Showing posts with label chinese lampion. Show all posts
Showing posts with label chinese lampion. Show all posts

Baju Koko Mulai Laris Manis Jelang Lebaran

Diposting oleh Wikey on Sep 15, 2009

Masyarakat Palembang dan sekitarnya mulai membeli Baju Koko dan busana muslim lainnya untuk persiapan lebaran 1430 hijriah mendatang.

"Saya membeli baju koko ini untuk dikenakan pada Idul Fitri 1430 hijriah nanti," kata salah seorang warga, Adi, di Palembang, Sabtu (5/9).

Menurut dia, dirinya sengaja berbelanja sekarang karena kalau mendekati lebaran nanti biasanya ramai dan harganya juga lebih mahal.

"Kalau sekarang masih bisa memilih baju koko itu dengan agak leluasa, tidak terlalu berdesak-desakan dengan pembeli lain," ujarnya.

Ia menyatakan, kalau sudah membeli baju koko saat ini, maka perasaan sudah aman karena sudah ada pakaian untuk Idul Fitri nanti. Berdasarkan pantauan ANTARA, mereka yang membeli baju koko itu tidak hanya bapak-bapak dan pria dewasa saja, tetapi para ibu-ibu juga terlihat memilih pakaian tersebut (Chinese Lampion).

Harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas bahan dan Design Collection baju koko tersebut. Untuk kualitas paling rendah baju koko yang dijual di pedagang kaki lima sekitar Rp25 ribu per lembar, sedangkan di pusat perbelanjaan harga baju koko yang paling murah Rp49.600 per lembar sesuai dengan kualitas bahan pakaian tersebut.

Sementara pedagang busana muslim wanita juga ramai dikunjungi oleh remaja putri dan para ibu-ibu pula. Harga yang ditawarkan juga bervariasai mulai Rp80 ribu per lembar untuk atasan saja. Mereka yang membeli busana muslim wanita ini tampak lebih memilih warna putih.

regional.kompas.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Baju Koko Mulai Laris Manis Jelang Lebaran

Kreasi Lampion Sendiri

Diposting oleh malamjumat on Sep 7, 2009

Bagi warga keturunan Tionghoa semua hal selalu memiliki makna. Mulai dari tata letak ruangan, berbagai ritual tradisional, warna, hingga aksesoris. Termasuk aksesoris pribadi semisal baju koko, topi, dsb.

Untuk aksesoris di rumah, lampion pun, sebagai salah satu bentuk lampu, memiliki makna khusus. Ia melambangkan kemakmuran, kesatuan, dan rezeki. Itu sebabnya, lampion selalu ada, terutama pada momen-momen besar, seperti Imlek.


Bagi Anda yang tidak terlalu memikirkan makna sebuah lampion, memasang
Chinese lampion bisa mempercantik tampilan ruangan. Lampu dari kertas ini bisa digantungkan di sudut ruang, atau dipasang di teras rumah sebagai penyambut tamu.


Terbuat dari material sederhana, sebetulnya Anda pun tak perlu membeli lampion jika ingin memajangnya di rumah. Anda bisa membuatnya sendiri, sambil mengisi waktu senggang di akhir pekan.


Bagaimana cara membuatnya? Ikuti langkah berikut ini!


Bahan dan Alat:


* Bambu tali, belah-belah selebar 1cm, dan potong-potong dengan ukuran: 60cm (4 batang), 112cm (4 batang), 120cm (1 batang), 4cm (8 batang). Agar bambu lentur, rendam dalam air terlebih dahulu.

* Kertas emas.

* Plastik kaca ukuran 2cmx15cm.

* Lem kanji atau sagu. Buat sendiri lem ini, dengan mencampurkan sagu dan terigu (perbandingan 1/4:1). Kemudian campur dengan air, dan aduk hingga mengental.


Langkah pembuatan:


1. Buat lingkaran dari tiap batang bambu. Satukan kedua ujung bambu dengan plastik kaca, kemudian rekatkan dengan lem sagu. Hasilnya adalah lingkaran bambu berdiameter 15cm (4 buah), 28cm (4 buah), dan 35cm (1 buah).


2. Gabungkan 4 lingkaran berdiameter 28cm, menjadi rangka bola. Satukan kedua bagian lingkaran, yang bersentuhan, dengan tali dan lem sagu.


3. Masukkan rangka bola ke dalam lingkaran berdiameter 35cm. Posisi lingkaran tepat di tengah rangka. Ikat setiap sisi rangka bola, yang bersentuhan dengan lingkaran.


