Showing posts with label bahan kain. Show all posts
Showing posts with label bahan kain. Show all posts

Flanel Bahan Baku Permadani

Diposting oleh karpetitem on Jul 28, 2009

Prospek kerajinan flanel berbahan Kain flanel dari Boneka flanel sampai sandal sepatu untuk souvenir flanel. Kain flanel atau felt sebenarnya adalah bahan pembuat permadani tetapi selanjutnya kerajinan souvenir flanel berkembang Produk kain flanel sangat berfariasi mulai dari kreasi souvenir boneka flanel sampai sandal dari kreasi flanel. Berbagi produk souvenir flanel fungsional seperti souvenir boneka flanel, kerajinan souvenir gantungan kunci flanel, kreasi souvenir gantungan hp flanel dan masih banyak lagi produk dari kerajinan flanel yang berbahan dasar kreasi flanel ini.

Sebelumnya saya telah menyampaikan peluang usaha souvenir sandal boneka di sini mari kita bandingkan .Anda ingin tahu sebarapa prospektif usaha kerajinan flanel berbahan dasar kain flanel ini. Dengan modal rp. 1 juta keuntungan sampai 3 juta perbulan, luar bisa bukan. Kira2 perhitunganya seperti ini:
1.Bahan
* Kain Flanel Rp. 2.800.000,-
* Kain keras Rp. 550.000,-
* Lem Rp. 100.000,-
* Bahan velboa Rp. 6.000.000,-

2. Biaya operasional
* Karyawan Rp. 500.000,-
* Jasa bordir jahit dan obras Rp. 1.600.000,-
* Operasional lain Rp. 250.000,-

3. Rata rata omzet Rp. 14.500.000,-

4. Keuntungan ( rata2 20%) Rp. 2.900.000,-

http://belajarusahakecil.blogspot.com/

D
ukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Flanel Bahan Baku Permadani

Perpaduan Kain Tradisional & Modern

Diposting oleh malamjumat on Apr 28, 2009

Panduannya sama saja; berprinsip pada memaksimalkan kecantikan dan bentuk tubuh yang disesuaikan dengan acara dimana busana itu dikenakan. Hal yang penting untuk diingat adalah mengenali jenis kain dan kesan yang ingin ditampilkan. Contohnya, jenis kain tertentu seperti songket bertekstur tebal dan kaku. Kalau Anda ingin menampilkan kesan feminin yang lepas melambai, hindari penggunaan kain ini.

Kecuali Anda ingin menciptakan efek futuristik dengan menjadikan songket ini jaket kaku dengan bahu mencuat ala Balenciaga atau Yves Saint Laurent, maka hal itu bisa saja.Kalau ingin berbusana ringan melayang seperti sackdress Diane Von Furstenberg, pilih kain ringan seperti kombinasi sarung bugis dan sifon sutra rancangan Andi Saleh. Mungkin sedikit banyaknya Anda tau tentang kain sarung, cotton sarong, cotton sarongs, grosir sarung, grosir kain, grosir batik. Jadi tidak terlalu awam.

"Anda harus tahu efek yang didapat dari setiap kain," saran Andi Saleh tentang tips mengenakan busana berkain tradisional ini. “Mau simple mewah atau mewah glamor, tinggal cocokkan saja dengan kain dan atasannya.” Andi Saleh menuturkan bagaimana menyeimbangkan bawahan batik dengan atasan blus sederhana atau kebaya encim untuk kesan simple.


Kalau Anda membutuhkan efek mewah, pilih kain yang lebih 'berat' seperti songket atau kain prada dari Bali yang bernuansa emas. "Yang penting, sesuaikan warnanya dengan kulit dan kepribadian Anda," tambah Andi Saleh. Kalau Anda belum yakin dengan warna kain yang cocok, anda bisa bermain aman dengan memilih warna netral seperti hitam atau beige.


