Showing posts with label mukena sulam. Show all posts
Showing posts with label mukena sulam. Show all posts

Mukenah Bordir

Diposting oleh Unknown on Sep 1, 2009



Selalu muncul pertanyaan, kenapa ya kok bisa mahal? Atau juga ungkapan di situ harganya mahal, di sana lo murah...pembaca yang budiman, seperti halnya bahan tekstil lainnya. Mukena cantik/telekung juga bisa mahal atau murah meski motif telekung sembahyang atau model hantaran telekung sama persis(cek jual mukena). Hal ini disebabkan bahan dasar tekstil telekong indonesia yang berbeda, cek di sini toko mukena. Ada kelebihan dan kekurangan pada masing-masing bahan telekung indonesia yang digunakan. Hal ini lebih cenderung pada selera telekong dan kebutuhan anda.

Bahan mukena cantik yang lebih banyak menggunakan bahan katun, biasanya menyerap keringat lebih baik dan biasanya dipatok dengan harga lebih tinggi. Kelemahannya, mukena akan cepat kusut jika tidak disetrika langsung sebelum menggunakan telekung sembahyang. Jika bahan hantaran telekung yang lebih banyak menggunakan nylon, akan sedikit lebih murah harganya, agak panas, kelebihannya tidak cepat kusut. Tips yang saya anjurkan, sebaiknya anda memilih mukena indonesia sesuai yang anda inginkan, baik warna dan bahan yang disesuaikan dengan acara. Jika memang menggunakan bahan yang lebih banyak nylon, jika dipakai diruang ber-ac atau acara di malam hari tidak bermasalah. Jika memilih bahan telekung indonesia yang lebih banyak katun, lebih baik telekong dicuci tanpa dikucek atau lebih awet dan aman di dry-clean saja.

Dukung kampanye stop dreaming start action sekarang



http://oskamarketing-bukittinggi.blogspot.com

Selengkapnya Mukenah Bordir

Tips Mukena Mazaya

Diposting oleh Unknown on Aug 26, 2009



1. Hindari mencuci mukena dengan menggunakan mesin cuci atau dicampur dengan pakaian lain. Cucilah mukena bordir secara terpisah dan cukup direndam, jangan dikucek atau disikat, cukup direndam dengan deterjen dan biarkan deterjen mencuci sendiri.

2. Apabila terdapat noda di mukena, bersihkan dengan deterjen / sabun yang lembut, bila tidak tersedia bisa menggunakan sabun mandi atau shampoo. Jangan menggunakan pemutih pakaian.

3. Telekung di cuci sebaiknya menggunakan air hangat untuk menjaga seratnya tetap halus.

4. Bila sudah di cuci, telekung cukup diperas ringan dengan tangan lalu di anginkan, apabila aksesoris menggunakan payet, sebaiknya tidak perlu diperas dan langsung dijemur.

5. Hindari di jemur langsung di bawah matahari, untuk menjaga warna mukena bordir tetap cemerlang.

Cara menyetrika :

1. Gunakan suhu rendah dan hindari kontak langsung dengan kain mukena, lapisi dengan kain / bahan katun tipis diatas kain mukena cantik. Pelapisan kain mukena cantik ini ditujukan untuk meminimalisasi kerusakan mukena akibat suhu panas.

2. Untuk mukenah cantik berpayet atau berhias logam, setrika bagian dalam untuk menghindari kerusakan aksesoris di mukenah cantik.

Cara penyimpanan :

bisa anda tambahkan serbuk pengering & pengawet yang dijual di toko untuk menjaga kelembaban dalam tas. Bisa juga anda tambahkan pengharum.

Perhatikan cara melipat mukena sehingga tidak terkesan menggelembung pada tas

Dukung kampanye stop dreaming start action

Internet
Selengkapnya Tips Mukena Mazaya

Menjelang Puasa , Permintaan Sarung dan Mukena Mulai Naik

Diposting oleh malamjumat on Jul 30, 2009

Aktivitas perdagangan tekstil terutama sarung dan mukenah di pasar grosir tekstil Cipulir Jakarta serta Cipadu Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, sebulan menjelang puasa mulai berdenyut.

Permintaan terhadap kedua komoditi sandang tersebut meningkat dari 5 sampai 15 persen dari kondisi normal. Jika dalam kondisi normal pembelian sarung maksimal mencapai 20 kodi (satu kodi setara dengan 20 buah) per hari, sepekan terakhir permintaan naik menjadi 21 sampai 27 kodi. Permintaan serupa terjadi juga untuk produk mukenah (pakaian penutup aurat bagi wanita saat menjalankan ibadah shalat).


