Home » All posts
Penelitian Terhadap Baju Baru
Diposting oleh pulat on Apr 25, 2011
Desain Grafis: Hasil Dari Sebuah Cipratan
Diposting oleh pulat on
Perawatan Khusus Ala Sola Aoi
Diposting oleh pulat on
Dua Istilah Headhunter dan Outsourcing ??
Diposting oleh pulat on
Kebiasaan Sebelum Nikah Untuk Wanita
Diposting oleh Kyoicikyosuke on Apr 24, 2011
wedding - Bagi calon mempelai wanita, mempersiapkan diri menjelang upacara pernikahan menjadi bagian yang sangat penting. Selain mental dan psikis yang ditata baik, kesiapan fisik juga menjadi perhatian. Salah satu perawatan yang kerap dilakukan oleh calon pengantin perempuan adalah ritual ratus. Metode yang dahulu kala hanya dibisikkan perlahan di telinga calon mempelai wanita oleh sang ibunda, kini telah menjelma menjadi hal yang lumrah dan lazim dilakukan.
Sejak zaman Majapahit, ratus telah dilakukan oleh para putri kerajaan. Perbedaan yang mendasar dengan metode ratus yang sekarang hanya terletak pada cara dan bahannya saja. Meski tidak berbeda jauh, ratus saat ini dikemas lebih modern, menggunakan aroma theraphy yang lembut sehingga membantu proses relaksasi.
Ratus umumnya dikenal juga dengan vagina spa, proses ini umumnya terdiri dari pembersihan bagian vital, scrub, pijat, fogging atau pengasapan, berendam sampai pada pemberian minuman kesehatan khusus wanita. Vagina Spa sendiri berguna untuk menghilangkan bau tidak sedap pada vagina, selain itu juga berguna untuk meningkatkan vitalitas organ intim. Vagina spa bisa juga dilakukan oleh para ibu yang usai melakukan proses persalinan, gunanya untuk mengembalikan elastisitas organ intim dan mencegah keputihan. Namun ada baiknya vagina spa tidak sering dilakukan karena dapat membunuh bakteri dan mengurangi keasaman vagina.
Vagina spa banyak tersedia di salon kecantikan namun bisa juga dilakukan sendiri di rumah. Bahan-bahannya sudah banyak tersedia di salon kecantikan dan beberapa took obat herbal. Untuk prosesnya menggunakan bahan-bahan herbal yang direbus lalu dituang ke dalam wadah keramik atau tanah liat. Upayakan uap yang dihasilkan tak terlalu panas. Saat penguapan dilakukan, duduklah di atasnya dan tubuh ditutup kain sarung atau kemben. Kemudian duduklah di kursi khusus yang dilubangi di bagian tengahnya, sementara mangkuk keramik berisi air rebusan ditaruh tepat dibawah kursi tersebut.
Biarkan selama 10 hingga 15 menit sampai uap habis. Karena fokusnya ke arah organ intim, penguapan dianjurkan tidak terlalu sering dilakukan, maksimal dua kali seminggu.
Ide Jitu Atasi BOS Menyebalkan
Diposting oleh Kyoicikyosuke on
Relationship - Bekerja bersama atasan yang menyebalkan, pernahkah terbayang dalam pikiran kalian? Sayangnya, jika berada dalam situasi tersebut, kebanyakan dari kita justru memilih diam dan tidak bereaksi. Kemudian memendam sendiri semua kemarahan, kebencian dan menggunjingkannya bersama rekan kerja lain di waktu jam istirahat atau pulang kantor.
Jika bos kalian sudah dianggap menyebalkan, cobalah menilai kembali relasi anda dengan si bos. Misalnya, pernahkah kalian bertegur sapa secara hangat? Atau jangan-jangan kalian hanya saling diam dan tidak saling menegur meski berada dalam satu lift? Nah, coba lihat kembali hubungan personal kalian, sebagai seorang kawan, seorang manusia yang saling berkomunikasi, tanpa basa-basi!
Ganti paradigma anda dengan hal yang positif. Cobalah kenal sosok atasan anda dengan lebih dekat. Tidak mudah memang tetapi setidaknya anda mengetahui kepribadiannya terlebih dahulu sebelum mencapnya sebagai atasan yang menyebalkan.
Cara kedua yang bisa dicoba adalah dengan membahasnya secara personal. Bicaralah perlahan di waktu yang tepat. Ungkapkan penilaian anda seputar hal yang dianggap menyebalkan dari si bos. Ungkapkan dengan tutur kata yang santun, dan yakinkan dia bahwa kritik ini akan membuat hubungan kalian akan lebih baik.