Untuk sehari-hari, cobalah lebih 'fun' dalam mengenakan kain tradisional ini. Untuk yang masih malu mengenakan kain tradisional, padankan kain tradisional dengan busana-busana dari label kontemporer. Jadikan kain lurik menjadi rok mini atau selutut, lalu padukan dengan tshirt hitam polos (Mango, misalnya). Dengan sepatu flat atau strappy sandal, kain lurik itu akan menjadi sangat casual. Atau kalau ingin bergaya bohemian, ubah saja kain batik megamendung menjadi rok semata kaki, tutup dengan tanktop putih dan kardigan hitam. Pengetahuan tentang
kain sarung, cotton sarong, cotton sarongs, grosir sarung, grosir kain, grosir batik sedikit banyaknya akan menambah wawasan.


Tips untuk tampil aman dengan kain tradisional bisa dengan meniru cara Frida Gianini (disainer Gucci saat ini) dalam merancang koleksi musim panas 2008. Dengan dasar warna hitam dan putih, ia bermain dengan satu tambahan 'warna lain', solid atau lembut. Warna lain inilah yang bisa Anda terapkan pada pilihan kain tradisional sebagai centerpiece.


Dengan mengenakan kain tradisional, tampil cantik dan anggun itu sudah pasti didapat. Walaupun misalnya berbahan
sarung batik, kain sarung batik yang penting bisa menyesuaikan. Tak hanya itu saja, Anda akan merasakan sesuatu yang baru dalam berpenampilan. Anda mengusung suatu nilai budaya dan kebanggaan akan identitas nasional. Bayangkan, saat Anda bersosialisasi dengan teman-teman Anda yang berasal dari luar negeri, mereka akan penasaran dengan motif atau bahan busana yang anda kenakan. Bila mereka mengira-ngira rok yang Anda pakai itu produksi Cavalli, Anda bisa dengan bangga menjawab; "It's songket, one of my national heritage."


www.sendokgarpu.com

Temukan informasi lainnya mengenai
Kain Sarung - Cotton Sarong - Cotton Sarongs - Grosir Sarung - Grosir Kain - Grosir Batik - Grosir Kain Batik - Kain Sarung Batik - Sarung Batik hanya di Bags Cotton Sarong: Beach Sarongs-Sarong Wrap&Grosir Kain Sarung-Sarung Batik Cemani Jawa Tengah pada
88db.com
Selengkapnya Perpaduan Kain Tradisional & Modern

Tips Merawat Baju Kebaya Tradisional

Diposting oleh Unknown on Apr 22, 2009



Kini kebaya tak harus melulu berkesan tua. Bisa dilihat, sekarang telah banyak rancangan Desain Kostum kebaya modifikasi yang cocok dikenakan bahkan oleh remaja. Kebaya pun bisa dikenakan dalam berbagai acara, baik formal maupun non-formal.

Memang, pakaian kebaya dengan Desain Gaun yang mewah membutuhkan perawatan khusus. Bahannya yang biasanya merupakan brokat atau serat halus, dan dihiasi dengan berbagai payet, harus ditangani dengan berbeda agar Desain Kostum kebaya anda unik dan berbeda.Di Fashions House & Rumah Fashion anda akan menemukan baju kebaya yang unik dan murah.

1. Bahan dan Aplikasi
Mencuci kebaya bukanlah hal mudah. Apalagi bila Desain Kebaya Anda dipenuhi dengan payet-payet yang cantik. Untuk menghindari rusaknya aplikasi payet tersebut, jangan sekali-kali mencucinya di mesin cuci, atau menguceknya.
Selain beresiko akan merusak aplikasi payet, tindakan tersebut akan merusak serat kain yang halus. Untuk amannya, tak ada salahnya Anda mencucikan kebaya mewah Anda di laundry yang terpercaya.

2. Cara Mencuci
Bila Anda ingin mencuci kebaya Anda sendiri, Anda harus memberi perhatian lebih. Pertama-tama, rendam dalam air bersih yang telah dicampur satu sendok makan bubuk detergen. Jangan rendam terlalu lama, 10 menit saja cukup, lalu bilas sampai bersih. Untuk menjemurnya, disarankan agar menghindari sinar matahari langsung. Bahkan sebenarnya cukup diangin-anginkan sampai kering.Temukan koleksi kebaya yang bagus dan unik di Fashions House & Rumah Fashion

3. Enyahkan Noda
Kadang tanpa sengaja, kita mengotori Desain Kebaya dengan noda. Bila itu terjadi, gunakan saja air jeruk nipis tepat di atas noda. Diamkan beberapa saat sampai cukup meresap, lalu rendam bagian kebaya Anda yang bernoda tersebut.