Sejumlah pedagang sarung dan
mukenah di pasar grosir tekstil Cipulir, ITC Cipulir, pasar Cipulir, dan Ruko Cipulir, Rabu dan Kamis (23/7) mengatakan, permintaan tersebut sebagian besar dari daerah-daerah di Pulau Sumatera seperti Aceh, Padang, Palembang, dan Lampung; Kalimantan seperti Samarinda, Balikpapan, Palangkaraya, dan Balikpapan, serta Sulawesi seperti Makassar dan Gorontalo, Palu, dan Kendari.


Para
pedagang memprediksikan, permintaan sarung dan mukena akan terus naik hingga menjelang dan pertengahan bulan puasa. Selanjutnya, permintaan akan mulai menurun sepekan menjelang hingga lebaran.


Dijual lagi


Menurut pedagang, permintaan sarung dan
mukena dari luar daerah sebulan menjelang puasa dikarenakan produk tersebut masih akan dijual lagi di derah-daerah tersebut. Seminggu setelah puasa hingga menjelang lebaran, permintaan sarung lebih banyak dipergunakan untuk membagi-bagikan kepada relasi dan karyawan.


"Seminggu terakhir sudah banyak pesanan sarung dan
grosir mukena dari daerah. Biasanya sarung dan grosir mukena itu masih akan dijual lagi menjelang puasa," ujar Nurul (32), pedagang sarung dan mukenah di pasar grosir tekstil Cipadu.


Nurul mengatakan dalam kondisi normal (tidak termasuk saat puasa dan menjelang Lebaran), jumlah sarung yang terjual maksimal 20 kodi per hari. Dalam sepekan terakhir sarung yang terjual sampai 23 kodi per hari. Nurul mematok harga untuk produknya sarungnya minimal Rp 235.000 per kodi.


Dewi (37), pedagang sarung di lantai dua Pasar Cipulir Lama, juga membenarkan dalam sepekan terakhir dia mendapat tambahan pesanan sarung. "Hari Minggu saya dapat tambahan pesanan lagi tujuh kodi. Selasa beberapa hari lalu ada yang memesan lima kodi," kata Dewi yang memberikan harga serupa dengan Nurul untuk produknya.


Menurut Dewi, pelanggannya biasanya memesan sarung untuk para relasi, orang kerja, dan untuk dibagi-bagikan kepada warga dan tetangga biasanya dipesan pada sepekan puasa.


Achmad (42), pedagang
mukenah cantik di Cipadu, juga membenarkan adanya peningkatan pesanan selama sepekan terakhir. Pada hari biasa, Arifin biasanya menjual 40-50 buah per hari. Akan tetapi, selama sepekan terakhir dia mendapat pesanan tambahan maksimal 75 sampai 80 buah per hari. Achmad menjual mukenah cantiknya bervariasi sesuai kualitasnya dari Rp 75.000 sampai Rp 390.000 per buah.


http://bisniskeuangan.kompas.com


Dukung kampanye
Stop Dreaming Start Action sekarang
Selengkapnya Menjelang Puasa , Permintaan Sarung dan Mukena Mulai Naik

Memilih Mukena Minim Hiasan

Diposting oleh malamjumat on Jul 15, 2009

Perkembangan dunia fashion memengaruhi model mukena. Saat ini, banyak sekali model mukena yang dipakai muslimah ketika menjalankan ibadah salat. Warnanya pun tak lagi didominasi putih.

Menurut Jetty Hanaf, desainer busana muslim, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih
mukena. Salah satunya bahan. Sebaiknya, pilih bahan yang nyaman dan bila dikenakan, tak terasa panas di kulit. Misalnya, katun atau sutra halus. ''Nyaman dipakai bukan berarti kainnya tipis. Apalagi, menerawang. Tentu tak cocok menjadi bahan mukena,'' katanya.


Ada
beberapa bahan mukena telekung yang sebaiknya dihindari. Yakni, chiffon, parasit, serta satin. Jetty mengatakan, bahan satin tergolong berat dan panas bila dikenakan. ''Salat kan butuh khusyuk dan tenang. Jika mukenanya bikin gerah, salat atau wiridannya jadi tidak tenang,'' paparnya.


Soal ukuran, kata pemilik Fir's Collection itu, bervariasi. Bergantung tinggi badan masing-masing orang. Kalaupun ingin membuat mukena
telekung sendiri, sebaiknya panjang minimal 25 sentimeter lebih panjang dari kaki dan tangan. ''Ketika salat, tak boleh kelihatan kakinya. Hal ini bisa disiasati dengan mengenakan kaus kaki,'' jelasnya.


