Menu Istimewa Sate Ayam Goreng

Diposting oleh Wikey on Mar 25, 2010



MENYANTAP Sate Ayam sudah biasa bagi Anda. Apalagi menyantap ayam goreng. Tapi seperti apa rasanya bila Anda menyantap sate ayam goreng? Coba saja.

Bahan-bahan:
- 500 g daging ayam tanpa kulit, potong-potong
- 1 sdt bawang putih parut
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1 sendok teh garam
- 1 bawang Bombay, potong-potong
- 1 buah paprika hijau, potong-potong
- tusuk satai

Pelapis:
- 2 putih telur ayam, kocok hingga berbuih
- 100 gran tepung pansir putih
- minyak goreng

Cara membuat:
- Aduk daging ayam dengan bawang putih, merica, dan garam.
- Tusuk daging ayam dengan tusuk satai. Di bagian tengahnya beri sepotong bawang Bombay atau paprika.
- Celupkan dalam putih telur, gulingkan dalam tepung roti hingga rata.
- Ulangi sekali lagi. Diamkan beberapa saat hingga kering.
- Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning keemasan.

Dan Sate Ayam goreng pun siap disajikan.yummy

inilah.com
Selengkapnya Menu Istimewa Sate Ayam Goreng

Cara Mengolah Daging Ayam

Diposting oleh Wikey on



Daging Ayam merupakan makanan yang kandungan proteinnya setara dengan gabungan protein yang ada pada daging sapi, ikan, kacang, dan biji-bijian. Daging ayam aman untuk mereka yang memiliki gangguan kolesterol jika dimakan tanpa kulitnya. Sebab, daging berwarna putih umumnya lebih rendah lemak jenuh.

Nutrisi daging ayam
Asam amino yang terkandung dalam daging ayam berfungsi untuk memperbaiki seluruh sel tubuh kita. The National Chicken Council membeberkan fakta bahwa 3 ons daging ayam mengandung nutrisi seperti: kalsium, magnesium, fosfor, potasium, niasin, dan vitamin B12. Daging ayam juga rendah karbohidrat dan rendah sodium.

Daging putih vs daging merah
United States Department of Agriculture (USDA) menyarankan kita memilih daging putih (seperti pada ayam atau ikan) ketimbang daging merah (seperti daging sapi). Tiga ons ayam bakar atau ayam panggang tanpa kulit mengandung 130 kalori dan 4 gram lemak. Namun, jika Anda menggunakan kulitnya, total kalori dan lemak akan bertambah, yakni 170 kalori dan 7 gram lemak.

Pria dan wanita bisa mengonsumsi 5-6 ons daging ayam per hari. Hindari menyantap daging ayam yang disajikan dalam porsi besar. Sajikan daging ayam bersama dengan sayuran, seperti kentang, wortel, buncis, dan jagung manis.

Memilih ayam kemasan
Ada kalanya Anda bosan atau tak sempat mengolah Daging Ayam. Solusinya? Beli yang sudah dibumbui dan siap disajikan. Baca label pada kemasannya agar Anda tahu berapa takaran penyajian yang aman. Sering kali ayam olahan sudah ditambahi dengan garam dan bumbu lain yang bisa meningkatkan lemak.

Sumber protein lainnya
Selain daging ayam, ada sumber protein yang setara. Contohnya, ikan (terutama ikan salmon), kacang-kacangan (kacang almond), dan biji-bijian (biji bunga matahari atau kuaci).

/female.kompas.com
Selengkapnya Cara Mengolah Daging Ayam

Cara .Mengolah Daging Ayam

Diposting oleh Wikey on



Daging Ayam merupakan makanan yang kandungan proteinnya setara dengan gabungan protein yang ada pada daging sapi, ikan, kacang, dan biji-bijian. Daging ayam aman untuk mereka yang memiliki gangguan kolesterol jika dimakan tanpa kulitnya. Sebab, daging berwarna putih umumnya lebih rendah lemak jenuh.

Nutrisi daging ayam
Asam amino yang terkandung dalam daging ayam berfungsi untuk memperbaiki seluruh sel tubuh kita. The National Chicken Council membeberkan fakta bahwa 3 ons daging ayam mengandung nutrisi seperti: kalsium, magnesium, fosfor, potasium, niasin, dan vitamin B12. Daging ayam juga rendah karbohidrat dan rendah sodium.

Daging putih vs daging merah
United States Department of Agriculture (USDA) menyarankan kita memilih daging putih (seperti pada ayam atau ikan) ketimbang daging merah (seperti daging sapi). Tiga ons ayam bakar atau ayam panggang tanpa kulit mengandung 130 kalori dan 4 gram lemak. Namun, jika Anda menggunakan kulitnya, total kalori dan lemak akan bertambah, yakni 170 kalori dan 7 gram lemak.