Cara ketiga, bila kekesalan anda terhadap si bos telah memuncak, sebaiknya mintalah pendapat rekan sekerja. Tanya dan diskusikan solusi terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Terkadang masukan dan pandangan orang lain berbeda dan dapat menjadi solusi tersendiri.
Nah, bila anda masih tidak tahan juga dengan kondisi ini. Mintalah kepada supervisor untuk dapat dipindahkan ke bagian lain. Atau jika anda benar-benar tidak tahan, segeralah buat surat lamawan dan CV yang baru. Mungkin inilah saatnya anda pindah kerja!
Tips Dalam Membuat Home Movie
Diposting oleh Kyoicikyosuke on
1. Peralatan
Kamera
Tidak semua dari kita punya akses ke kamera video profesional atau bahkan handycam. Namun disekeliling kita pasti ada yang memiliki ponsel berkamera, kamera digital saku, atau kamera DSLR. Kecuali untuk model yang terlampau lama, kamera-kamera tersebut bisa merekam video. Mungkin kamu sudah punya, atau bisa juga pinjam punya temanmu. Jika bisa, usahakan pakai DSLR karena DSLR memiliki fitur fotografi yang komplit. Tapi jika kamu cuma ada kamera ponsel, jangan khawatir, tetap maju terus! Peralatan nomor dua, cerita nomor satu!
Pencahayaan
Apapun jenis kameramu, usahakan untuk merekam adegan di lokasi yang cukup cahaya. Jika kamu di dalam ruangan, kerahkan seluruh sumber cahaya yang kamu miliki. Misalnya: lampu belajar, lampu meja, lampu emergency. Silahkan bereskplorasi dengan sumber cahaya. Lakukan tes shooting. Arahkan lampu belajarmu ke subjek kamu. Terlihat baguskah? Atau mungkin kamu harus pantulkan ke dinding? Coba beberapa variasi dan tentukan mana yang terlihat bagus buatmu dan pada saat yang bersamaan juga terlihat natural dan sesuai dengan konteks adegannya.
2. Cerita
Ciptakan adegan yang segar
Seberapa sering kamu melihat orang bangun tidur atau orang berjalan sendirian sebagai adegan pembuka? Hindari hal-hal umum dan buka ceritamu dengan sesuatu yang baru. Mungkin aktivitas yang jarang dipakai di film. Di sebuah sinetron bertahun-tahun yang lalu, saya terkesan dengan adegan pembuka sebuah scene, yaitu Teuku Ryan sedang menggunting kuku ketika pintu rumahnya diketuk. Adegan tersebut bisa saja dengan mudahnya dibuat menjadi Teuku Ryan sedang membaca koran ketika pintu rumahnya diketuk. Tapi tentu adegannya akan mejadi sangat klise.
Gunakan “What if”
What if (bagaimana jika) adalah cara yang ampuh untuk menciptakan ide untuk sebuah cerita. Bagaimana jika… seorang debt collector menghadapi nasabah yang memiliki penyakit short term memory? Ia bisa saja menagih hutang tiap hari dan terus-terusan dibayar. Silahkan bermain-main dengan “what if” dan biarkan imajinasimu berkembang. Tentu, karena kamu membuat home movie, batasi imajinasimu jika menyangkut ke props (barang-barang pendukung) yang mahal. Pastikan elemen-elemen di cerita kamu adalah hal-hal yang sudah kamu punya, atau bisa kamu pakai dengan gratis atau murah.
3. Pengarahan
Adegan
Pengarahan atau direction adalah pekerjaan membuat materi tertulis menjadi “hidup”. Rancang filmmu supaya memiliki keseimbangan antara dialog dan bahasa tubuh. Jika di skenariomu tertulis: “di dermaga itu, Henny bertemu dengan Bara dan mengatakan kepadanya “aku sedih sekali harus berpisah, Bara.” Maka dalam pengadegannya, kamu bisa rubah menjadi: Henny melihat Bara datang, namun alih-alih menghampiri Bara, ia pergi ke sudut dermaga dan memandang ke matahari terbenam. Bara menghampiri Henny, lalu bertanya: “Ada apa?” Namun Henny hanya terdiam sambil tersenyum sedih. Dengan mengubah adegan tersebut, pesan tetap tersampaikan namun dengan cara yang lebih tersirat.
Baca Selengkapnya disini