Showing posts with label manajemen keuangan. Show all posts
Showing posts with label manajemen keuangan. Show all posts

Cara Mengatur Keuangan Keluarga

Diposting oleh malamjumat on Dec 22, 2008

Untuk mengelola keuangan dan belanja keluarga, istri seringkali didaulat untuk menjalankan tugas tersebut. Meskipun bukan tugas yang mudah, Anda tak perlu memiliki pengalaman sebagai akuntan atau manajer keuangan untuk melakukannya. Anda bisa belajar seperti kantor akuntan publik tentunya, tapi skalanya tentu berbeda.

Sebenarnya ada beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan sebagai manajer keuangan keluarga agar Anda tidak "keteteran" dan mengeluh kehabisan uang ditengah-tengah bulan. Anda juga bertugas melakukan jasa analisa/jasa analisis terhadap keuangan keluarga.

Ingat, uang adalah kepentingan bersama. Ketahui dengan pasti jumlah pemasukan, tabungan, juga arus pengeluaran bulanan keluarga. Luangkan waktu sekitar 15 menit untuk duduk bersama suami dan buat anggaran belanja serta mengevaluasi pengeluaran Anda berdua dalam sebulan ini. Bisa dikatakan melakukan analisa keuangan.

"Meski Anda tidak punya pengalaman dalam mengatur keuangan, namun dua kepala selalu lebih baik dalam hal pengaturan uang," kata Janet Bodnar, penulis buku Money Smart Women.

Bagi Anda wanita bekerja yang memiliki penghasilan, maka harus pintar-pintar memilah kewajiban mana yang harus ditanggung suami dan yang dibayar oleh Anda. Bagilah dengan adil atau tergantung kesepakatan Anda dan suami. Misalnya, suami berkewajiban membayar tagihan bulanan dan belanja harian. Sedangkan, istri membayar asuransi kesehatan, pendidikan dan tabungan dana darurat. Dengan begini akan mempermudah kita melakukan laporan keuangan (mengatur antara pemasukan dan pengeluaran)

Kemudian untuk istri yang mengandalkan suami sebagai penghasilan keluarga satu-satunya, kemungkinan harus lebih cermat dalam merencanakan pembelanjaan. Misalnya, beli barang yang diperlukan saja, hemat pengeluaran untuk perawatan ke salon hanya tiga bulan sekali. Dengan melakukan analisis keuangan yang tepat, tentunya lebih berhati-hati dan disiplin dalam mengatur keuangan.

Rekening bersama merupakan cara yang paling mudah dan efektif untuk membayar pengeluaran keluarga, seperti cicilan rumah, membayar tagihan listrik, atau biaya membeli susu anak. Bila disepakati, Anda dan suami bisa memiliki rekening terpisah untuk keperluan yang sifatnya pribadi, seperti ke salon, arisan, atau makan siang dengan teman.

Hutang termasuk dalam salah satu problem keuangan yang serius bila tak segera diatasi. Masukkan pos pengeluaran itu dalam anggaran pengeluaran rutin, misalnya saja pembayaran tagihan kartu kredit. Jumlah totalnya tidak boleh melebihi 30% dari uang yang masuk. Bila jumlah hutang terlalu besar, stop pengeluaran lain yang tidak penting dan kendalikan diri untuk tidak membeli barang secara kredit. Sekali lagi bertindaklah seperti seorang akuntan, misalnya akuntan publik, agar membuat pribadi menjadi bertanggungjawab terhadap pengeluaran.

Sebagai manajer keuangan keluarga, Anda juga perlu membuat langkah-langkah untuk menyiapkan dana darurat, anggaran kesehatan atau dana pendidikan.

Sisihkan uang Anda setiap bulan untuk pos tabungan, asuransi kesehatan, juga dana pendidikan si kecil. Hitung total tabungan dan asuransi setiap bulan maksimal 20%. Bila anak Anda belum memasuki usia sekolah, persiapkan dengan memiliki tabungan, asuransi pendidikan, atau memilih investasi jangka panjang. Jangan lupa untuk membuat laporan keuangan. Jika Anda membutuhkan jasa analisa laporan keuangan, bisa datang ke jasa analisis laporan keuangan Jakarta sebagai rujukan.

http://geefa.blogspot.com

Temukan Kantor Akuntan Publik, Jasa Audit, Jasa Analisa, Jasa Analisis, Laporan Keuangan Jakarta hanya di Kantor Akuntan Publik: Jasa Audit - Analisa & Analisis Laporan Keuangan Jakarta 88db.com

