Perlu Pengembangan Seni Merangkai Bunga

Diposting oleh malamjumat on Dec 7, 2009

Seni merangkai bunga dengan gaya khas Indonesia perlu terus dikembangkan. Selain bisa menciptakan lapangan kerja bagi perangkai bunga, seni merangkai bunga juga bisa menjadi daya tarik wisata.

Laretna T Adhisakti, selaku anggota tim artistik perhimpunan penggemar
rangkaian bunga Mayasari Indonesia mengatakan, Jepang memiliki seni merangkai bunga atau ikebana yang dikenal seluruh dunia. "Di negara tersebut, ikebana berkembang sedemikian rupa sehingga memiliki nilai ekonomi yang besar. Selain hasil rangkaian bunganya yang bisa dijual, d i sana juga bermunculan tempat-tempat kursus ikebana yang sangat diminati wisatawan asing," katanya, Kamis (26/11).


Melihat potensi yang ada di Indonesia, lanjut dia, seni merangkai bunga gaya Indonesia mestinya juga bisa dikembangkan. Sebab selain kaya dengan aneka jenis flora, Indonesia juga memiliki akar tradisi merangkai bunga yang antara lain terlihat dari
rangkaian bunga dan buah yang kerap dipakai dalam upacara adat di Jawa dan Bali.


Menurut Laretna, di dunia setidaknya ada dua gaya merangkai
bunga yang dominan yakni gaya barat (Eropa) dan gaya Jepang. Dalam gaya barat, bunga dirangkai memenuhi semua sudut ruang vas sehingga hasilnya bisa dilihat dari berbagai arah. Sedangkan dalam gaya Jepang, bunga dirangkai dengan mempertimbangkan sudut tertentu. "Dari dua gaya tersebut, kami dari Mayasari Indonesia kemudian berupaya mencari rangkaian bunga gaya Indonesia," ujarnya.


Perhimpunan penggemar rangkaian
bunga Mayasari Indonesia yang berdiri sejak 1967 akhirnya menemukan gaya tersebut dengan berangkat dari pola rangkaian kembar mayang di Jawa serta cane di Bali. Baik kembar mayang maupun cane dibuat dari rangkaian janur yang dihiasi dengan aneka bunga dan buah. Pola kembar mayang dan cane tersebut terus dikembangkan hingga menghasilkan rangkaian bunga Mayasari Indonesia.


Hasil rangkaian bunga yang tidak pernah lepas dari janur ini pernah dipamerkan di Kerajaan Monaco, Perancis, Filiphina, Jepang hingga Amerika Serikat. Agar lebih memasyarakat, rangkaian bunga tersebut akan dipamerkan di Hotel Mustokoweni Yogyakarta pada Minggu (29/11) mendatang.


Laretna menambahkan, sampai saat ini seni membuat kembar mayang dan cane masih eksis. Namun seni tersebut perlu terus dikembangkan bersama dengan pengembangan rangakaian bunga gaya Indonesia. "Jika terus dikembangkan, seni merangkai bunga semacam ini akan bisa menjadi daya tarik wisata seperti di Jepang," tuturnya.


http://regional.kompas.com
Selengkapnya Perlu Pengembangan Seni Merangkai Bunga

Mengelola Pinjaman Bank dengan Baik

Diposting oleh malamjumat on

Bijaklah dalam memanfaatkan fasilitas kredit dari bank. Akan lebih balk jika penggunaan kredit dari bank untuk pengembangan usaha, bukan untuk menjadi modal awal usaha. Terlepas dari jenis kredit apa seperti kredit tanpa jaminan, dan sebagainya.

Menurut Irdawati, pemilik Scortha Woods yang menjual berbagai produk furnitur kayu Jati, memakai kredit bank akan lebih membantu dalam mengembangkan usaha. "Sebab, kita sudah tahu untung dan ruginya usaha kita, sehingga besarnya pinjaman dan cicilan yang dibayarkan bisa terukur." katanya.

Itu yang dilakukan Irdawati ketika mendapat tawaran kredit dari Bank DKI pertama kali sebesar Rp 50 Juta pada tahun 2005. Kala Itu dia membutuhkan modal untuk membuka cabang dan pihak Bank DKI memberi kemudahan dalam pemberian kredit serta program pelatihan manajemen keuangan.

