Sekilas Pijat Refleksi

Diposting oleh Wike Furyandi on Nov 2, 2009





Setelah tadi siang melakukan Pijat Panggilan, rada-rada terasa segar dan sakit kepala juga hilang, walau rasanya lumayan nikmat sampai menjerit-jerit kesakitan tapi membuat badan sedikit rileks, ternyata kaki adalah shotcut dari anggota tubuh yang didalam bahkan seluruh tubuh mempunyai shotcut dikaki dan tangan.

Jadi titik-titik telapak kaki atau tangan mempunyai jalur sendiri untuk sampai di bagian-bagian tubuh manusia, seperti di ujung jari jempol adalah jalur untuk otak, dan masih banyak lagi dilakukan oleh tukang pijat panggilan.

Pada zaman dahulu, orang Cina beranggapan bahwa kedua telapak kaki manusia yang dirapatkan merupakan cerminan (gambaran atau bentuk) orang yang sedang duduk sambil memegang lututnya (pijat panggilan).

Berdasarkan anggapan tersebut, mereka kemudian menggunakan pencerminan itu untuk memetakan tata letak reflek organ tubuh manusia, dan kemudian meramunya dalam ilmu pengobatan/perawatan yang disebut refleksiologi

Jadi yang disebut refleksi adalah tempat berpantulnya saraf dan darah yang berfungsi langsung pada organ-organ tubuh. Sedangkan refleksiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang magnetik (saraf) tubuh manusia.

Saat di pijat (pijat panggilan) tadi siang benar-benar terasa “disiksa” tapi awalnya waktu pemijatan di telapak kaki kiri, tidak begitu terasa hanya beberapa bagian seperti pinggiran kaki, shotcut lambung, ginjal. Tapi setelah pindah di telapak kaki sebelah kanan wih rasanya nikmat dan menjerit-jerit saat itu pemijatan mulai dari jempol sebagai fungsi otak, mata, telinga, usus, ginjal dan beberapa titik yang lain, tapi yang paling sakit saat ditekan dan digosok dibagian pinggir kaki (bawah jempol) yang katanya shotcut dari kolesterol. Namun aku bersukur titik yang paling “extrime” saat digosok tidak begitu sakit, titik tersebut berada di titik 51.

Nah bagi teman-teman yang ingin mengetahui penyakit apa yang diderita silakan ikut Terapi Pijat Refleksi atau pijat panggilan, dijamin akan ketagihan walau merasa disiksa.

fadlie.web.id

{ 0 komentar ... read them below or add one }