Selengkapnya Cara Mengatur Keuangan Keluarga

Menganalisa Perusahaan melalui Laporan Keuangan

Diposting oleh malamjumat on Dec 2, 2008

Apa yang bisa kita lihat dalam laporan keuangan, yang terlihat adalah suatu neraca. Sebuah neraca (balance sheet) akan menampilkan kondisi perusahaan pada waktu tertentu, umumnya pada posisi per akhir tahun buku, per akhir semester, atau per triwulan. yakni kekayaan perusahaan atau benda berharga lain, yang disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Urutan pertama adalah Aktiva Lancarnya (Current Asset), yaitu aset yang dapat dilikuidasi atau diungkap dengan segera (dibawah satu tahun), seperti kas dan aset setara kas, Piutang dagang, Investasi jangka pendek, Persediaan barang (Inventory), dan lainnya. Kemudian diikuti dengan aktiva tetap (fixed asset), seperti tanah dan bangunan, mesin/peralatan, kendaraan, dan lain-lain yang tidak dapat diuangkan atau di likuidasi dengan segera.

–oOo–

Dalam melakukan analisis laporan keuangan, adakalanya perusahaan memanfaatkan jasa audit seperti kantor akuntan publik. Sisi lain neraca yaitu menampilkan dua hal, yaitu Utang (liabillitas) dan modal (equity) perusahaan. Utang ditampilkan sesuai dengan sumber urutannya, yaitu berdasarkan prioritas pelunasan dalam hal terjadinya likuidasi atas perubahan tersebut, dan modal selisih antara total aktiva dan utang. Komponen yang termasuk dalam modal di antaranya Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh, Agio Saham, dan Laba Ditahan (retaned earning) yang merupakan akumulasi sisa laba bersih setelah dikurangi deviden yang dibayarkan.

Sesuai namanya, neraca haruslah seimbang, Dilihat dari kedua sisi neraca : jumlah Total Aktiva harus sama dengan Total Passiva (Utang ditambah modal). Meskipun perusahaan dalam keadaan insolvent (Total Utangnya melebihi Total Asset), Kedua sisi neracanya haruslah sama. Ini berarti modalnya negatif atau defisit!

Laporan Rugi Laba (Income Statment) akan menggambarkan dinamika perusahaan dengan menampilkan seluruh hasil operasi perusahaan selam satu periode, misalkan setahun, atau triwulan.

ELEMEN ELEMEN PENTING

Sales

Seles (Penjualan) adalah tujuan akhir dalam produksi barang/jasa dan juga merupakan “sumber kehidupan” bagi operasi perusahaan. Tidak ada perusahaan yang bisa bertahan tanpa adanya permintaan dari produksinya. Setiap perusahaan akan berusaha meningkatkan penjualanya dari tahun ke tahun.

Operating Income

Operating income (Laba Operasi) menunjukan jumlah yang tersisa dari seles setelah dikurangi dari cost of goods sold (Harga Pokok Penjualan), Depreciation (Penyusutan), biaya penjualan dari tahun ke tahun

NetAfter-Taxncome

Net After-Tax Income (Laba bersih Setelah Pajak) umumnya ditampilkan pada bottom line, yaitu Laba operasi tersisa setelah dikurangi dengan Biaya bungan, Biaya tidak terduga, serta Pajak pendapatan (Income Taxes). Bersih setelah pajak (Earning after tax) sangat diperlukan oleh pihak yang berkepentingan dengan perusahaan, karena hal ini menunjukan dana yang masih tersedia, apakah dana itu untuk membayarkan deviden bagi para pemegang saham atau ditahan dalam rangka pengembangan atau mempertahankan usaha dimasa datang.

Depreciation

Depreciation seringkali merupakan komponen biaya terbesar bagi suatu perusahaan yang berpengaruh Arus Kas (cash flow). Penyusutan adalah dana yang dalokasikan sebagai kompensasi akibat berkurangnya nilai produktif suatu Aset Tetap. Untuk kepentingan akuntasi arus kas dari operasi (cash flow from operating) diasumsikan sebagai Laba Bersih (net income) ditambah penyusutan (depreciation).

Ada beberapa cara untuk mengevaluasi kinerja sebuah perusahaan. Salah satunya adalah melakukan analisa laporan keuangan (finansial statment) dalam tiga langkah :

1. Pelajari dari Neraca dan Laporan Rugi/Laba.
2.
Lakukan analisis terhadap Laporan Arus Kas.
3.
Lakukan pengujian hubungan antara Neraca dengan Laporan Rugi/Laba dengan menggunakan rasio-rasio. Bagi Anda yang membutuhkan jasa audit atau analisa laporan keuangan, dapat menjadikan analisis laporan keuangan Jakarta sebagai referensi.

http://roxar.wordpress.com

Temukan Kantor Akuntan Publik, Jasa Audit, Analisa Laporan Keuangan, Analisis Laporan Keuangan Jakarta hanya di Kantor Akuntan Publik: Jasa Audit - Analisa & Analisis Laporan Keuangan Jakarta 88db.com

Selengkapnya Menganalisa Perusahaan melalui Laporan Keuangan

Tips Mengelola Keuangan saat Hidup Sendiri

Diposting oleh malamjumat on Nov 26, 2008

Mengelola uang sendiri memang susah–susah gampang. Jika perusahaan membutuhkan jasa kantor akuntan publik. Nah, agar Anda tidak ‘keteteran’ dalam mengurusnya, simak panduan berikut :

1. Sisihkanlah uang Anda, paling tidak sebesar 25% dari seluruh uang yang Anda miliki untuk diinvestasikan dengan cara yang tepat.

