Showing posts with label baby education. Show all posts
Showing posts with label baby education. Show all posts

Metode Pengajaran Flash Card dan Dot Card

Diposting oleh malamjumat on Apr 21, 2009

"Bagaimana mungkin baby flashcards dan dotcards bisa meningkatkan kecerdasan anak ?"
Pertanyaan yang sangat wajar tentunya, karena penerapan permainan baby flashcards/dotcards di Indonesia masih di lingkungan yang sangat terbatas. (catatan: untuk selanjutnya, flashcards dan dotcards ditulis dengan "F/D")

Jawaban langsung dan singkatnya adalah :
Permainan F/D yang dilakukan dengan menunjukkan gambar secara cepat (1 gambar per detik) akan men-trigger OTAK KANAN untuk aktif menerima informasi yang muncul di hadapan mata.

Mengapa harus otak kanan ?

Untuk menjawabnya, kita perlu tahu dulu apa perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan.

Tahun 1968, Dr. Roger Sperry pertama kali menemukan perbedaan fungsi otak yang berbeda antara belahan kiri dan kanan. Secara garis besarnya, fungsi yang dikendalikan oleh masing-masing belahan otak adalah sbb :

OTAK KIRI mengendalikan :

1. pikiran sadar
2. analisa, logika, rasional
3. bahasa

OTAK KANAN mengendalikan :

1. pikiran bawah sadar
2. emosi
3. kreatif, intuitif

Mungkin anda pernah mendengar dimana para ahli mengatakan bahwa kita HANYA menggunakan 3% dari seluruh kemampuan otak. Mengapa ? Karena sebagian besar kemampuan otak terkunci di dalam pikiran bawah sadar, yang merupakan bagian dari otak kanan.

Jika dijabarkan lebih lanjut, otak kanan akan mengendalikan fungsi :

1. photographic memory
2. speed reading, listening
3. automatic mental processing
4. mass-memory
5. multiple language acquisition
6. computer-like math calculation
7. creativity in movement, music and art
8. intuitive insight

Anda lihat, betapa powerfulnya kemampuan yang tersimpan di otak kanan, sementara hampir seluruh kehidupan kita, baik mulai dari sekolah sampai dengan kegiatan sosial sehari-hari hanya menekankan pada kemampuan otak kiri.

Artinya, sistem pendidikan dan masyarakat saat ini hanya menfokuskan pada kemampuan otak kiri saja. Perkembangan otak kanan seakan-akan ditinggalkan begitu anak masuk Sekolah Dasar.

Anda lihat, begitu masuk SD, anak selalu dituntut untuk selalu berpikir logis, rasional, dst., yang merupakan sifat dari fungsi berpikir otak kiri.

Jangan salah paham !

Saya TIDAK mengatakan bahwa perkembangan otak kiri itu tidak diperlukan. Kemampuan otak kiri yang baik SANGAT diperlukan. Tetapi, perkembangan otak kanan JANGAN sampai ditinggalkan ! Ada yang menstimulusnya dengan kartu anak sebagai kartu belajarnya.

Artinya, kita perlu menyeimbangkan kemampuan kedua belahan otak, supaya kecerdasan anak berkembang dengan maksimal. Dan sebelum anak-anak kita terlanjur terjun ke dunia otak kiri di sebagian besar hidupnya nanti, maka tugas kitalah untuk mengembangkan otak kanan anak.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perkembangan otak kanan, antara lain yaitu image training (latihan imajinasi), visualisasi, dll., termasuk juga permainan F/D ex: baby card, kids flashcards, education card.

Mengenai permainan dotcards, ada sebuah pertanyaan yang sangat sering ditanyakan, yaitu,

"Kita orangtua saja tidak bisa mengerti berapa jumlah dot yang diatur secara acak itu. Bagaimana mungkin anak balita bias menerima dan mengerti ?".

Disitulah perbedaan orang dewasa dengan anak balita. Kita orang dewasa sangat cenderung menggunakan otak kiri untuk menerima segala informasi, sedangkan anak balita sangat mudah menerima informasi dengan menggunakan otak kanannya.