Hasilnya, usaha Irdawati maju. Dia lalu melebarkan sayap usahanya dengan kembali meminjam modal dari Bank DKI sebesar Rp 200 juta, tiga tahun kemudian.

"Usaha saya cepat maju dan bisa mendapat kemu- dahan meminjam lagi karena tak pernah bermasalah dalam membayar cicilan. Itu karena saya sebelumnya sudah merasakan Uku-llku menjadi pengusaha sampai kemudian besar. Begitu melebarkan sayap, semua Jadi lebih mudah. Manajemen keuangan saya sudah kuat." katanya.

Berbeda ketika memakai modal seperti kredit tanpa agunan dari bank dalam merintis sebuah usaha, lrdawatl mewanti-wanti. Jika manajemen keuangan lemah, tentu akan membuat usaha ambruk dan sulit membayar cicilan kredit. Akan lebih balk jika dalam merintis usaha menggunakan modal sendiri. Hal itu dapat menekan risiko.

Pesan lainnya, bagi yang baru merintis usaha. Jangan pernah menyerah selama menjalani proses. Fokus pada apa yang menjadi bidang usaha dan selalu percaya bahwa barang yang dijual adalah yang terbaik.

Selain Itu. siapkan mental lebih kuat. Biasanya, kata lrdawati, pengusaha baru selalu memikirkan keuntungan [profit) di awal usahanya. Upayakan setiap keuntungan digunakan untuk melengkapi atau menambah stok barang. "Jika stok barang lengkap, pembeli akan semakin banyak datang. Kalau sudah begitu, keuntungan semakin bosar. Barulah mulai menyisihkan keuntungan," katanya.

Kepuasan pelanggan Juga menjadi senjata utama

dalam mendongkrak penjualan. Apalagi konsumen sekarang telah pintar dalam memilih barang. Oleh karenanya, lrdawatl tak mau mengecewakan pelanggan. Caranya dengan mengikuti pelanggan, baik dalam pemesanan produk maupun kecepatan pengiriman barang.

"Lebih baik memuaskan satu pelanggan yang akan memberi tahu ke 10 orang lain, dibandingkan mengecewakan satu pelanggan yang akan memberitahu ke 1.000 orang lain," kata Irdawati.

http://bataviase.co.id

Selengkapnya Mengelola Pinjaman Bank dengan Baik

Pelatihan Asosiasi Pengusaha Belum Efektif

Diposting oleh Unknown on



Peran
asosiasi pengusaha konstruksi di Banten belum efektif. Hal tersebut terlihat dari masih rendahnya kualitas jasa konstruksi serta belum mampunya para pengusaha jasa konstruksi untuk bersaing di tingkat nasional.
“Selama ini yang diandalkan hanya dana APBD saja, padahal banyak pembangunan di bidang konstruksi di Banten, terutama di sektor swasta seperti pabrik-pabrik. Apalagi investasi Banten terus melonjak,” kata Kepala Seksi Usaha Jasa Konstruksi Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DMBTR) Provinsi Banten Nuryanto, Senin (23/11).
Ketidakefektifan juga menurut Nuryanto terlihat dari adanya pengkotak-kotakan kelompok di tubuh asosiasi pengusaha jasa konstruksi. "Seharusnya, sebagaimana peran asosiasi jasa konstruksi, ada pembinaan intensif yang bisa meningkatkan kualitas pengusaha jasa konstruksi," kata Nuryanto.
Ia juga mengungkapkan terkait ditemukannya perusahaan jasa konstruksi fiktif di Banten.
"Hal itu bisa dilihat secara online. Masukkan saja nama perusahaannya. Dan akan terlihat apakah terdaftar atau tidak di pusat. Dulu pernah ada pengecekan dan ada yang bodong, tidak ada izin usaha jasa konstruksi (IUJK)-nya," tutur Nuryanto.
Ke depan, sesuai dengan rancangan revisi UU Nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, akan ada penertiban asosiasi pengusaha jasa konstruksi dan perusahaan-perusahaan konstruksi. "Nanti akan dilihat bagaimana keefektifan
asosiasi pengusaha tersebut," katanya.
Di Banten sendiri menurut Nuryanto saat ini ada sekitar 2.000 perusahaan jasa konstruksi mulai dari yang level kecil hingga besar. Akan tetapi, dari jumlah itu, yang memiliki kualitas baik hanya 20 persen.
"Kami pun dalam waktu dekat ini akan segera melakukan pelatihan. Akan tetapi terbatas hanya untuk 2 kelas saja. Kami harapkan asosiasi bisa lebih banyak berperan," katanya.
(007)





