Potensi Wisata Minat di Lampung

Diposting oleh Wike Furyandi on Feb 25, 2010





Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan terus mengembangkan wisata minat yang banyak digandrungi turis asing. "Dari berbagai lokasi, turis mancanegara lebih senang dengan wisata minat seperti di pantai dan ekowisata," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung, M Natsir Ari, di Bandarlampung.

Ia mencontohkan, lokasi yang banyak dikunjungi yakni daerah pantai yang memiliki kekhasan seperti di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, karena masih ada ikan lumba-lumba yang dapat dilihat atau muncul ke permukaan, serta lokasi memancing yang ideal.

Kemudian, di daerah Krui, Lampung Barat yang dapat di capai dengan menggunakan Mobil Lampung, memiliki ombak yang cocok untuk kegiatan selancar dan lainnya. "Selain itu, daerah yang banyak dikunjungi juga Taman Nasional Way Kambas, dengan flora dan faunanya yang menarik wisatawan asing," terang dia.

Namun, Natsir mengatakan, perlunya pembenahan infrastruktur serta adanya tim medis yang tidak jauh dari lokasi. "Kalau soal penginapan, turis asing tidak cerewet, yang penting ada tempat tidur dan kelambu guna menghindari serangga, serta MCK yang bagus," kata dia.

Terkait target wisatawan yang datang ke Lampung dalam rangka tahun kunjungan wisata daerah tersebut atau Visit Lampung Year 2008, ia mengatakan sekitar dua juta orang, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

"Target tersebut berpijak pada kehadiran wisatawan ke Lampung tahun 2007 yang mencapai 1,5 juta lebih. Jadi kalau kita menargetkan dua juta pada tahun 2008 itu kan wajar," katanya. Menyinggung pengembangan potensi pariwisata di Lampung yang sepertinya stagnan, ia mengakui bahwa banyaknya potensi, namun belum tersentuh dan tergarap secara optimal, Ia berharao semoga agen perjalanan wisata (Mobil Lampung) ikut mendukung lancarnya program ini.

"Akibatnya, wisatawan yang datang hanya mereka yang benar-benar berminat. Karena itu, perlu upaya yakni promosi ke daerah lain dan ke mancanegara melalui berbagai agen perjalanan wisata," kata dia.

m.kompas.com

{ 0 komentar... read them below or add one }