Import - Pakaian Import - Jual Baju Impor - Baju Impor - Pakaian Impor - Jual Pakaian Impor - Jual Baju Import - Jual Pakaian Import hanya di Baju Import & Pakaian Impor : Jual Baju Impor & Pakaian Import Jakarta pada 88db.com
Selengkapnya Kelebihan Baju Impor