Sekolah Bertaraf Internasional Buat Siapa?

Diposting oleh Si Jenggot on May 8, 2009



Munculnya Sekolah Berstandar Internasional Indonesia dianggap sebagai langkah maju tumbuhnya perkembangan pendidikan setara luar negeri atau Internasional. Pengembangan SBI sendiri didasarkan pada UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 50 ayat 3 yang secara garis besar ketentuan ini berisi bahwa pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan bertaraf internasional. Visi Sekolah Internasional sendiri yakni mewujudkan insan Indonesia cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Y.M.E, berakhlak mulia, berjati diri Indonesia, dan kompetitif secara global. Dengan adanya dasar dan visi pengembangan Sekolah Berstandar Internasional tersebut pemerintah terus berusaha menyertakan ratusan SMP dan SMA seluruh Kabupaten/Kotamadya di Indonesia dengan memberikan sokongan dana ratusan milyar rupiah.

Pembentukan Sekolah Berstandar Internasional sendiri harus mengacu pada standar perumusan SBI yakni SBI = SNP + X. SNP adalah Standar Nasional Pendidikan dan X adalah penguatan untuk berdirinya SBI seperti sebagai penguatan, pengayaan, pengembangan, perluasan, pendalaman, adopsi terhadap standar pendidikan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang diyakini telah memiliki reputasi mutu yang diakui secara internasional umpamanya Cambridge, IB, TOEFL/TOEIC, ISO, UNESCO. SNP sendiri memiliki 8 kompetensi yakni lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, sarpras, dana, pengelolaan dan penilaian.

Secara konsep, memang siswa Sekolah Internasional dirintis untuk menyamai kurikulum internasional seperti pada Cambridge atau International Baccalaureate (IB), dari sisi ini fungsional ketika siswa SBI sedikit menyamai Cambridge atau IB masih tanda tanya. Output SBI yang sudah ada akan diarahkan kemana nantinya, terutama ketika mereka akan menginjakkan pendidikan di Universitas. Konsep SBI secara tujuan dan visi memang sangat bagus, dimana siswa sudah terlatih untuk berkomunikasi secara global dengan bahasa Inggris. Siswa SBI juga memiliki pengalaman belajar yang sama dengan IB atau Cambridge.

Ada beberapa hal sebenarnya untuk menjadikan pendidikan di Indonesia maju tetapi secara sistematis dan konseptual. Sedikit ilustrasi, nama SBI yang sudah tercanangkan ini dapat diganti dengan program sekolah yang berbasis bilingual. Adanya English club atau pemusatan sekolah dengan melibatkan bahasa inggris akan lebih baik dari SBI. Ini dilihat dari proses SBI yang menekankan pada bahasa Inggris, tapi apakah pemahaman akan mata pelajaran juga meningkat. Hal lain adalah, nama SBI itu sedikit ”menyeramkan” karena masyarakat akan menilai Sekolah Anak SBI benar-benar seperti sekolah luar negeri, tapi ketika siswa luar negeri dihadapkan pada siswa SBI secara nyata akan terlihat perbedaan yang jauh. Dari sisi itu seharusnya siswa Sekolah Anak SBI memiliki kemampuan sama dengan siswa luar negeri, karena pemerintah juga berani menggunakan titel bertaraf internasional. Pemunculan SBI mengundang sedikit kontroversi terutama ketika dihadapkan pada multikultural di Indonesia.

Titel taraf Internasional memberikan image tersendiri bagi masyarakat. Untuk apa dan siapa SBI ini juga masih menjadi polemik, karena siswa SBI didominasi oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, selain itu siswa Sekolah Berstandar Internasional hanya untuk siswa diatas rata-rata SNP. Output SBI juga masih samar terutama ketika siswa ingin melangkahkan pendidikan lanjutan. Pemerintah memang harus jeli dalam membuat kebijakan pendidikan agar peningkatan pendidikan di Indonesia melonjak, bukan berarti melonjak adalah mengikuti/menyamai luar negeri tapi mendongkrak masyarakat bawah yang sebelumnya awam pendidikan menjadi paham pendidikan..

Sumber: kabarindonesia.com

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Sekolah Internasional - Sekolah Berstandar Internasional - Sekolah Berstandar - Sekolah Anak dan Sekolah Internasional : Sekolah Berstandar Internasional & Sekolah Internasional Anak di 88db.com

{ 6 komentar... read them below or add one }

Anonymous said...

Dengan buruknya sekolah bertaraf internasiona (SBI) sering orang memlesetkan "Sekolah Banyak Iuran", lebih baik dibubarkan saja, pemborosan dan hanya berorientasi mendapatkan banyak uang dair masyarakat, sungguh sekolah menyesatkan !

Anonymous said...

Saya sebagai anggota masyarakat sama sekali tidak setuju dengan SBI. Di jepang tidak ada sekolah SBI tapi negaranya maju. Tinggal bagiaman kualitas guru dan sekolah menididik para siswanya. Tidak perlu SBI " Gombal Mukiyo"

Anonymous said...

Proyek itu hanya akal-akalan orang disknas saja yang haus duit dan bingung mengalokasikan anggaran pendidikan. Setiap ganti menteri selalu ganti program yang tidak nyambung. Hanya kantanisasi pendidikan dan membikin pendidikan mahal. Omong kosong soal pendidikan gratis. banyak pemda mengeruk dana dari bidang pendidikan. Gantung para koruptor termasuk koruptor di bidang pendidikan, Ini sebenarnya yang menyebabkan negara Indonesia selalu terpuruk!. Hukum mati para koruptor !

Anonymous said...

saya setuju dengan komentar anda !. Seing kita jadi korban oknum kepala sekolah yang korup. unutk jadi kepala sekolah harus membayar puluhan juta. Kalau tidak percaya coba wawancarai banyak kepala sekolah SMA/SMP terkenal, rata-rata ditarget oleh oknum pejabat atasanya,!

Anonymous said...

Saya setuju Gan, waktu saya mendaftarkan kepala sekolah juga ditarget atasn saya. Akhirnya saya mengurungkan niat jadi kepala sekolah.

Anonymous said...

Ok Boss. mari kita demo sekolah-sekolah yang nggak genah !