http://e-banten.com

Selengkapnya Pelatihan Asosiasi Pengusaha Belum Efektif

Cara Menjadi Akuntan Publik

Diposting oleh Unknown on



Dewan Kehormatan Ikatan Akuntansi Publik Indonesia (IAPI) Sukrisno Agoes mengatakan, profesi akuntan publik tidak diminati kalangan muda dan fresh graduate (sarjana baru).

"Dari 430 kantor
akuntan publik (KAP) dan 2 koperasi jasa audit (KJA) di Indonesia, sebagian besar personelnya didominasi kalangan orang tua," katanya pada seminar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bandung, Senin (16/3). Hadir pada kesempatan itu, Ketua IAPI Dra Tia Adityasih CPA dan sejumlah dosen Akuntansi Unpad.

Kurangnya minat kalangan muda karena profesi akuntan publik sangat berisiko. Namun, penghasilannya masih minim.

Menurut dia, risiko yang dimaksud adalah akuntan harus mampu menjaga independensi karena mengaudit laporan keuangan BUMN.

Ketua IAPI Tia Adityasih mengatakan, sampai sekarang,
akuntan publik masih diatur oleh pemerintah berdasarkan keputusan Menteri Keuangan. Seharusnya, jika akuntan publik terkena kasus hukum, Departemen Keuangan harus bertanggung jawab.

Selain itu, kata dia, sekarang banyak "akuntan palsu" yang bebas membuka praktik. Ini terjadi karena belum ada pengawasan dari pemerintah, sementara "akuntan palsu" tidak bertanggung jawab kepada lembaga profesi. "Berbagai kasus hukum yang dihadapi akuntan publik masih merupakan kasus pidana, dan maksimal hukuman penjara lima tahun, padahal seharusnya menggunakan kitab undang-undang hukum perdata," katanya.

Menurut Sukrisno, jumlah akuntan publik di Indonesia masih sangat sedikit, dan tidak sebanding dengan banyaknya laporan keuangan yang harus diaudit.

Sejak disahkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), akuntan publik harus mengaudit laporan keuangan semua perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Sedikitnya ada 87 PTN dan 2.700 PTS yang laporan keuangannya harus diaudit.

Selain itu, menjelang pemilu, akuntan publik harus mengaudit laporan keuangan partai politik, mulai dari parpol di pusat, hingga tingkat kabupaten. Padahal, jumlah akuntan publik saat ini masih sedikit. Terkait dengan kenyataan tersebut, Sukrisno kecewa terhadap pemerintah yang masih menganggap sepele profesi akuntan publik.

Guru besar Akuntansi Unpad Prof Dr Ilya Avianti, SE MSi Ak, mengatakan, pekerjaan akuntan publik memang hanya ditujukan bagi orang-orang yang "hobi akuntansi".

Meskipun penghasilan dari profesi ini sedikit. Namun, dari segi kualitas hasil kerja, akuntan publik masih jauh di atas akuntan perusahaan. "Akuntan publik berkesempatan mengaudit laporan keuangan dari berbagai bidang sehingga pada 10 tahun mendatang akan ada perbedaan kualitas antara akuntansi publik dan akuntansi perusahaan," kata Ilya


http://regional.kompas.com

Selengkapnya Cara Menjadi Akuntan Publik

Proyek Properti Yang Seharusnya

Diposting oleh Unknown on



Proyek properti di Tanah Air, terutama di sektor perumahan, hingga kini masih tetap jalan meskipun negara adidaya Amerika Serikat saat ini sedang dilanda krisis keuangan. Kebutuhan masyarakat terhadap rumah hunian hampir tidak pernah berhenti, sama halnya dengan kebutuhan orang untuk makan.