4. Usir Ngengat
Ngengat adalah musuh pakaian. Desain Gaun kebaya yang sudah cukup lama Anda simpan di lemari pun bisa menjadi sasaran empuk bagi ngengat. Sesekali keluarkan koleksi kebaya yang telah lama Anda simpan dari dalam lemari dan angin-anginkan.

Untuk mengusir ngengat, jangan lupa taruh kapur barus atau kamper di lemari tempat Anda menyimpan kebaya. (*)



Temukan informasi mengenai Fashions House - Rumah Fashion - Desain Kebaya - Desain Gaun - Desain Kostum dan Desain Kebaya Fashions House: Rumah Fashion - Desain Gaun & Kostum Jakarta Barat pada 88db.com.

http://www.jambi-independent.co.id
Selengkapnya Tips Merawat Baju Kebaya Tradisional

Sarung Tradisional

Diposting oleh Unknown on Apr 20, 2009



Kain Sarung Tenun tradisional menurut bahasa masyarakat Pekalongan menyebutnya tenun tok-klek karena menirukan bunyinya, kata tok karena pengaruh bunyi pengait sisir tenun ketarik pada saat kaki seorang penenun pada saat menginjakan kakinya pada alat injak untuk membuka benang lusi untuk Cotton Sarong. Sedangkan kata klek karena pengaruh bunyi pada saat seorang penenun menarik alat sekoci untuk benang pakaian yang fungsinya untuk mengayam kain. Kedudukan benang lusi yaitu kontstuksi benang yang memanjang sedangkan benang pakan yang melebar.

Namun seiring perkembangan pasar pengrajin mulai banyak meninggalkan tradisi yang asli dengan tujuan untuk menekan overhead cost & meningkatkan omset produksi, maka dibuatlah kain yang konstruksi & teksturnya sama persis seperti kain tenun Tradisional dengan cara dibuatlah kain Sarung Batik dengan cara ditenun dengan Alat Tenun Mesin ( ATM ). Sama artinya kain tekstil yang dibuat oleh pabrik. Dengan demikian jika costumers tidak paham betul tentang kain sarung atau Cotton Sarong maka akan kecolongan salah dalam memilih kain karena Alat Tenun Mesin ( ATM ) bisa mengerjakan jenis kain apa saja termasuk kain tradisional misal kain tenun tradisional seperti Beach Sarongs & Sarong Wrap.

Maka, tidak heran jika kain Sarung Batik yang dihasilkan oleh mesin atau alat tenun mesin ( ATM ) keadaan tekstur atau kerapatan benangnya sama karena tenaga yang dihasilkan oleh mesin sama atau stabil. Sedangkan tenun tradisional berbeda karena stabilitas tenaga yang dikeluarkan tergantung tenaga manusianya yang mengerjakan, maka tekstur kain atau kerapatan benangnya tampak alami.

Kebanggaan pengguna untuk memakai kain-kain yang dihasilkan secara tradisional(cth kain tradisional Beach Sarongs & Sarong Wrap) bisa kecewa apabila paham betul apa yang dipakainya sebenarnya bukanlah kain tradisional jika tidak tahu asal usul prosesnya kain. Maka, yang paling gampang membedakannya pada saat bahan tersebut masih dalam bentuk kain yang belum dijahit. Kain yang dihasilkan dari alat tenun mesin ( ATM ) tampak rapi beraturan pada bagian tepi kain karena dalam mesin ATM dilengkapi dengan alat mesin perapihan dan penyesuaian, sedangkan tenun tradisional rata tetapi tidak beraturan pada tepi Kain Sarung.

Temukan info menarik tentang Cotton Sarong - Beach Sarongs - Sarong Wrap - Kain Sarung - Sarung Batik - Grosir Sarung dan Cotton Sarong: Beach Sarongs-Sarong Wrap&Grosir Kain Sarung-Sarung Batik Cemani Jawa Tengah pada 88db.com
Selengkapnya Sarung Tradisional