History Of Bezoar Stone

Diposting oleh Unknown on Mar 17, 2010



bezoar stone were sought because they were believed to have the power of a universal antidote against any poison. It was believed that a drinking glass which contained a bezoar would neutralize any poison poured into it. The word "bezoar" comes from the persian pâdzahr (پادزهر), which literally means "protection from poison."
In 1575, the surgeon ambroise paré described an experiment to test the properties of the bezoar stone. At the time, the bezoar stone was deemed to be able to cure the effects of any poison, but paré believed this was impossible. It happened that a cook at paré's court was caught stealing fine silver cutlery. In his shame, the cook agreed to be poisoned. He then used the bezoar stone to no great avail as he died in agony seven hours later.[5] paré had proved that the bezoar stone could not cure all poisons as was commonly believed at the time.
A famous case in the common law of england (chandelor v lopus, 79 eng rep. 3, cro. Jac. 4, eng. Ct. Exch. 1603) announced the rule of caveat emptor, "let the buyer beware" if the goods he purchased are in fact genuine and effective. The case concerned a purchaser who sued for the return of the purchase price of an allegedly fraudulent bezoar. (how the plaintiff discovered that the bezoar did not work is not discussed in the report.) Judicial scepticism over the alleged magical powers of bezoars may well have justified this judgment in this particular case. The ruling, however, was seized on and formed an impediment to the formation of effective consumer protection remedies and the law of implied warranty well into the nineteenth century.
The merck manual of diagnosis and therapy notes that consumption of unripened persimmons have been identified as causing epidemics of intestinal bezoars, and that up to ninety percent of food boluses that occur from eating too much of the fruit require surgery for removal



Http://en.wikipedia.org

Selengkapnya History Of Bezoar Stone

Outbound Games

Diposting oleh Unknown on



Belakangan ini, banyak perusahaan yang tidak segan-segan mengeluarkan dana ekstra untuk ‘mengirim karyawannya ke tempat-tempat terpencil seperti ke daerah pegunungan. Sambil berekreasi, para peserta
management outbound juga belajar. Tetapi, jangan dibayangkan pembelajaran dalam suasana formal, dengan sederetan kursi dan pengajar yang sibuk cuap-cuap di depan kelas.
Sebaliknya, metode yang digunakan sangat mengasyikkan banget. Lokasinya biasanya berada diluar ruangan alias outdoor. Tidak heran, kalau metode belajar yang dilakukan juga lebih bersifat petualangan dan permainan. Bahkan seringkali ada peserta yang tidak menyadari, bahwa mereka sebenarnya sedang ‘dididik’. Kegiatan semacam ini punya banyak nama. Ada yang menyebutnya company outing, adventure education, team building, motivation training, management outbound, dan sebagainya. Pasti anda pernah dengar kan….?
Sekilas, outbound memang terkesan sebagai aktivitas santai-santai belaka. Bagaimana tidak? Habis, aktivitasnya hanya berkutat diseputar permainan yang seru dan menyenangkan. Dilakukannya pun dalam suasana santai. Namun demikian, jangan diremehkan kegiatan yang satu ini. Soalnya, dibalik image santai dan senang-senang, ada segudang manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan outbound ini.
Dengan terciptanya semangat kerjasama dan perasaan senasib sepenanggungan, maka solidaritas akan muncul dengan sendirinya. Beragam tingkat kesulitan dalam permainan juga dapat membangun sikap pantang menyerah dan menumbuhkan rasa percaya diri (self-confidence) dalam diri peserta, terutama saat mereka berhasil menyelesaikan permainan.
Manfaat lainnya, outbound dapat mengasah kemampuan bersosialisasi. Kalau begitu, apa keuntungannya bagi perusahaan? Masa sudah mahal-mahal membiayai, yang mendapat manfaatnya hanya karyawan. Sebenarnya, kegiatan outbound merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan karena permainan dalam outbound mengandung berbagai ‘nilai terselubung’ yang dapat meningkatkan kualitas sdm. Justru secara tidak langsung perusahaanlah yang akan memetik keuntungan.