Selain itu, harga-harga produk properti di Indonesia terus naik, sementara di AS saat ini harga jual rumah sudah anjlok setelah sebelumnya mengalami kenaikan dengan harga yang tidak wajar. Sejumlah
manajemen proyek properti di Jakarta dan sekitarnya hingga sekarang masih tetap jalan, di antaranya Grand Depok City, Sentul City, Metro Marina Ancol, dan proyek Summarecon Serpong, Tangerang.

Proyek pembangunan fisik di proyek properti itu hingga kini masih menggeliat. Kelompok usaha Paramita yang membangun Metro Marina saat ini tengah mengembangkan sebuah hunian mewah berkualitas yang dikembangkan dalam jumlah terbatas, hanya 213 unit, di atas lahan seluas 6 hektar. Harga rumah yang ditawarkan di lokasi proyek ini berkisar Rp 900 juta hingga Rp 2,2 miliar.

Pembelian rumah di lokasi perumahan ini bisa dilakukan dengan tunai bertahap selama 15 hingga 24 kali atau KPR dari Bank Panin dan Bank Tabungan Negara (BTN). Selain membangun
manajemen proyek Metro Marina, Paramitra Group, pada tahun 1992- 2000, mengembangkan kompleks perumahan Griya Permata di Jakarta Barat dan Metro Permata di Tangerang. Proyek Metro Marina sendiri telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 600 orang.

Proyek lainnya yang saat ini sedang berjalan adalah Grand Depok City, sebuah kawasan hunian yang dikembangkan di lahan seluas 250 hektar di Kota Depok, Jawa Barat. Proyek ini dibangun PT Sanubari Mandiri Realtindo (SMR). Sebelumnya proyek perumahan ini sempat terbengkalai. Namun, setelah diambil alih oleh PT SMR, pelan tetapi pasti, kawasan perumahan ini sudah mulai hidup kembali.


http://www.kompas.com

Selengkapnya Proyek Properti Yang Seharusnya

Tips Memulai Bisnis Otomotif

Diposting oleh Unknown on



memulai usaha memang dibutuhkan modal. Namun, menurut perencana keuangan Ligwina Hananto, modal awal tak bisa ditentukan jumlah pastinya. Modal awal bisa berupa uang, barang, bahkan jasa. Bila Anda memutuskan ingin menjadi seorang konsultan seperti yang dijalani Ligwina, misalnya, bisa jadi modal awal yang dibutuhkan bukan berupa uang, melainkan sebuah komputer atau laptop.
“Saya meminjam laptop mertua ketika baru memulai bisnis. Tidak apa-apa, yang penting berani menghadapi tantangan dan menjalani secara tekun. Ketika usaha ini sudah berjalan, baru mulai merapikan rencana bisnisnya. Saya pun pernah gagal, kok, dalam berbisnis. Memang, orang cenderung takut gagal karena berurusan dengan uang,” kisah Ligwina soal ihlwal usahanya.
Oleh karena itu, Ligwina menyarankan, saat akan memulai bisnis, awali dengan membereskan hal-hal kecil terlebih dahulu di dalam keluarga. Misalnya, menstabilkan dulu kondisi keuangan keluarga. Setelah itu, tetapkan hati mengenai usaha apa yang akan digeluti. Bila bidang yang akan dijalani sesuai dengan minat dan bakat, kata Ligwina, akan lebih mudah menjalaninya.
Bahkan, imbuhnya, memulai bisnis tak akan terganjal oleh waktu. Sebelum atau setelah pensiun pun membuka usaha tetap bisa dijalankan. Kendati demikian, bila seseorang baru memulai membuka usaha di usia yang sudah lanjut, kendalanya adalah penyesuaian diri dengan realitas masa kini yang akan menjadi lebih sulit.Tak heran bila kemudian Ligwina menyarankan, bila ingin memulai usaha, lakukan dari sekarang tanpa perlu menunggu pensiun dan usia sudah semakin tua. “Pelan-pelan sajalah membuat rencana dari sekarang, ingin punya bisnis apa sambil menabung untuk mengumpulkan modalnya. Menurut saya, sudah enggak zamannya lagi sekarang hidup hanya mengandalkan dari gaji bulanan saja,” tukasnya.
Bila seseorang tak punya bakat berwirausaha, kata Ligwina, tak perlu berkecil hati dan menyurutkan niat untuk membuka usaha sendiri. Orang tipe seperti ini bisa mengandalkan aset aktif. “Ada tiga aset yang bisa dijalankan, yaitu usaha kecil seperti membuka warung gado-gado atau toko baju anak. Lalu usaha yang lebih besar seperti menyewakan rumah petak, kamar indekos, kios, atau apartemen. Terakhir surat berharga, artinya jika punya uang besar dapat dialihkan ke surat berharga yang bisa menghasilkan uang.”
Ligwina menyarankan, sebelum pensiun, idealnya setiap orang sudah memiliki ketiga aset tadi. “Paling tidak, punya satu aset saja, deh. Jadi tidak hanya mengandalkan gaji bulanan saja; dan jangan lupa, kondisi keuangan harus tetap sehat,” ingat Ligwina. Yang tak kalah pentingnya, berapa pun besarnya gaji Anda, usahakan agar selalu ada sisa untuk ditabung.
Namun, terkadang seseorang terkena penyakit panik ketika pensiun mendapat uang dalam jumlah besar. Bila tidak punya rencana yang jelas, kata Ligwina, sebanyak apa pun uang yang dimiliki akan habis percuma. Maka, akan lebih baik bila saat ini belum merencanakan akan membuka usaha, buat rencana jangka panjang yang akan dilakukan selepas pensiun.
“Buat rencana matang, uang berjumlah besar itu akan digunakan untuk apa saja, termasuk membuka usaha, misalnya. Jika bingung, serahkan saja persoalan ini ke perencana keuangan. Agar si pemilik uang juga tahu risikonya bila hartanya diinvestasikan; dan ingat, jika ingin berinvestasi, diperlukan mental yang kuat karena risikonya juga cukup tinggi,” tutur Ligwina mengingatkan. Nah, kapan Anda berani memulai?