4. Gabungkan dua lingkaran 15cm, dalam posisi sejajar dengan jarak 4cm, hingga menjadi dua lingkaran ganda. Caranya dengan menempelkan empat batang kayu 4cm, masing-masing saling berhadapan.


5. Letakkan dua lingkaran ganda, masing-masing pada bagian atas dan bawah lampion
design collection. Ikat setiap batang 4cm dengan setiap rusuk bola, menggunakan tali.


6. Buat pola mal pada karton putih, berupa satu bidang trapesium rangka bola. Kemudian, lipat kertas minyak, menjadi 16 lembar. Letakkan mal di atas lembaran-lembaran tadi. Gunting kertas minyak, mengikuti pola mal. Lebihkan sisi-sisinya, dengan jarak 1cm dari garis pola.


7. Beri lem sagu pada setiap rusuk rangka bola. Mulailah menempelkan kertas-kertas minyak. Bungkus lingkaran-lingkaran ganda dengan kertas emas.


8. Setelah seluruh permukaan tertutup, hias lampion dengan guntingan-guntingan kertas emas.


www.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Kreasi Lampion Sendiri

Lampion Chinese dari Paralon

Diposting oleh Wikey on Aug 18, 2009

Membuat sebuah Lampion tidak harus selalu menggunakan bahan baku kayu saja. Di Kabupaten Sukabumi, kerajinan khas negeri China (Chinese Lampion ) ini terbuat seluruhnya dari sebatang pipa air atau biasa dikenal paralon. Bukan hanya menyerupai kayu saja, lampion yang terbuat dari pipa ini ternyata memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Gagasan pembuatan kerajinan Lampion dari pipa tersebut, lahir dari seorang warga Kampung Cibolang, Desa Cibolang, Kecamatan Cisaat, bernama Ilham Wirahadikusumah. Lampion-lampion buatan pria berusia 46 tahun ini sekilas tampak terbuat dari kayu. Selain berwarnai kecoklatan, tiang utama pada lampion itu juga dilengkapi guratan urat kayu serta patahan kayu seolah-olah akibat keropos.

"Sebelumnya saya membuat lampion dengan menggunakan bahan dasar kayu, tapi setelah sekian lama menekuninya, hasil karya saya sepertinya monoton dan tidak tampak alami. Hingga akhirnya saya memiliki ide untuk menggunakan bahan baku dari pipa. Ternyata hasilnya jauh lebih bagus dan tahan lama," ujar Ilham, Rabu (21/1/2009).

Bukan hanya lampion saja, dari potongan pipa itu, Ilham mampu mengembangkan bentuk kerajinan lainnya. Seperti di antaranya lentera sudut, bingkai foto, mebel meja dan kursi serta aksesoris. Ilham mengaku, sejak menggunakan bahan baku pipa, lampion yang dihasilkannya bukan hanya bergaya China saja, tapi juga lampion bergaya khas Jepang dan Korea.

Menjelang perayaan Imlek tahun ini, Ilham telah kebanjiran order pembuatan Lampion Unik. "Mungkin dikarenakan masih langka, banyak sekali pesanan yang datang dari luar negeri seperti China, Australia hingga Brunai, terutama menjelang imlek ini. Tapi semua itu tidak dapat saya penuhi, sebab masih tersandung kapasitas produksi," tuturnya.

Kerajinan tangan buatan Ilham ini memiliki nilai Jual Lampion yang bervariatif, mulai dari Rp10.000 hingga Rp650.000. Bisnis yang digelutinya sejak tahun 2005 tersebut telah menuai omset Jual Lampion hingga Rp50 juta setiap bulannya. Pemilik Toko Lampion Studio Ilham Art ini mengatakan dirinya tidak dapat mengklaim bahwa dirinya adalah penemu atas gagasan pemuatan kerajinan Lampion Unik dari pipa. Namun setidaknya, untuk Jawa Barat Ilham mengaku dirinya orang yang pertamakali membuat lampion dengan menggunakan pipa.

Berdasarkan pantauan, untuk pengerjaan kerajinan ini, Ilham melibatkan tiga orang pekerja. Secara teknis, pembuatan lampion atau kerajinan lainnya yang terbuat dari pipa ini, relatif sangat sederhana. Membuat sebuah Chinese Lampion, Ilham hanya membutuhkan sebantang pipa berukuran 8 Inc dengan panjang kurang lebih 70 Cm.

Untuk menciptakan nuansa kayu, pipa-pipa tersebut hanya melalui proses pembakaran saja. Selain merubah menciptakan warna kulit kayu, pembakaran ini juga sekaligus melahirkan guratan urat kayu

news.okezone.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Lampion Chinese dari Paralon