Untuk mempermanis mukena, boleh saja aplikasi
mukena bordir, renda, atau lukisan gambar tertentu. Asalkan, tak berlebihan mukena bordir atau hiasan lainnya. Apalagi, bila hiasannya lebih dominan (terlihat mencolok) dibandingkan mukenanya. ''Kalau pemanis mukena terlalu mencolok, nanti malah jadi pusat perhatian jamaah lainnya. Itu tak baik dan memunculkan sifat riya,'' katanya. Selain itu, konsentrasi beribadah jamaah lain rawan terganggu.


Untuk model, Jetty menyatakan tak ada masalah. Asal tetap memenuhi kaidah pembuatan mukena. Yakni, tertutup dan tak membentuk badan. Dia lalu mencontohkan mukena terusan tanpa penutup kepala. Menurut Jetty, mukena tersebut sangat praktis. Terutama, bila dibawa bepergian atau bagi pekerja lapangan yang mengenakan jilbab (penutup kepala) ''Kan, tinggal diblusukkan, langsung bisa dipakai,'' ucapnya.


Pendapat senada diungkap Prof Dr Istifaroh SH MA, kepala lembaga penelitian IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Menurut dia, ketentuan khusus mukena hanya menutup aurat, kecuali wajah dan telapak tangan yang tetap terlihat. ''Bila telah memenuhi ketentuan tersebut, apa pun modelnya tak masalah,'' katanya.


Mengenai warna yang ngejreng atau dominasi hiasan pada mukena, Istifaroh menegaskan sah-sah saja. ''Karena ketentuannya hanya itu tadi. Tak masalah bila warnanya ngejreng,'' jelasnya.


Istifaroh menegaskan, di sinilah pentingnya salat harus khusyuk. Walau ada jamaah lain yang memakai mukena warna ngejreng, jangan terpengaruh. ''Ketika salat, menghadaplah tempat sujud, bukan melihat ke kanan kiri,'' paparnya. Jika hal itu benar-benar diterapkan, salat tak akan terganggu, walau ada jamaah lain mengenakan mukena aneka warna dan model.


Jetty menambahkan, agar mukena senantiasa nyaman dikenakan, sebaiknya rutin dicuci. Bau tak sedap mungkin juga membuat seseorang tak nyaman dan kurang khusyuk saat salat. ''Hindari mengenakan mukena yang sudah robek, kecuali terpaksa atau tak ada lainnya,'' ungkapnya. Misalnya, bila bepergian ke suatu tempat, dan hanya ada satu mukena tersebut yang layak pakai. ''Jalan terbaik, membawa mukena sendiri ke mana pun kita pergi,'' tambahnya.


www.jawapos.co.id

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Memilih Mukena Minim Hiasan

Bahan Mukena Yang Nyaman di Kulit

Diposting oleh malamjumat on Jun 24, 2009

Perkembangan dunia fashion memengaruhi model Mukena. Saat ini, banyak sekali model mukena yang dipakai muslimah ketika menjalankan ibadah salat. Warna yang dijual pun tak lagi didominasi putih.

Menurut Jetty Hanaf, desainer busana muslim, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih mukena. Salah satunya bahan. Sebaiknya, pilih bahan yang nyaman dan bila dikenakan, tak terasa panas di kulit. Misalnya, katun atau sutra halus. ”Nyaman dipakai bukan berarti kainnya tipis. Apalagi, menerawang. Tentu tak cocok menjadi bahan Mukena telekung.

Ada beberapa bahan Mukena yang sebaiknya dihindari. Yakni, chiffon, parasit, serta satin. Jetty mengatakan, bahan satin tergolong berat dan panas bila dikenakan. ”Shalat kan butuh khusyuk dan tenang. Jika mukena bikin gerah, salat atau wiridannya jadi tidak tenang,” paparnya. Pilihlah bahan yang tidak panas, dan mudah menyerap keringat.

Soal ukuran, itu bervariasi. Bergantung tinggi badan masing-masing orang. Kalaupun ingin membuat
telelkung sendiri, sebaiknya panjang minimal 25 sentimeter lebih panjang dari kaki dan tangan. ”Ketika salat, tak boleh kelihatan kakinya. Hal ini bisa disiasati dengan mengenakan kaus kaki.

Agar mendapatkan
mukena cantik, boleh saja aplikasi bordir, renda, atau lukisan gambar tertentu. Asalkan, tak berlebihan. Apalagi, bila hiasannya lebih dominan (terlihat mencolok) dibandingkan mukenanya. ”Kalau pemanis mukena terlalu mencolok, nanti malah jadi pusat perhatian jamaah lainnya. Itu tak baik dan memunculkan sifat riya,” katanya. Selain itu, konsentrasi beribadah jamaah lain rawan terganggu.