http://www.kompas.com

Selengkapnya Tips Memulai Bisnis Otomotif

5 Basic Cleaning Home

Diposting oleh Unknown on



Merapikan rumah, butuh strategi. Lima poin penting ini akan membantu Anda.

1. No Planning
Berbenah rumah tanpa mempunyai strategi yang tepat, hanya akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Pertama, ambilah sedikit waktu untuk melihat keadaan sekeliling rumah Anda. Kemudian buatlah prioritas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Strategi ini bisa mengantisipasi kemungkinan kita akan melakukan hal yang sia-sia.

2. Salah “senjata”
Penggunaan peralatan seadanya untuk membersihkan seisi rumah yang terbuat dari berbagai jenis bahan dasar adalah suatu kesalahan besar. Misalnya, penggunaan lap kertas untuk membersihkan debu-debu yang menempel pada rak buku, untuk itu ada baiknya bertanyalah pada petugas kebersihan. Logikanya, cara terbaik untuk membersihkan debu adalah dengan kemoceng. Pemilihan alat dan produk kebersihan yang baik dan tepat bisa membuat pekerjaan kita semakin mudah dan efisien dengan hasil yang maksimal.

3. Metode yang tidak sesuai
Percayalah aktivitas membersihkan rumah sekalipun membutuhkan metode yang tepat. Karena penggunaan metode yang salah hanya membuat pekerjaan sia-sia. Saat kita membersihkan lantai dengan kain pel misalnya, gantilah air kain pel sesering mungkin. Dengan demikian semua yang dibersikan pun menjadi higienis.

4. Melupakan tempat-tempat tersembunyi
Jangan tanggung-tanggung. Inilah saatnya untuk membersihkan tempat-tempat yang jarang atau bahkan mungkin tidak pernah kita jamah. Dari langit-langit, debu di belakang lemari sampai tong sampah. Tempat-tempat tersembunyi inilah yang kadang menyimpan banyak bakteri pemicu penyakit.

5. Tidak adanya penyimpanan peralatan yang memadai
Taruhlah peralatan dan produk kebersihan kita di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak dan makanan, bertanyalah pada petugas kebersihan. Berbagai zat kimia dari produk kebersihan yang terbuka mudah menyatu dan terbawa oleh angin. Jika tidak ada tempat penyimpanan khusus, usahkan selalu ada fentilasi udara yang baik. Gunakan pelindung, seperti sarung tangan setiap menggunakan produk-produk kebersihan.




http://tabloidnova.com

Selengkapnya 5 Basic Cleaning Home