Hijrah Dari Kampung Halaman Untuk Berjualan

Diposting oleh karpetitem on Jul 17, 2009


PENGGEMAR sate ayam kacang, tentu tak akan membantah jika Madura disebut sebagai salah satu daerah yang punya label city menu makanan sate ayam tersebut. Maka tak heran, jika banyak penjual sate ayam enak dari kepulauan itu yang hijrah ke berbagai daerah untuk berjualan sate enak.

Bumbu
sate ayam enak madura, selalu menyajikan rasa khas yang membedakan dengan sate ayam bumbu kacang lainnya. Sambal pedas dan bumbu sate yang gurih, memang lebih enak jika disantap pada malam hari. Makanya, sebagian besar penjual sate ayam madura di Pekalongan membuka dagangannya pada sore dan malam hari. Namun, penjual tetap saja penjual. Mereka selalu saja bisa melihat peluang bisnis sate enak. Jika waktu lain tak bisa menyedot pembeli, maka akan dilakukan sedikit inovasi rasa. Itulah, yang ditempuh Maman (26), penjual sate ayam enak madura yang sekarang tinggal di Perumahan Tirto Indah Pekalongan.

Penjual
sate ayam enak kelahiran asli Madura itu, mulanya hanya membuka dagangan pada sore dan malam hari di sekitar Alun-alun Pekalongan. Namun, begitu melihat ada pusat keramaian baru, yaitu di sekitar Lapangan Mataram pada pagi hari, dia pun membuka dagangannya di lokasi tersebut.

Pada pagi hari, khususnya Jumat dan Minggu, lapangan Mataram memang menjadi pusat keramaian baru. Warga berbondong-bondong datang berolahraga, sekaligus berekreasi bersama keluarga. Aktivitas olahraga beramai-ramai itu, dimanfaakan para penjaja makanan, sehingga trotoar sekitar Lapangan Mataram selalu dipenuhi penjual makanan; mulai bubur ayam, nasi kuning, nasi gudeg, soto, sampai menu jenis lain.

Maman yang baru berjualan
sate ayam bumbu kacang delapan bulan yang lalu, juga membaca peluang bisnis dari pusat keramaian baru tersebut. Dua bulan lalu, dia mulai membuka daganganya di sekitar trotoar lapangan tersebut. Awalnya, kata dia, sedikit sekali yang membeli dagangannya, karena memang pembeli di Pekalongan biasanya lebih senang makan bumbu sate ayam pada malam hari. Dia pun akhirnya memutar otak; dibuatlah komposisi bumbu dan sambal sate ayam kacang yang lebih harum dan cocok untuk suasana pagi. Tempat makan yang biasanya menggunakan bangku, diubah menjadi lesehan, sehingga lebih santai dan cocok bagi mereka yang ingin melepas penat sehabis lari pagi.

Sate Sarimadu, itulah nama warung lesehannya, yang buka tiap Jumat dan Minggu pagi di salah satu bagian trotoar di Lapangan Mataram. "Kami sengaja menyiapkan resep
sate khusus bagi mereka yang habis olahraga," ujarnya tanpa mau menyebutkan resep yang dimaksud.

http://www.suaramerdeka.com/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

{ 0 komentar ... read them below or add one }