Showing posts with label model pesawat tempur. Show all posts
Showing posts with label model pesawat tempur. Show all posts

Pesawat Model dari Kayu Balsa

Diposting oleh malamjumat on Jul 21, 2009

Pecinta aeromodeling pasti mengenal kayu balsa sebagai bahan untuk membuat pesawat model. Kayu balsa (Acroma Bicalor) mempunyai berat jenis 0,29 kg, lentur, dan tidak gampang lapuk, yang menjadikannya cocok sebagai bahan pesawat model.

Sebetulnya banyak jenis kayu yang dapat pula dipakai sebagai bahan pesawat
aero model, seperti kayu agatis, sengon, dan randu. Namun, kayu balsa tetap menjadi pilihan terbaik sampai sekarang, lantaran ringan dan lentur. Karena sifatnya itu, kayu balsa pun bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya, dibuat pelampung kapal, rakit, perahu, kerajinan tangan, atau bahan bangunan, seperti usuk, reng, dan maket bangunan.


Pohon kayu balsa yang berasal dari Costarica, Amerika Latin, masuk ke Indonesia sekitar abad ke 18. Sekarang ini, pohonnya dapat dijumpai di berbagai tempat di Tanah Air, antara lain di Jember, Ciamis, Tasikmalaya, Cilacap, Bogor, Bali, Gorontalo, Palu, Papua, dan Kalimantan Tengah.


"Kayu balsa masuk ke Jawa Barat, khususnya ke Tasikmalaya dan Ciamis, tahun 1928-an. Pihak perhutanan Belanda menanamnya secara teratur di berbagai tempat," papar Jony, seorang penanam kayu balsa di kawasan Tasikmalaya dan Ciamis, di rumahnya di Tasikmalaya, Januari lalu.


Tahun 1946, lanjut Jony, beberapa bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Belanda menyerahkan berbagai hutan luas yang terdiri dari bermacam-macam tanaman, termasuk hutan kayu balsa kepada Indonesia. "Karena mungkin dianggap tidak produktif dan belum tahu manfaatnya, tidak seperti hutan jati, mahoni, sengon, dan agatis. Tahun 1971-an hutan kayu balsa dimusnahkan. Barulah pada beberapa tahun lalu, mulai ada orang yang menanam kayu balsa. Itupun setelah ada permintaan dari masyarakat, antara lain untuk bahan pesawat
aero model," ujarnya.


Masih tumpang sari


Sampai sekarang, belum ada perkebunan atau hutan khusus berupa hamparan tumbuhan kayu balsa yang teratur. Tumbuhnya, umumnya, tumpang sari atau bercampur dengan tanaman lain.


"Menanam pohon kayu balsa itu dengan bijinya. Biji yang akan ditanam itu dimasukkan ke dalam air panas, lalu dibiarkan selama dua hari atau sampai kulit luarnya terlepas, " Jony menerangkan cara bercocok tanam kayu balsa.


Untuk memperoleh batang yang bagus, yaitu kayu empuk dan ringan, katanya, sebaiknya menanam biji kayu balsa di daerah lembab atau dekat air. Sebaliknya, jika ditanam di tanah yang keras dan kering, kayu pun akan keras sehingga kurang baik untuk
aero model plane. Cara penanaman yang baik dengan jarak 4-5 meter antara pohon satu dengan pohon lainnya. Kayu yang pas akan didapat setelah pohon berusia 4-5 tahun.


Biasanya, batang pohon kayu balsa dipotong dengan ukuran 110 cm, dan setelah diolah menjadi lembaran siap dipakai, rata-rata panjangnya 91 cm. Sementara tebalnya bervariasi, mulai dari 1 mm sampai 10 mm. Demikian lebarnya, ada yang 2,5 cm, 5 cm, 7,5 cm, dan 10 cm. "Dari satu kubik batang kayu balsa, setelah dipotong-potong dan diolah, bahan yang ideal untuk pesawat model hanya sekitar sepertiga bagiannya atau 30 persennya," ujat Ir. Tj. Imin Setiawan, perajin kayu balsa, di pabriknya di Tasikmalaya.


Menurut Imin, beberapa pecinta
aero model plane masih membeli kayu balsa dari luar negeri, seperti dari Singapura, Jepang, dan Amerika. Alasannya, kualitasnya lebih baik, seperti lebih presisi.