Pria dan wanita bisa mengonsumsi 5-6 ons daging ayam per hari. Hindari menyantap daging ayam yang disajikan dalam porsi besar. Sajikan daging ayam bersama dengan sayuran, seperti kentang, wortel, buncis, dan jagung manis.

Memilih ayam kemasan
Ada kalanya Anda bosan atau tak sempat mengolah Daging Ayam. Solusinya? Beli yang sudah dibumbui dan siap disajikan. Baca label pada kemasannya agar Anda tahu berapa takaran penyajian yang aman. Sering kali ayam olahan sudah ditambahi dengan garam dan bumbu lain yang bisa meningkatkan lemak.

Sumber protein lainnya
Selain daging ayam, ada sumber protein yang setara. Contohnya, ikan (terutama ikan salmon), kacang-kacangan (kacang almond), dan biji-bijian (biji bunga matahari atau kuaci).

/female.kompas.com
Selengkapnya Cara .Mengolah Daging Ayam

Penjahit Rumahan Kian Sepi

Diposting oleh Wikey on



Mendung seakan belum sirna bagi para penjahit seperti Deni (36). Pemilik Rees Tailor di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, itu masih harus berhemat lantaran aneka jenis harga barang naik, sementara ongkos jahit tidak bisa dinaikkan. ”Sudah dua tahun terakhir, ongkos jahit tidak naik. Ya, bagaimana mau menaikkan ongkos, wong dengan ongkos yang ada sekarang saja sudah banyak pelanggan yang kabur,” kata Deni.

Pria yang sudah menjadi penjahit sejak tahun 1997 itu memungut Rp 75.000 untuk ongkos menjahit celana panjang, Rp 70.000 untuk kemeja, dan Rp 750.000 untuk jas. Biaya itu belum termasuk harga kain yang akan dijahit. Dengan kondisi itu, produk jahitan dari penjahit Deni harus bersaing dengan pakaian jadi produk industri besar yang harganya semakin murah (Kursus Menjahit)

Apalagi kalau harus diadu dengan harga jual pakaian jadi dari mancanegara yang kini kian menyesaki pasar di dalam negeri. Produk yang masuk itu bukan hanya pakaian baru berharga murah, tetapi juga pakaian bekas impor yang terus membanjiri sejumlah pasar hingga pusat perbelanjaan di Jakarta.

Oleh sebab itu, langganan yang pergi bukan lagi hal aneh bagi mereka. Begitupun ketika langganan yang biasa menjahitkan baju dalam jumlah besar, kemudian mengurangi pesanan mereka. Biasanya mereka bisa mendapatkan pesanan 3-5 jahitan celana dalam sepekan, kini jauh di bawah itu.

Kini para penjahit terpaksa mengencangkan ikat pinggang. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan pelbagai jenis pengeluaran. Pengurangan jumlah tenaga kerja hingga penyempitan ruang kerja sudah dilakukan. Deni, misalnya, sejak tahun 2005 telah menyekat rumah yang dijadikan tempat usaha menjahit tinggal menjadi seperempat ruang. Tiga perempat bagian lainnya dikontrakkan kepada pengusaha konfeksi tas.

Sempat terlintas di benak para penjahit itu untuk mengubah usaha mereka dari penjahit menjadi pengusaha konfeksi, tetapi mereka terbentur dengan modal dan upaya pemasaran produk konfeksi. Namun hal ini tak mengurangi semagat beberapa orang untuk ikut Kursus Menjahit.

Akhirnya, penjahit seperti Deni, Syafi’i, dan Lusi hanya bisa bertahan di tengah gempuran pakaian jadi dengan kondisi seperti saat ini. Satu-satunya andalan para penjahit untuk bertarung di pasar pakaian yang semakin padat ini adalah kerapian jahitan serta kenyamanan pakaian yang dikenakan.

Inilah nasib para penjahit di era pasar bebas. Mereka hidup tanpa perlindungan sama sekali di rimba yang berslogankan ”Yang Kuat, Yang Menang” meskipun mereka berpeluang untuk menciptakan lapangan kerja yang mandiri.

cetak.kompas.com
Selengkapnya Penjahit Rumahan Kian Sepi

Trend Fashion Murah

Diposting oleh Wikey on



Dunia fashion memang bergerak dinamis, dari tahun ke tahun ada saja trend baru. Kini perkembangan fashion di Amerika cenderung kearah penggunaan busana dengan harga terjangkau namun tetap modis. Trend Fashion Murah ini dipopulerkan oleh Michele Obama.

Sebelumnya menjadi first lady, nama Michele Obama tak dikenal banyak orang. Kini, setelah suaminya menjadi orang nomor satu di Paman Sam nama Michele pun ikut melambung.

Michele Obama digadang-gadang sebagai orang yang paling beranggung jawab terhadap trend fashion di Amerika saat ini. Trend Fashion Murah yang mengedepankan busana dengan model yang tak lekang oleh waktu dan harga yang terjangkau namun tetap modis ini sekarang sedang digandrungi kalangan fashionista.