Contohnya, jika saya katakan no.telp. saya adalah 89678524, apakah anda langsung ingat sekarang ? Saya yakin sebagian besar dari kita tidak akan ingat.

Mengapa ? Karena kita menerima informasi tersebut dengan otak kiri yang kemampuan menyimpan memorinya sangat terbatas.

Dr. Makoto Shichida, seorang spesialis perkembangan anak balita, dalam bukunya "Right Brain Education in Infancy" menjelaskan sebuah hasil studi di Nippon Medical Center oleh Prof. Shinagawa terhadap seorang anak yang bernama Yuka Hatano.

Yuka Hatano adalah seorang juara dunia menghitung cepat, yang mampu menghitung 16 digit soal LEBIH CEPAT daripada kalkulator ! Ketika Yuka melakukan perhitungan tersebut, melalui "PET scan" terlihat bahwa yang mengendalikan fungsi otaknya adalah otak kanan bagian belakang.

Itulah kehebatan dari otak kanan yang telah berkembang.

Jadi, mari kita berikan stimulasi-stimulasi kepada anak-anak kita sehingga perkembangan otaknya, baik kiri maupun kanan bisa tumbuh dengan seimbang, ada yang melakukan misalnya dengan education flashcards, ex: education card, kids flashcards, dll.


www.e-smartschool.com


Temukan informasi lainnya mengenai Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards hanya di Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandung pada 88db.com

Selengkapnya Metode Pengajaran Flash Card dan Dot Card

Ahli Psikologi dan Flashcard

Diposting oleh karpetitem on Apr 14, 2009

Memberikan stimulasi kepada bayi atau anak dengan metode baby flashcards saat ini sering dipraktekkan. Di kalangan para ahli psikologi dan perkembangan anak, memberi stimulasi dengan metode education flashcards ini mengundang pro dan kontra.

Ada
yang menilai metode baby education ini baik selama sifatnya tidak memaksa dan disesuaikan dengan tahapan education flashcards. Namun ada pula yang berpendapat stimulasi dengan cara kartu belajar bukanlah stimulasi alami seperti halnya aktivitas bermain pada anak.

Salah satu ahli yang menentang metode stimulasi kids flashcards adalah Psikolog dan Playtherapist dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si. Dalam pandangannya, mengajarkan anak dengan kartu anak termasuk kategori overstimulation atau stimulasi yang berlebihan. "Tidak benar menyuruh bayi belajar baby education, misalnya dengan baby card karena ini adalah overstimulation. Seorang pakar bermain Brian Sutton-Smith menegaskan ini sudah termasuk cognitive child labor atau secara kognitif anak sudah dipekerjakan terlalu keras dengan baby card," ungkap Mayke di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut pendapat Mayke, ketika orang tua menyodorkan education card berarti anak harus diam dan diminta memperhatikan sehingga anak sudah dituntut untuk belajar. "Di sana yang lebih ditekankan adalah faktor kognitifnya. Padahal di usia awal pertumbuhan yang harus dikembangkan adalah senses-nya (sensomotorik), bukan memori. Artinya, bukan melatih memori secara khusus dengan diperlihatkan baby flashcards. Itu sudah termasuk belajar yang sepertinya ada target yang ingin dicapai. Jadi sudah bukan bermain lagi," ungkapnya.

Mayke mengakui bahwa dengan pemberian metode education card yang sifatnya singkat-singkat, mungkin anak akan cepat menangkap kartu belajar, mengingat dan mempelajari kartu anak. Ada banyak penelitian yang mendukung maupun yang menentang metode kids flashcards ini. "Tentu penelitian itu ada yang pro dan kontra. Ada yang mengatakan itu bagus. Tetapi kontra juga sudah mengatakan bukti-bukti bahwa itu tidak baik bagi perkembangan anak karena masa anak adalah masa bermain di mana mereka tak bisa dituntut untuk diam dan belajar dengan suatu materi," tegasnya.