Menurut F.A. Boji Subari AS, aeromodeler dari Diklat Penerbangan Yayasan "Tutuko", Surakarta, pada pesawat model jenis control line (U Control) khususnya untuk F2 B (aerobatic) dan F2 C (team race), yang terbuat dari kayu balsa biasanya bagian badan, sayap, dan ekor, sedangkan F2 D (combat) hanya pada badan dan ekor atau stabilo. Sementara itu, hampir seluruh bagian helikopter model tidak ada yang dibikin dari kayu balsa.


http://aviation-models.blogspot.com

Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Pesawat Model dari Kayu Balsa

Sejarah Huruf Mandarin

Diposting oleh malamjumat on

Jaman dulu, tulisan Tionghoa semua seragam: tradisional (disingkat: trad). Ini adalah kakek buyutnya Mandarin. Baik China dan Taiwan masih menggunakan huruf trad. Tahun 1949, China merdeka. Pemerintahnya merasa huruf trad terlalu susah bagi orang asing yang ingin mengenal Mandarin. Juga pelafalan (spelling)-nya masih menggunakan Zhuyin Fuhao.

Sejak itu, pemerintah China memanggil seluruh guru terbaik Negara mereka untuk mengubah tulisan yang susah menjadi lebih gampang. Muncullah tulisan simplified (disingkat: simp) ini. Jika tulisan trad ada 15 gores, maka tulisan simp 'disulap' hanya ada 5 gores.


Lebih praktis.


Jaman dulu belum ada recorder yang sering dipakai wartawan. Alhasil, wartawan masih menggunakan pena dan kertas untuk menulis wawancara
seseorang. Bisa dibayangkan jika dalam 1 kalimat saja, puluhan huruf trad bisa ditulis dalam simp, maka hidup menjadi lebih gampang seperti slogan LG. Kira-kira begitu pemikirannya.

Satu masalah selesai, sekarang soal pelafalan. Ejaan zhuyin dianggap menyusahkan orang asing. Bagi yang belum tahu gimana sih ejaan zhuyin, karakternya seperti Katakana Jepang. Karenanya diciptakanlah yang namanya kita kenal sekarang: Hanyu Pinyin, yang menggunakan abjad Latin ABCD s/d WXYZ. Jika menurut pinyin, nama Jay Chou itu salah. Yang benar Jay Zhou. Juga nama Jolin Tsai yang seharusnya adalah Jolin Cai. Tapi kalau To Liong To itu adalah bahasa Hokkian.
Mandarinnya, Tu Long Dao (golok penggorok naga, seram ya artinya). Menteri pemilik panti pijat Kwik Kian Gie, Mandarinnya adalah Guo Jianyi. Nama Alfonso, Huang Fengyan, hokkiannya adalah Oey Honggan, masih saudara Oeyyong (Huang Rong) istri Kwee Ceng (Guo Qing). Dan sebagainya.


Tahun 1956, tulisan simp dan ejaan pinyin diresmikan dalam kongres. Dan mulai dipakai. Singapore adalah negara luar China pertama yang memakai huruf ini sampai menit ini.


Sementara
, Taiwan, yang menjadi 'induk' huruf trad memegang kekuasaan tunggal sejak China beralih ke simp tahun 1956. Sampai hari ini, Taiwan masih menggunakan trad dan zhuyin. Orang Taiwan banyak yang tidak mengenal huruf simp. Karena mereka memang merasa aneh. Fyi, 'aneh' karena huruf simp disingkat sampai kehilangan arti dan sejarahnya. Fyi lagi, huruf trad diciptakan oleh warga ribuan tahun lalu dengan mengambil unsur-unsur alam.


Trad dan simp punya nada dan arti yang sama, Hanya tulisan yang
berbeda, walau tidak banyak. Banyak juga yang masih sama. Di www.everydaymandarin.com, sudah dijelaskan sebagian pada menu FAQ.

Jadi, pilih belajar trad atau simp?


Ini masukan dari saya, tanyakan pada dirimu: apa tujuan saya belajar
Mandarin, seperti Bahasa Mandarin? Kalau ingin:

1. Berbisnis dengan Taiwan: belajarlah trad!
2. Berbisnis dengan China: belajarlah simp!3. Belajar hanya untuk cari jodoh di tempat kursus, habisin duitortu: belajarlah dua-duanya! Makin banyak tempat kursus Bahasa Mandarin yang Anda ikut, makin kenal banyak jodoh.

http://groups.yahoo.com

Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Sejarah Huruf Mandarin