Showing posts with label kursus ketrampilan. Show all posts
Showing posts with label kursus ketrampilan. Show all posts

Tips Memulai Sebuah Usaha

Diposting oleh Wikey on Sep 7, 2009

Betapa banyak orang ingin memulai berwirausaha. Ada yang siap dengan modal plus perencanaan yang njelimet, ada berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang mempunyai banyak uang, tapi bingung mau diapakan. Masih banyak yang tidak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai. Berikut rahasia yang umum dalam memulai berwirausaha:

1. Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini merupakan cara membuka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha catering atau belajar terlebih dahulu dan mengikuti pelatihan seperti Makeup Course atau kursus keahlian lainnya.

2. Jual Keunikan
Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan program komputer baru, misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya, apalagi khas dan unik sangat berpeluang menembus pasar.

3. Duplikasi Usaha Lain
Bagi yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup ''memfotokopi'' usaha itu, plus memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan).

4. Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreativitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan play station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.

5. Jual Keterampilan
Jeli mengenali bakat orang. Itu pun awal bisnis yang menantang seperti Kursus Akupunktur. Banyak orang berbakat yang jika dikembangkan dan diberi tempat bisa dijual lebih mahal seperti . Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salon- salon kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang ekslusif.

6. Beli Waralaba
Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot, waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelihan membaca waralaba mana yang bagus

7. Buka Lokasi
Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi, semisal ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga setempat dengan produk atau jasa yang mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling strategi di sana.

14. Usaha Bersama
Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan asing, sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama membuka usaha restoran, kelebihan masing-masing bisa saling memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya dan asah kemampuan dengan Les Privat sesuai dengan bisnis yang anda pelajari.

jurnal.diskopjatim.go.id/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Tips Memulai Sebuah Usaha

Strategi Menekuni Katering Sehat

Diposting oleh Wikey on

Gaya hidup sehat kini mulai merasuki kehidupan para eksekutif. Peluang inilah yang ditangkap sejumlah pengusaha yang terjun di bisnis katering sehat. Mumpung persaingannya belum sengit, Anda mau coba juga

Pakar pemasaran Hermawan Kartajaya ternyata mengidap penyakit diabetes sejak 23 tahun silam. Namun, sekarang Presiden MarkPlus Inc. ini bisa bernapas lega karena enam bulan lalu ia menemukan perusahaan katering yang cocok dengan kebutuhannya. Perusahaan ini rutin mengiriminya makanan sehat pada Senin-Jumat, selama di kantor. ”Paling baik adalah yang di-customize untuk tiap orang,” ujar Hermawan mengenai katering makanan sehat (Sate Ayam). Tak kurang Rp 2,5 juta sebulan harus ia anggarkan untuk jasa katering White Lotus ini. Toh, ia merasa harga itu masuk akal karena menu-menu yang diberikan healthy & tasty, penyajiannya bagus, dan menambah selera makan.

Program hidup sehat kini telah merasuki kehidupan banyak eksekutif. Tak hanya Hermawan yang mengidap penyakit tertentu, para eksekutif yang sehat pun kian sadar pentingnya mengontrol makanan selama seharian bekerja di kantor. Hal inilah yang direspons pebisnis katering makanan sehat, sehingga belakangan jasa katering jenis ini banyak bermunculan. Sebutlah, HealthFreaks, My Meal Catering, Prima Catering, Puspa Widjaya Utama, dan White Lotus.

Ines Gulardi M.Sc., ahli nutrisi dan salah satu investor HealthFreaks, mengungkapkan latar belakang ia dan mitra usahanya -- Ragil Imam Wibowo, komandan PT Trirekan Rasa Utama -- terjun ke bisnis ini. Yakni, karena kini banyak orang yang mulai sadar pentingnya makanan sehat. Sayangnya, mereka tidak tahu memulainya dari mana. Kalaupun banyak yang memulainya di rumah, biasanya akan menjadi kacau jika mereka berada di kantor. Terutama, bagi mereka yang bekerja dengan keterbatasan pilihan makanan, kecenderungannya adalah memilih apa yang tersedia di sekelilingnya. “Nah, untuk membantu pilihan makanan sehat, ada HealthFreaks,” ujar lulusan Bisnis Makanan dan Nutrisi Purdue University, AS, dan Master Nutrisi Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Adapun Ignatius Zaldy, pemilik My Meal Catering, mengaku termotivasi memulai usaha katering jenis ini karena pengalaman pribadinya. Maklum, ia mempunyai masalah hipertensi, asam urat tinggi, dan kelebihan berat badan. Ketika itu ia sulit mencari jasa katering untuk diet. Jikapun ada, tidak bisa mengantar ke tempat. Dari sini ia merasakan kebutuhan jasa katering makanan kesehatan. Dan pria yang tak memiliki latar belakang pendidikan di bidang gizi dan masak-memasak ini melihat hal itu sebagai peluang usaha yang baik. Lihat juga Kue Pengantin.

Bagi Peni M. Hartanto, pemilik Prima Catering, selain ingin mengajak orang lain hidup sehat, ia memilih bisnis ini karena merupakan bisnis langka yang menjanjikan karena tak mudah menyediakan menu yang pas bagi penderita penyakit tertentu. Karena itu, lulusan Fakultas Kedokteran UI ini berniat melakukan aktivitas produktif yang tak jauh dari tema kesehatan dengan manajemen yang bagus (Barcode Machine).

Menggarap segmen eksekutif tentu saja tak mudah. Perlu strategi khusus. Menurut Sinta K. Dewi, Manajer Pengembangan Bisnis HealthFreaks, sekarang perusahaan yang didirikan pada 2006 ini bekerja sama dengan sejumlah korporat secara langsung, seperti dengan fitness centre dan rumah sakit. Untuk pusat kebugaran, contohnya, HealthFreaks melakukan promosi bersama, misalnya dengan mengadakan kegiatan Fun Run dan Aerobik. HealthFreaks pun mengedukasi masyarakat melalui talk show di Hardrock FM, Radio SK, dan Metro TV, serta mengadakan seminar dan memberikan informasi tentang makanan sehat melalui situs webnya, www.HealthFreaks.info. Diakui Ines, hal ini tak mudah karena kebanyakan dari masyarakat bersifat angin-anginan.

swa.co.id

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Strategi Menekuni Katering Sehat