Pedulipariwisata.blogspot.com

Selengkapnya Outbound Games

Photo Pre Wedding

Diposting oleh Unknown on



foto pre wedding sekarang uda seperti keharusan bagi sapa aja yang akan menikah. Nggak cuma buat dipajang di undangan tapi juga buat dipajang di galeri pesta pernikahan serta menjadi kenangan pribadi pasangan tersebut. Supaya kenangan terlihat lebih indah, pasti pengen fotonya beda dari yang lainnya kan?! Anda bisa coba ide berikut ini….
Hobi dan minat
Telusurilah hobi dan minat anda berdua. Misal kalo anda hobi traveling, pemotretan bisa dilakukan di tempat yang pernah dikunjungi dan yang paling berkesan. Bisa yang menyimpan kenangan khusus seperti ketika pertama kali dia melamar anda.
Profesi anda dan pasangan
Mengambil dari ide ini ok juga lho! Misal, jika anda berprofesi sebagai arsitek, latar dari foto dapat berupa gedung yang sedang anda bangun atau konstruksi sebuah bangunan. Dengan konsep yang matang dan pose yang unik, pasti hasilnya juga lain daripada yang lain.
Kenangan masa lalu
foto pre wedding anda bisa berupa perjalanan cinta anda berdua. Kalau cinta anda berdua berawal dari 1 kampus yang sama, pemotretan bisa diambil dengan latar kampus anda, lengkap dengan anda yang berdandan seperti dulu ketika masih menyandang status mahasiswa. Anda bisa mengingat kenangan yang paling indah pada saat anda pertama kali bertemu dengan pasangan anda sebagai posenya. Dijamin seru! Tapi anda harus pede karena yang pasti untuk mendapatkan feel kampus, tentunya pemotretan dilakukan pada hari kerja dimana perkuliahan berjalan. Anda tertantang?!



Http://www.yuantara.com

Selengkapnya Photo Pre Wedding

Pilih Souvenir

Diposting oleh Unknown on




Kenikmatan coklat bukan hanya terletak pada rasa. Aneka bentuk coklat (chocolate souvenir) juga mampu membuat orang betah memandanginya. Coklat tidak lagi hanya berbentuk kotak atau bulat. Di tangan anna maria, coklat bisa dibentuk berbagai macam variasi.

Pembuatannya tidak memerlukan teknologi tinggi. Bahkan, anna hanya dibantu oleh dua tenaga kerja. Untuk membuat coklat yang bernilai seni, tidak membutuhkan banyak orang. Si pembuat coklat adalah orang yang menciptakan kreasi seni itu.

Bentuk coklat (
chocolate souvenir) yang unik tersebut dijadikan sebagai bingkisan yang menarik di berbagai acara pernikahan. Biasanya menjelang hari valentine dan natal, anna kebanjiran pesanan coklat. Namun, dia menolak anggapan bahwa pesanan hanya banyak datang saat menjelang dua hari istimewa itu.

Setiap hari, anna memproduksi 500 coklat. Produknya itu tersebar ke sejumlah toko, kafe, rumah sakit dan tempat hiburan. Anna menegaskan, coklatnya tidak hanya mengutamakan bentuk. Dengan bangga anna mengatakan, rasa coklatnya juga tidak kalah dengan coklat lainnya.

Coklat anna memang dirancang untuk acara yang berhubungan dengan kasih sayang. Salah satunya, coklat untuk souvenir pernikahan seharga rp2 ribu per pieces. Anna juga membuat coklat berbentuk ayam seharga rp25 ribu per pieces.

Usaha ini didirikan juga karena kecintaannya terhadap ketiga anaknya. Istri dari firdaus ini tidak ?tega' saat anak- anaknya membeli coklat yang memiliki bentuk dan rasa seadanya.

Kemudian, anna coba-coba membuat coklat. Dia mengikuti kursus dan membaca hal yang terkait coklat. Tak disangka keisengannya itu berbuah rezeki. Menjelang hari valentine 2007, pesanan mulai berdatangan. Akhirnya, dia memutuskan untuk menjalankan usaha coklat.



Economy.okezone.com
Selengkapnya Pilih Souvenir

Sanggar Badut

Diposting oleh Unknown on




Rasa bosan yangmenyebalkan ternyata bukan hanya milik manusia. Binatang jenis kera pun dilandakebosanan juga. Uniknya, perlu badut lucu untuk menghibur kera-kera bosan itu.
Badut (sanggar badut) yang menghibur kera itu bernama christina parker. Ia disewa bos sebuah kebun binatang di jerman untuk mempertunjukkan kelucuan setelah dokter hewan menyatakan sejumlah simpanse, baboon, gorila, dan orang utan di kebun binatangnya sering sakit atau agresif jika diserang kebosanan.
Seperti disampaikan situs ananova, christina (sanggar badut) berusaha membuat binatang-binatang tersebut tertawa dengan membuat permainan dan teka-teki, bermain sepakbola,kantung plastik, kardus sasaran tinju atau blok kayu.
Ia mengatakan, saat saya masih kecil saya selalu pergi ke kebun binatang dan melihat banyak dari binatang tersebut terlihat bosan dan sedih. Melakukan ini membuat saya merasa baik karena saya membuat hidup mereka senyaman mungkin. Dan mereka terlihat sangat menikmatinya.mereka menjadi gesit saat mereka melihat saya datang karena mereka tahu mereka akan bergembira ujarnya.
Dilain pihak, kebosanan pada hewan ini diakuioleh psikolog hewan jennifer ringleb. Di alam, binatang menghabiskan setiap harinya untuk mencari makan. Di kebun binatang mereka tidak pernah melakukannya, mereka bosan. Dalam kasus serius mereka akan sakit atau agresif. Binatang memiliki sesuatu untuk dilakukannya yang membuat mereka gembira dan stabil, ujar ringleb.


