Peluang Usaha : Produksi Alat Berat Jepang

Diposting oleh Tukang Tambal Ban on Nov 26, 2009




Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi spare part alat berat dengan merek jepang pada 2012 dengan produksi sekitar 10ribu unit per tahun.
"berdasarkan data yang kami dapat dari himpunan industri alat berat indonesia (hinabi) sekitar 2011 atau 2012 diharapkan produksi spare part alat berat bisa mencapai 10 ribu unit dan indonesia dijadikan basis produksi oleh industri yang kebanyakan dari jepang seperti komatsu dan hitachi," kata staf ahli menteri perindustrian bidang penguatan struktur industri, achdiat atmawinata, di jakarta, kamis (26/6).
Menurut dia, nilai ekspor yang bisa diperoleh dari produksi part alat berat sebanyak 10 ribu unit per tahun itu sekitar us$2 miliar.
"kita juga bisa jadi basis produksi untuk komponen part alat berat yang berpeluang mengekspor sekitar us$500 juta," ujarnya.
Pembangunan pusat pengembangan industri manufaktur (midec) yang disepakati antara indonesia-jepang dalam kesepakatan kemitraan ekonomi (economic partnership agreement/epa) diharapkan dapat membantu tercapainya peluang tersebut.
Jepang sepakat untuk memberikan program peningkatan kapasitas untuk 13 program, yaitu pengembangan industri pengerjaan logam, "mold and dye", "welding", energi, promosi ekspor dan investasi, usaha kecil dan menengah, otomotif dan komponennya, elektrik dan elektronik, baja, tekstil, petrokimia, mf parts, perkins part, johndeere part dan oleo kimia, logam bukan besi (non ferous) serta industri makanan dan minuman.Dalam bidang otomotif, lanjut achdiat, indonesia diharapkan jadi basis produksi produk otomotif dengan kapasitas produksi 1 juta unit untuk memenuhi pasar domestik dan ekspor.
"sudah terlihat indikasinya, investasi daihatsu us$280 juta dan mereka berencana untuk menjadikan indonesia sebagai basis produksi mf parts, perkins part, johndeere part,"tambahnya.
Sementara itu, ekspor produk elektronik pada 2012 juga diperkirakan meningkat pesat hingga mencapai us$15 miliar.
"sanyo sudah melakukan investasi us$20 juta di dua lokasi 2007-2008, panasonic sekitar 14juta dolar as,"tuturnya.



Http://www.kapanlagi.com

{ 1 komentar ... read them below or add one }

peluang usaha ahasu gnaulep said...

peluang usaha yang bagus