Home » All posts
Tips Memaksimalkan Iklan Baris Online
Diposting oleh pulat on May 18, 2010
Promo Gratis dan Otomatis
Diposting oleh pulat on
Berbeda jika Anda masih menggunakan cara manual seperti pasang iklan baris, dimana pada awal-awal mungkin web Anda berada di urutan pertama tapi selang beberapa waktu web Anda menghilang begitu saja dan Anda masih mengulang pasang iklan gratis lagi untuk tampil di urutan atas.
Tentunya ini akan menjadi suatu rutinitas yang sangat menjemukan yang menyebabkan kecapekan dan pada akhirnya anda akan gulung tikar dini juga. Memang bisa sih tampil di urutan teratas, tapi anda harus keluar biaya untuk pasang iklan premium.
Salah satu kesulitan cara promosi dengan search engine ini adalah menjalankannya secara tepat dan di awal-awal membutuhkan kesabaran yang ekstra karena harus mengoptimasi semuanya, mulai dari riset kata kunci, target pasar, sampai membangun backlink.
Tapi jika itu semua anda lakukan dengan benar…saya yakin web Anda akan kebanjiran trafik (pengunjung) gratis dari keyword yang Anda bidik dan berbagai keyword yang yang tidak Anda duga sebelumnya.
# Awet dan Melipatgandakan Penghasilan
Mengapa saya bilang awet ?,
Dengan menguasai teknik dan cara promosi seperti ini…bisnis dan penghasilan Anda bisa berjalan awet, tidak terjadi hanya hari itu saja, melainkan akan terus berkelanjutan seiring web Anda terus kebanjiran pengunjung yang tertarget.
Jika tidak mau bisnis internet anda gulung tikar dini, maka Anda harus menggunakan strategi marketing yang yang satu ini, yaitu membangun penghasilan di internet dengan komisi berulang-ulang dan teknik SEO merupakan salah satu kunci untuk bisa mewujudkannya.
Trik Mudah Memasang Iklan baris
Diposting oleh pulat on
Tips dan Trik Mudah Pasang Iklan Gratis di Blogspot
Diposting oleh pulat on
Pajak dan Biaya Jual-Beli Rumah
Diposting oleh pulat on
Jawaban:
Pada transaksi jual beli pada dasarnya terdapat dua jenis pajak yang dapat terkait, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (selanjutnya disebut PPh TB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (selanjutnya disebut BPHTB). PPh TB terutang di sisi penjual, sementara BPHTB terutang di sisi pembeli. Adapun formula perhitungan kedua pajak tersebut berikut rinciannya adalah:
PPh TB
Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 1994 yang telah diubah terakhir dengan PP Nomor 79 Tahun 1999, PPh TB yang terutang ditetapkan sebesar 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Adapun yang dimaksud dengan nilai pengalihan hak tersebut adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan/atau bangunan menurut Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB tahun yang bersangkutan. Sementara jika SPPT tahun yang bersangkutan belum terbit, maka yang digunakan adalah NJOP menurut SPPT tahun pajak sebelumnya.
Jika penjual merupakan Wajib Pajak badan termasuk koperasi yang usaha pokoknya melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, maka tidak dikenakan pemotongan PPhTB, pemajakannya mengikuti ketentuan umum PPh. Sementara jika penjual tergolong Wajib Pajak orang pribadi, yayasan atau organisasi yang sejenis, yang usaha pokoknya melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, pajak yang dimaksud bersifat final.
BPHTB
Berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997 yang telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2000 (UU BPHTB), BPHTB yang terutang ditetapkan sebesar 5% dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP). Sementara NPOPKP merupakan selisih dari Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dengan NPOPTKP/Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak).
Masih berdasarkan peraturan yang sama, NPOP untuk jual beli adalah harga transaksi. Seandainya NPOP tidak diketahui atau lebih rendah dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB pada tahun terjadinya perolehan, maka dasar pengenaan pajak yang dipakai adalah NJOP PBB. Sedangkan NPOPTKP untuk transaksi jual beli ditetapkan paling banyak Rp60 juta.
UU yang sama juga mengatur bahwa atas transaksi jual beli, BPHTB terutang sejak tanggal dibuat dan ditandatanganinya akta. Pajak yang terutang pada prinsipnya harus dilunasi pada saat terjadinya perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.
Pilah Pilih Botol Susu Bayi
Diposting oleh Wikey on May 17, 2010
BAGI bayi yang minum susu formula, peranan si Botol Susu beserta dot-nya tentu sangat besar. Berilah botol susu dan dot yang sesuai dengan kebutuhan buah hati Anda.