Untuk model, Jetty menyatakan tak ada masalah. Asal tetap memenuhi kaidah pembuatan mukena. Yakni, tertutup dan tak membentuk badan. Dia lalu mencontohkan mukena terusan tanpa penutup kepala. Menurut Jetty, mukena tersebut sangat praktis. Terutama, bila dibawa bepergian atau bagi pekerja lapangan yang mengenakan jilbab (penutup kepala) ”Kan, tinggal diblusukkan, langsung bisa dipakai".

Pendapat senada diungkap Prof Dr Istifaroh SH MA, kepala lembaga penelitian IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Menurut dia, ketentuan khusus mukena hanya menutup aurat, kecuali wajah dan telapak tangan yang tetap terlihat. ”Bila telah memenuhi ketentuan tersebut, apa pun modelnya tak masalah,”. Buat apa
mukena bordir dan mukena cantik kalau menyalahi kaidah.

Mengenai warna yang ngejreng atau dominasi hiasan pada mukena, Istifaroh menegaskan sah-sah saja. ”Karena ketentuannya hanya itu tadi. Tak masalah bila warnanya ngejreng,” jelasnya.

Istifaroh menegaskan, di sinilah pentingnya shalat harus khusyuk. Walau ada jamaah lain yang memakai
mukenah warna ngejreng, jangan terpengaruh. ”Ketika salat, menghadaplah tempat sujud, bukan melihat ke kanan kiri,” paparnya. Jika hal itu benar-benar diterapkan, salat tak akan terganggu, walau ada jamaah lain mengenakan mukena aneka warna dan model.

Jetty menambahkan, agar mukena senantiasa nyaman dikenakan, sebaiknya rutin dicuci. Bau tak sedap mungkin juga membuat seseorang tak nyaman dan kurang khusyuk saat salat. ”Hindari mengenakan
mukenah yang sudah robek, kecuali terpaksa atau tak ada lainnya,” ungkapnya. Misalnya, bila bepergian ke suatu tempat, dan hanya ada satu mukena tersebut yang layak pakai. ”Jalan terbaik, membawa mukena sendiri ke mana pun kita pergi,” tambahnya.


http://sagalarupiaya.wordpress.com

Temukan informasi lainnya mengenai
Mukena - Telekung - Mukena Bordir - Grosir Mukena - Mukena Cantik - Mukenah Cantik hanya di 88db.com
Selengkapnya Bahan Mukena Yang Nyaman di Kulit

Warna Bordir Mukena

Diposting oleh karpetitem on Jun 5, 2009

PERKEMBANGAN dunia fashion memengaruhi model mukena. Saat ini, banyak sekali model telekung yang dipakai muslimah ketika menjalankan ibadah salat. Warna mukena bordirnya pun tak lagi didominasi putih. Menurut Jetty Hanaf, desainer busana muslim, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih mukena cantik di grosir mukena. Salah satunya bahan telekung Bandung. Sebaiknya, pilih bahan mukenah cantik yang nyaman dan bila dikenakan, tak terasa panas di kulit. Misalnya, katun atau sutra halus. ''Nyaman dipakai bukan berarti kainnya tipis. Apalagi, menerawang. Tentu tak cocok menjadi bahan mukena,'' katanya.

Ada
beberapa bahan telekung dari grosir mukena yang sebaiknya dihindari. Yakni, chiffon, parasit, serta satin. Jetty mengatakan, bahan satin tergolong berat dan panas bila dikenakan. ''Salat kan butuh khusyuk dan tenang. Jika mukena bordirnya bikin gerah, salat atau wiridannya jadi tidak tenang,'' paparnya.

Soal ukuran, kata pemilik Fir's Collection itu, bervariasi. Bergantung tinggi badan masing-masing orang. Kalaupun ingin membuat
mukena cantik sendiri, sebaiknya panjang minimal 25 sentimeter lebih panjang dari kaki dan tangan. ''Ketika salat, tak boleh kelihatan kakinya. Hal ini bisa disiasati dengan mengenakan kaus kaki,'' jelasnya.

Untuk mempermanis
telekung Bandung, boleh saja aplikasi bordir, renda, atau lukisan gambar tertentu. Asalkan, tak berlebihan. Apalagi, bila hiasannya lebih dominan (terlihat mencolok) dibandingkan mukenah cantiknya. ''Kalau pemanis mukena terlalu mencolok, nanti malah jadi pusat perhatian jamaah lainnya. Itu tak baik dan memunculkan sifat riya,'' katanya. Selain itu, konsentrasi beribadah jamaah lain rawan terganggu. (ai/nda)

http://www.jawapos.co.id/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di
Mukena - Telekung - Mukena Bordir - Grosir Mukena - Mukena Cantik - Telekung Bandung - Mukenah Cantik dan Mukena / Telekung: Mukena Bordir - Grosir Mukena & Mukenah Cantik Bandung di 88db.com
Selengkapnya Warna Bordir Mukena