Showing posts with label butik grosir. Show all posts
Showing posts with label butik grosir. Show all posts

Jelang Lebaran Butik Baju Tanah Abang Ramai

Diposting oleh Wikey on Sep 4, 2009

Antusiasme warga menyambut datangnya Lebaran sudah mewarnai butik busana muslim dan pusat grosir Tanahabang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). Sejumlah Butik Baju pun berusaha menampilkan kreasi busana muslim terbaru mereka. Seperti sebuah butik busana muslim asal Kota Bandung, Jawa Barat. Hampir semua koleksi terbarunya didominasi warna ungu hingga magenta.

Tak hanya bermain warna, model busana Butik Grosir yang mengadopsi gaya eksotis Butik Import Asia dari Thailand, India, dan Indonesia menghasilkan sebuah busana muslim yang sederhana namun elegan. Busana yang rata-rata dipakai untuk acara semi formal dan formal ini dipatok dengan harga beragam, mulai Rp 250 ribu hingga Rp 6 juta, tergantung bahan dan model.

Tak hanya Butik Baju, bagi Anda yang ingin busana muslim dengan harga lebih terjangkau, bisa datang ke pusat Butik Grosir dan garmen Tanahabang. Di sini berbagai busana muslim ditawarkan dengan harga bersaing dan model-model terbaru yang menarik. Sejumlah pedagang mengaku, menjelang Lebaran jumlah pembeli meningkat lebih dari 100 persen. Tak heran di awal Ramadan pasar Butik Baju Grosir ini sudah penuh sesak.

Perburuan di Tanahabang tentu tak lengkap jika Anda tidak membelikan busana muslim bagi putra-putri tercinta. Jadi, tak ada salahnya melirik sejumlah Butik Import busana muslim anak yang menawarkan aneka busana dengan warna-warna dan motif cerah, mewakili keceriaan anak-anak menyambut Lebaran.

berita.liputan6.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Jelang Lebaran Butik Baju Tanah Abang Ramai

Butik Baju Import Asal Hongkong dan Korea Laku Keras

Diposting oleh Wikey on Jul 28, 2009

Produk impor dari China, Hongkong, Korea, dan Malaysia masih mendominasi pasar garmen Indonesia. Dengan desain dan kualitas memikat serta harga bersaing, kehadiran merek-merek luar negeri tersebut membuat produk lokal kini makin tergusur.

Berdasarkan pantauan di Butik Baju Grosir atau Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua, International Trade Center (ITC) Mangga Dua, dan Mal Blok M menunjukkan bahwa produk lokal makin sulit ditemui. Sementara itu, merek- merek luar negeri tampak merajai berbagai jenis garmen, seperti celana jin, jas, pakaian tidur, hingga pakaian dalam. Menurut keterangan dari berbagai pedagang Butik Baju, lebih dari 60 persen produk yang dijual di Pasar Pagi Mangga Dua merupakan produk impor atau Butik Baju Import.

Ani, salah seorang pegawai Toko Layli Fashion di Butik Baju Grosir atau Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua, mengatakan, semula tokonya sempat memproduksi pakaian sendiri. Namun, kegiatan tersebut akhirnya berhenti karena harganya kalah bersaing dengan produk impor yang mulai datang membanjiri pasaran.

Rok panjang dari bahan jin buatan luar negeri ditawarkan dengan harga Rp 95.000. Namun, untuk garmen serupa yang dibuat dari industri di dalam negeri ditawarkan adalah Rp 75.000. "Setelah melalui proses tawar- menawar, rok buatan luar negeri itu bisa terbeli dengan harga Rp 75.000 hingga Rp 80.000. Karena selisih harganya tak berbeda jauh dengan buatan lokal, akhirnya toko kami memutuskan untuk menjual produk impor saja atau Butik Import," paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ita, salah seorang pegawai
Butik Baju Odakyu Fashion di ITC Mangga Dua. Karena desain dan kualitas bahan lebih bagus, setelan baju tidur buatan Hongkong yang dijual di tokonya lebih laku dibandingkan dengan produk lokal. Setiap bulan sedikitnya 10 lusin baju tidur setelan impor (Butik Grosir) terjual. Sebaliknya, untuk baju-baju buatan dalam negeri bisa menjual satu lusin saja per bulannya sudah sangat bagus.

"Oleh karena itu, baju-baju lokal sisa bulan kemarin itu sekarang kami obral supaya lebih cepat laku," jelasnya. Baju tidur buatan Hongkong dijual Rp 35.000 per setel, sedangkan buatan lokal Rp 30.000 per setel. Kendatipun Rp 5.000 lebih mahal, baju buatan luar negeri tersebut lebih diminati karena kainnya terasa lebih halus dan nyaman dipakai. Sebaliknya, untuk produk lokal, bahan kain yang dipakai lebih tipis dan cenderung kasar.

bisnisjakarta.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Selengkapnya Butik Baju Import Asal Hongkong dan Korea Laku Keras