"Saya terpesona dengan citra dinamis dan profesional yang selalu diperlihatkan Michelle Obama. Dia bahkan tidak kehilangan pesona itu dalam balutan busana feminin. Satu hal lagi, dia terlihat hebat dengan menggunakan koleksi seharga USD150 dan justru memilih desainer muda Amerika daripada brand-brand mode Eropa yang kerap menjadi pilihan ibu negara sebelumnya. Jika demokrasi fashion itu ada, maka Michelle Obama adalah dutanya," ujarMary Tomer pengamat dan pecinta mode.

Bahkan, Tomer membuat situs khusus mengenai sang First Lady dan menayangkan foto-foto terbaru Michelle, tentu saja dalam balutan busana trendi dan terjangkau, yang menjadikannya ikon mode favorit saat ini.

Situs ini berkembang pesat dengan jumlah pengunjung mencapai ribuan orang dari seluruh dunia. Nah, Tomer jugalah yang akhirnya mempublikasikan buku berjudul "Mrs. O: The Face of Fashion Democracy".

Buku ini merupakan kumpulan sejumlah wawancara dengan para desainer, seperti Toledo, Wu, Michael Kors, Maria Pinto, dan Isaac Mizrahi. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan foto Mrs.O.

/lifestyle.id.finroll.com
Selengkapnya Trend Fashion Murah

Arsitek Tak Sekadar Membuat Desain

Diposting oleh Wikey on Mar 24, 2010



Arsitek tidak hanya bertanggung jawab dalam hal mendesain rumah dan bangunan. Kondisi lingkungan dan sosial masyarakat pun menjadi tanggung jawab moral seorang arsitek.

Demikian pernyataan Jeffry Sandy, seorang praktisi arsitek, dari Nataneka Architects. Dalam diskusi yang berlangsung di acara Renovasi Goes to Campus, bertempat di kampus Fakultas Teknik dan Perencanaan Tri Sakti, Rabu lalu, Jeffry memaparkan beberapa faktor yang menjadi tantangan bagi arsitek.

Isu lingkungan termasuk salah satu tantangan dalam dunia Arsitektur Desain tersebut. Pemanasan global menuntut para arsitek untuk dapat menciptakan desain ramah lingkungan. Hal ini masih berkaitan pula dengan perkembangan gaya hidup, pengetahuan dan teknologi, dan lokalitas atau budaya setempat. Faktor-faktor tersebut, ujar Jeffry lagi, harus dipadukan dalam satu desain yang tetap kreatif, menarik, dan nyaman.

"Arsitek harus berpikir jauh ke depan, bukan hanya memikirkan desain bangunan. Kelangsungan hidup sosial dan lingkungan di masa depan, juga bagian dari tanggung jawab moral seorang arsitek," ujar Jeffry.

Arsitek pun merupakan profesi yang banyak bersentuhan dengan berbagai macam orang. Hal ini pun merupakan tantangan lain yang membuat arsitek dituntut untuk bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan. Setiap tantangan dalam bidang Arsitektur Desain ini, kata Jeffry, harus bisa membuat profesi arsitek semakin berkembang.

kompas.com
Selengkapnya Arsitek Tak Sekadar Membuat Desain

Architecture Design Collection

Diposting oleh Unknown on




The Museum's Architecture and Design Collection is one of the country's important collections for the study of architectural instruction and practice. The collection was developed as a repository for the thesis drawings and course materials from the first American architectural program, MIT's Course Four.
The Architecture & Design Collection has grown into a collection documenting American and European architectural training and graphics of the nineteenth and twentieth centuries.
The collection documents the oldest architectural program in the country through more than 15,000 student thesis drawings from 1873 through the 1960s. Program books, dating from 1905 to 1956, record studio competitions, often with photographs of student presentations. The emphasis of the Design Collection is on study drawings not built work, such as travel sketches of MIT students awarded the Rotch traveling fellowship, today awarded by the Boston Society of Architects.
Developed for instruction in architectural design and graphics, the collection includes work of European and American architects of the 1840s through the 1920s, including Samuel Chamberlain, Louis Rosenberg, Bertram Goodhue, and Emmanuel Brune and Piranesi prints brought to MIT in the 1860s.


Collections

The Architects Collaborative

The Architects Collaborative (TAC), founded by Walter Gropius and seven colleagues in Cambridge, MA in 1946, is one of the most influential architectural firms of the twentieth century. The MIT Museum and the School of Architecture and Planning acquired the majority collection of TAC's drawings and office records when the firm closed in 1995.
The Campus Collection

The Campus Collection includes photographs, drawings and models documenting MIT's original Boston campus and the evolution of its current Cambridge campus. The Architecture and Design Collection also includes drawings from Department of Architecture life drawing and color theory classes. Written theses statements that accompanied the student thesis drawings are housed at the Institute Archives and Special Collections of the MIT Libraries



http://web.mit.edu
Selengkapnya Architecture Design Collection