News.okezone.com
Selengkapnya Sanggar Badut

Belajar Menjadi Baby Sitter

Diposting oleh Wikey on



Ruang belajar berukuran 2 meter x 5 meter itu terlihat sederhana. Hanya empat baris meja-kursi yang mengisinya. Dindingnya terlihat bersih tanpa satu pun aksesori atau poster yang menghiasinya. Di ruangan itulah calon-calon baby sitter dan perawat lansia dilahirkan.

Ruangan tersebut menyatu dengan rumah Marijan (55), pengelola Yayasan Permata Bunda, di Dusun Cangkring, Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Selain ruang kelas, juga tersedia empat kamar tidur khusus untuk para siswa dan ruangan praktik. Kami menerapkan pendidikan asrama. Lamanya sekitar tiga bulan, tutur Marijan.

Marijan membuka pelatihan dan Yayasan Baby Sitter tersebut sejak tahun 1997 bersama istrinya. Ia sengaja memilih rumahnya sebagai lokasi kursus karena alasan ekonomi dan ketenangan. Kalau buka di kota, kami harus membayar kontrak tempat. Proses pendidikan juga tidak setenang di rumah sendiri karena di kota terlalu ramai, katanya. Untuk biaya kursus, Marijan mematok tarif Rp 500.000.

Tarif tersebut sudah termasuk biaya makan selama tiga bulan di rumahnya. Bila ada yang menginginkan babysitter atau perawat lansia, Marijan mengenakan biaya administrasi sebesar Rp 250.000. Kalau dihitung-hitung, untung yang diterima Marijan sangat mepet. Meski hasilnya sedikit, saya senang bisa menolong orang lain, ujarnya. Untuk urusan instruktur, Marijan mengajak istrinya.

Ada beberapa materi yang diberikan. Misalnya, untuk baby sitter materinya meliputi Pancasila, perawatan bayi, psikologi anak, kependudukan, serta kesehatan dan gizi. Materi-materi itu dipelajari Marijan dari literatur buku yang dibacanya. Tugas baby sitter bukan hanya memandikan bayi, tetapi juga harus paham soal gizi dan psikologi. Jangan sampai memberi asupan makanan yang keliru kepada anak atau bayi, ucap Marijan.

Meski lokasinya di pelosok desa, tempat kursus tersebut tak pernah sepi peminat. Ada delapan siswa yang saat ini tengah menempuh pendidikan kursus untuk menjadi baby sitter dan perawat lansia. Mereka berasal dari luar kota, seperti Purwodadi, Magelang, dan Purworejo. Menyenangkan Tari (17), remaja asal Purwodadi, mengaku jauh-jauh menempuh pendidikan babysitter ke Bantul karena ingin cepat mendapat pekerjaan. Di kota saya, cari kerja susah. Jadi, saya memilih mengambil kursus ini supaya memiliki keterampilan dan lekas dapat kerja, tuturnya.

Ketertarikan Tari menjadi baby sitter karena ia memang mencintai anak-anak. Baginya, merawat bayi adalah pekerjaan mengasyikkan. Memang merepotkan, tetapi kalau dijalani dengan tulus perasaan kita justru senang, katanya. Sebagai baby sitter, Tari berharap mendapatkan upah layak. Untuk kategori pemula, pengelola Yayasan Baby Sitter menentukan upah minimal bagi baby sitter Rp 550.000 per bulan. Kalau yang sudah mahir, bisa sampai Rp 850.000 per bulan, sedangkan untuk perawat lansia upah minimalnya Rp 650.000 karena tugasnya lebih berat. Ketentuan itu kami tetapkan supaya majikan tidak sewenang-wenang, kata Ratmi, istri Marijan.