2. Kendalikan semua pengeluaran. Jangan membeli sesuatu berdasarkan emosi, tapi lihat dari sisi kebutuhannya.

3. Buatlah prioritas mengenai barang-barang mana saja yang Anda harus beli.

4. Simpanlah di catatan Anda daftar kebutuhan serta tagihan-tagihan yang harus dilunasi. Kalau perlu, setelah menerima gaji, alokasikan uang segera dalam amplop sesuai jenis kebutuhan/ tagihan.

5. Sisihkan gaji Anda setiap bulan sebesar 5% sampai 10% untuk di tabung dalam rekening khusus.

6. Binalah sikap disiplin dalam mengeluarkan uang. Jangan sampai Anda harus mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sebetulnya tak tercantum dalam list kebutuhan/ tagihan Anda. Dengan begini kita tidak membutuhkan jasa audit atau analisa laporan keuangan karena kita sendiri juga bisa mengatur sendiri. Namun bagi Anda yang membutuhkan akuntan publik bisa memanfaatkan jasa analisis laporan keuangan Jakarta sebagai referensi.

http://kafeperempuan.com

Temukan Kantor Akuntan Publik, Jasa Audit, Analisa Laporan Keuangan, Analisis Laporan Keuangan Jakarta hanya di Kantor Akuntan Publik: Jasa Audit - Analisa & Analisis Laporan Keuangan Jakarta 88db.com

Selengkapnya Tips Mengelola Keuangan saat Hidup Sendiri

Tips Mengatur Keuangan

Diposting oleh sabuk item on Oct 9, 2008

Ada enam hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengatur keuangan, selain menggunakan jasa akuntan / jasa konsultasi keuangan. anda juga daapt mengatur keuangan anda sendiri atau yang lebih kerennya manajemen keuangan :

1. Lakukan perencanaan keuangan ( Manajemen Keuangan ).
Buat pos-pos penting dalam amplop yang diberi nama seperti belanja harian, belanja bulanan, kontrak rumah, transpor, uang sekolah, serta keperluan rumah yang mencakup listrik, telepon dan air PAM. Tak perlu melakukan penghematan secara drastis. Yang penting Anda harus disiplin dan mematuhi anggaran yang telah dibuat. Seperi halnya berdiet, jika sedikit saja melanggar kesepakatan maka pengeluaran akan tetap ‘gendut’.

2. Mulailah menabung di awal gajian
( memanajemen keuangan anda / mengatur pengeluaran dan pemasukan ).
Anggaplah menabung sebagai bagian dari setoran rutin yang harus dilakukan. Jika belum sanggup, jangan terlalu memaksakan diri menabung dalam jumlah yang besar, cukup 10 persen dari gaji.
3. Biasakan juga memasukkan uang sisa belanja harian ke dalam celengan tanah liat yang tidak bisa dibuka sesuka hati. Jika celengan sudah terasa berat, pindahkan uang tersebut ke dalam rekening banka tanpa kartu ATM sehingga tidak bisa diambil sesuka hati Anda.

4. Saat tabungan sudah mencapai jumlah tertentu, tak ada salahnya jika Anda menginvestasikan dalam bentuk saham, unit link atau managed fund.

5. Simpan kartu kredit di bagian yang paling tersembunyi di dompet. Walaupun keberadan kartu ini sering menggoda kebiasaan Anda berbelanja, kartu ini tetap berguna di saat-saat darurat seperti ketika harus ke rumah sakit di saat malam buta sementara tidak ada mesin ATM di sekitarnya. atau bisajuga anda memakai jasa akuntan publik / akuntan keuangan untuk mengatur keuangan and.

6. Mulailah berpikir untuk menyiapkan dana pensiun yang akan berguna di kemudian hari.

Jika dirasa perlu, ada perencana keuangan / akuntan ( jasa konsultasi / akuntan publik dan akuntan keuangan ) di beberapa bank atau lembaga keuangan lainnya yang bisa membantu Anda.

Source : http://kumpulantipspilihan.blogspot.com/2008/03/tips-mengatur-keuangan.html

silakan temukan informasi lainnya di Akuntan, Jasa Konsultasi, Akuntan Publik, Akuntan Keuangan, Manajemen Keuangan, Akuntan / Jasa Konsultasi : Akuntan Publik | Keuangan & Manajemen Keuangan pada 88db.com

Selengkapnya Tips Mengatur Keuangan