Mayke juga menilai dengan metode flash card hanyalah membantu percepatan kemampuan untuk sementara, dan yang dikhawatirkan justru anak akan jenuh sebelum waktunya. "Dari hasil penelitian menunjukkan, rangsangan terlalu dini yang sifatnya overstimulation ketika anak sudah bisa membaca hanya merupakan percepatan yang bersifat sementara. Tetapi saat mereka sudah menginjak kelas 4 SD dan prestasinya dibandingkan, tidak ada perbedaan yang signifkan," terangnya.

http://www.e-smartschool.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards dan Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandung di 88db.com
Selengkapnya Ahli Psikologi dan Flashcard

Flashcard Untuk Buah Hati Anda

Diposting oleh karpetitem on Apr 3, 2009

“Apakah VCD (yang berisi pendidikan bayi) atau program TV khusus baby education memberikan manfaat yang lebih baik dan memberikan bekal yang lebih banyak terhadap anak dimasa serba digital ini?” Inilah pertanyaan yang ada dikepalaku melihat begitu banyak program dan VCD yang meng-klaim education flashcards yang baik perkembangan otak bayi.

Selama ini, Fabian belum terekspose terhadap TV atau alat digital lainnya. Saya yang setia menonton TV selama berada dirumah (kadang 8-12jam sehari), menghentikan kebiasaan ini sama sekali ketika Fabian lahir. Concern pertamanya adalah takut kalau saya nonton, anak saya juga menonton, atau malah terganggu dengan suaranya.

Sekarang Fabian sudah satu tahun 3bulan, saya berpikir, apakah baby education melalui TV,VCD atau applikasi interactive lainnya memang sudah harus diperkenalkan kepadanya. Tapi hasil baca dari berbagai sumber mengatakan bahwa menonton TV, VCD atau kegiatan education flashcards melalui software TIDAK DIANJURKAN untuk bayi dibawah 2 tahun.

Dimasa 0-2 tahun adalah masa perkembangan emas dari bayi baik fisik, otak dan emosi. Untuk itu dia memerlukan rangsangan baby flashcards yang komplit. Sedangkan TV hanya memberikan rangsangan education card terhadap mata dan telinga. Bayi tidak bisa memegang, merasakan, menggerakan badannya untuk meraih dan melihat akibat dari apa yang dia lakukan secara langsung. Selain itu TV memberikan perubahan gambar yang sangat cepat, dan bila anak terus menerus menonton TV, durasi konsentrasinya akan memendek, atau yang dibilang 2minutes concentration.

Untuk anak diatas 2 tahun, bisa mulai diperkenalkan dengan kids flashcards dan baby card, tapi dengan berbagai ketentuan tentunya. Pertama, batasi waktu menonton sampai 1 jam perhari. Terlalu lama menonton TV mendorong kebiasaan untuk mengemil dan akhirnya menimbukan obesitas.

Kedua, pilih program baby flashcards yang akan ditonton. Beberapa station TV telah mencantumkan kode education card yang menunjukkan category kartu belajar dari suatu program. Sudah tentu hindari kategory adult, atau bimbingan orang tua dan pilih yang cocok untuk kids flashcards (segala umur) dan yang mendidik/memiliki nilai pendidikan kartu anak atau baby card yang mau disampaikan. Tidak hanya kemampuan logis, tapi juga social dan emotional skill.

Ketiga, cari informasi mengenai program kartu belajar dari berbagai sumber. Jangan biasakan mencari program kartu anak seperti yang biasa kita lakukan, mengganti channel dengan remote ditangan. Ketahuilah dulu program yang akan ditonton, apa isinya, jam berapa tayangnya

Terakhir, temanin anak ketika menonton atau bermain dikomputer. Dengan demikian, anak akan mendapat arahan yang jelas dan tidak merasa ditinggalkan oleh orang tua. Ada yang mengatakan bahwa dengan cara ini, akan lebih mudah berkomunikasi dengan anak dimasa depan, karena mereka sudah terbiasa berdiskusi dengan orang tua.

Yah memang semua yang saya tulis disini adalah teori.. dan dalam pelaksanaanya akan sulit. Tapi tidak ada salahnya kalau mulai dari bayi, kita biasakan kebiasaan ini. Saya yakin semakin banyak orang tua yang mengetahui ini, maka semakin baik pula pendidikan anak kita. Bagaimana menurut anda?

http://www.morinagaplatinum.com/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards dan Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandun di 88db.com
Selengkapnya Flashcard Untuk Buah Hati Anda