Nah, agar Moms tak bingung memilih, hal-hal di bawah ini bisa dijadikan bahan pertimbangan! Berikut ulasan dr Rusmala Deviani SpA, dari RS Setia Mitra, Jakarta Selatan. Sesuaikan ukurannyaDi pasaran terdapat berbagai ukuran botol, yang biasanya menyatu dengan dot. Botol kecil berukuran 30-50 ml, botol sedang berukuran 120 ml dan ukuran besar di atas 200 ml. Sesuaikan botol dengan banyaknya kebutuhan asupan susu si kecil setiap harinya.Aman bagi kesehatan
Botol yang terbuat dari bahan gelas lebih awet, tahan lama dan proses sterilisasinya mudah. Hanya saja, botol ini cukup berat hingga kurang nyaman digunakan dan mudah pecah. Berbeda dengan botol plastik, botol ini lebih tahan lama. Bayi pun aman memegang botolnya sendiri.
Sebab, gambar-gambar itu berisiko terkelupas saat disterilisasi dalam air mendidih. Sedangkan botol dengan aksesori, seperti kepala boneka atau mainan boleh saja dijadikan pilihan, selama tak menyulitkan proses sterilisasi atau pemberian susu kepada bayi.
Untuk bayi berusia 0-3 bulan, dapat menggunakan botol susu yang dilengkapi dengan regulator. Regulator merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur aliran susu sesuai dengan irama isapan bayi. Dengan menggunakan regulator maka susu dari botol susu tidak akan mengalir bila tidak dihisap sehingga susu tidak mudah tumpah dan hal ini menghindari bayi tersedak. Dengan regulator maka dapat dihindari dot mengempis secara tiba-tiba dan terhisapnya udara oleh bayi yang dapat membuat bayi menjadi kembung. Sekat ini juga berguna untuk menahan aliran susu jika botol miring/terbalik. Jadi, saat bepergian di mana kita sering menyimpan botol dalam tas, tak ada kekhawatiran lagi air susu akan tumpah.
Botol susu dengan pegangan
Botol Susu jenis ini diperuntukkan bagi bayi usia 6 bulan ke atas. Pada masa tersebut, berilah kesempatan pada si kecil untuk memegang botolnya sendiri. Dengan begitu, selain menikmati susu, kemampuan motoriknya juga akan terlatih.
Ukuran dot umumnya disesuaikan dengan ukuran mulut bayi. Untuk bayi kecil, berikan dot berukuran kecil dengan lubang yang kecil pula. Demikian juga dengan bayi yang memiliki tubuh sedang dan besar. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Misal, bayi kecil diberi dot besar. Atau, bayi besar diberi dot kecil, maka dia akan cepat lelah karena kemampuan isapnya sangat kuat sementara volume air susu yang keluar amat sedikit.
Silikon atau Lateks?
Saat ini terdapat dua bahan dot yang banyak dijual di pasaran, yaitu silikon (umumnya berwarna putih) dan lateks (berwarna kuning). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dot karet lebih lentur dan lembut tapi umumnya mudah rusak. Dot karet juga mudah berjamur dan menimbulkan bau. Sebaliknya, silikon kurang lembek tapi awet dan tahan lama.
Nah, untuk memilih dot dengan bahan yang mana, kenali dulu refleks isap si kecil. Bila kemampuan mengisapnya cukup kuat, dot silikon bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika refleks isapnya lemah, pilihlah dot karet. Yang pasti, jangan pilih dot dari bahan yang tidak fleksibel dan mudah rusak.
newsains.staf.portalump.net
Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Jasa Iklan & Iklan Baris
Membangun Jiwa Bisnis Agar Berhasil
Diposting oleh Wikey on
Saat Anda menjalankan sebuah bisnis sampingan, bisa dibilang Anda adalah seorang pengusaha. Pertanyaannya adalah: apakah Anda ingin menjadi seorang pengusaha sukses? Saya yakin Anda akan menjawab ya. Siapa yang tidak ingin berhasil? Namun banyak orang hanya ingin mencapai kesuksesan tanpa memahami harga yang harus dibayar untuk mencapainya.
Kenyataannya, tidaklah mudah menjadi seorang pengusaha yang berhasil dalam bisnis.
Oleh karena itu, satu hal yang sangat penting adalah membangun jiwa bisnis seorang pengusaha sukses. Anda perlu memiliki sikap mental yang benar bila Anda ingin mencapai keberhasilan. Di sini kita akan membahas dua sikap mental yang perlu dibangun.
Pertama, Anda perlu memiliki sikap ulet. Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai keberhasilan. Bila Anda ingin berhasil, mau tidak mau Anda harus bekerja keras, bahkan mungkin bekerja lebih keras daripada saat Anda menjadi karyawan. Sebagian orang tidak ingin bekerja keras seperti ini. Mereka ingin mencapai keberhasilan tanpa perlu bersusah payah. Jangan terjebak dalam kesalahan ini. Hal ini akan membuat Anda cepat menyerah sehingga bisnis sampingan apapun yang Anda jalankan akan menemui kegagalan.
Kedua, Anda perlu memiliki kebiasaan berpikir positif.
Memiliki kedua sikap mental ini sangat penting untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai keberhasilan dan sikap mental Andalah yang paling menentukan apakah Anda akan berhasil atau tidak.
peluangbisnissampingan.com
Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Jasa Iklan & Iklan Baris