Menurut Ratmi, upah minimal baby sitter dan perawat lansia tergolong lumayan. Dari segi permintaan, pihaknya sering kewalahan karena tenaga yang tersedia selalu kurang. Banyak permintaan yang terpaksa kami tolak. Kalau saja banyak yang tertarik mengikuti kursus, mungkin akan semakin banyak tenaga yang tersalurkan, tuturnya. Ratmi menambahkan, pekerjaan sebagai baby sitter dan perawat lansia masih dipandang sebelah mata. Tidak banyak yang meliriknya. Padahal, peluang yang tersedia masih banyak. Kalau saja digarap secara serius, pelatihan seperti ini mungkin bisa mengurangi pengangguran, terutama di Bantul, ucapnya.

cetak.kompas.com
Selengkapnya Belajar Menjadi Baby Sitter

Menikmati Keindahan Pantai Barat Ujung Kulon

Diposting oleh Wikey on



Bagi para penyuka tantangan dan perjalanan, Pantai Barat Banten bisa menjadi pilihan untuk berlibur melepas penat dan segala persoalan yang biasa dihadapi sehari-hari. Pantai yang membentang sepanjang Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, hingga Sumur di perbatasan Ujung Kulon di Provinsi Banten memiliki keindahan yang menarik untuk dinikmati.

Wisata Ujung Kulon

Namun, bila masih penasaran dengan pesona pantai barat, harus melanjutkan perjalanan hingga Ujung Kulon. Ada dua pilihan tujuan, yakni kawasan wisata Tanjung Lesung atau Pulau Umang di Ujung Kulon. Di lokasi itu, tempat matahari terbenam terasa semakin dekat.

Untuk menuju Tanjung Lesung dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari kawasan Carita. Perjalanan menyusuri jalan negara dari Carita, Labuan, Panimbang, Citeureup, lalu tiba di Tanjung Lesung.

Hamparan lautan biru menjadi pemandangan di sepanjang jalan menuju Tanjung Lesung. Aktivitas warga di perkampungan nelayan juga kembali terlihat di muara Panimbang, terutama jika dilihat dari jembatan Panimbang.

Laut serasa semakin dekat memasuki daerah Citeureup, masih di Kecamatan Panimbang. Abrasi membuat ombak terasa mengempas jalan raya yang dilintasi. Di kejauhan terlihat bagan-bagan bambu nelayan berjajar di belakang di tepi laut.

Pusat Desa Citeureup itulah pintu masuk menuju Desa Tanjung Jaya, lokasi kawasan wisata Tanjung Lesung. Beberapa menit dari pertigaan akan terpampang papan kayu bertuliskan ”Kawasan Desa Wisata Cipanon”. Cipanon merupakan sebuah kampung di Tanjung Jaya, yang sudah menjadi kawasan wisata. Sekitar 1 kilometer dari perkampungan penduduk terlihat sejumlah bangunan megah. Itulah kompleks peristirahatan di tepi pantai yang dikelola swasta.

Jika ingin berlibur di Tanjung Lesung, ada dua pilihan untuk menginap. Di rumah-rumah penduduk yang dibuat semacam home stay dengan tarif Rp 100.000 per malam, atau menginap di vila, hotel, maupun resor dengan tarif Rp 500.000-Rp 1,5 juta per malam.

Bukan hanya pemandangan laut yang bisa dinikmati selama berlibur. Pengunjung bisa meminta diantarkan untuk melihat lokasi konservasi terumbu karang di tengah laut. ”Ada tiga lokasi transplantasi karang di daerah ini, yaitu Karang Gundul, Tanjung Lesung, dan Pulau Liungan,” kata Pongke, seorang penggiat lingkungan yang juga menyediakan penginapan di rumahnya.

Untuk berkeliling melihat terumbu karang, warga menyediakan jasa sewa perahu berkapasitas 15 orang seharga Rp 500.000. Selain menikmati keindahan terumbu karang, pengunjung juga bisa belajar cara transplantasi karang.

Apabila diminta, perahu bisa mengantar pengunjung untuk memancing, menyelam, atau berenang di tengah laut. Namun peralatan harus disediakan sendiri karena belum ada penyewaan alat selam di sana. Selain itu, perahu warga desa juga siap mengantar berkeliling melihat kepulauan di Ujung Kulon. Satu kali perjalanan menuju Pulau Peucang butuh waktu tiga jam berlayar. Tarif sewa perahu dipatok Rp 3 juta pergi-pulang.

Fasilitas yang disediakan hotel, resor, maupun vila di Tanjung Lesung lebih lengkap dibanding di desa wisata. Mereka juga menyediakan paket wisata bersatu dengan alam, seperti berkeliling melihat terumbu karang, memberi makan camar, menyelam, dan berbagai olahraga air lainnya. Seluruh peralatan olahraga disediakan pengelola Tanjung Lesung.

Sumber : KOMPAS
Selengkapnya Menikmati Keindahan Pantai Barat Ujung Kulon