Memahami Konsep Fotografi Pernikahan

Diposting oleh malamjumat on Jun 8, 2009


Umumnya orang menyerahkan masalah fotografi pernikahannya kepada orang lain. Tidaklah mengherankan bisnis fotografi perkawinan tidak pernah surut sejalan dengan tidak pernah surutnya niat orang untuk menikah, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Dan, dengan makin maraknya pemakaian kamera digital, makin banyak orang mampu memotret dengan baik, maka bisnis
photography bridal di Indonesia pun makin dijejali muka-muka baru dengan aneka tarif.

Percayalah, saat ini Anda bisa mendapatkan fotografer gratis kalau akan menikah. Banyak pemula di bisnis ini rela tidak dibayar karena mereka sedang mengumpulkan portofolio untuk modal mengumpulkan contoh bagi pelanggan selanjutnya.

”Prewedding”

Selain itu, Anda harus maklum bahwa di negara mana pun tidak dikenal istilah prewedding photography (pre-wed). Istilah yang mengacu pada pemotretan pasangan sebelum pernikahan itu hanya ada di Indonesia. Bisnis photography bridal di Indonesia pasti menyangkut juga bisnis foto pre-wed yang hasil pemotretannya biasanya menghiasi surat undangan dan dekorasi gedung resepsi.

Maraknya bisnis
wedding photography juga membuat marak pungutan-pungutan uang dari berbagai pihak. Kini aneka tempat wisata, bahkan kompleks perumahan, umumnya menarik uang yang kadang sampai jutaan rupiah kalau tempat itu dipakai sebagai tempat memotret pasangan pengantin atau calon pengantin. Demikian pula gedung- gedung tempat perkawinan pasti menarik uang dalam jumlah tertentu kepada fotografer yang beruntung ditunjuk memotret di sana.

Maka, kalau Anda akan terjun di bidang ini, bersiap-siaplah memasuki rimba pungutan. Bisnis
photography perkawinan memang sangat mengilap sehingga akan banyak tangan-tangan ikut tengadah mengharapkan cipratan uang.

Hal kedua adalah masalah pendekatan pribadi karena selera manusia sangat beragam.

”Kita perlu menunjukkan contoh-contoh tipe pemotretan yang meliputi gaya pengambilan. Bisa klasik, bisa kontemporer, bisa gabungan keduanya. Maka, seorang fotografer perkawinan harus punya banyak portofolio untuk memudahkan pelanggan memilih gaya pemotretannya,”

Hal ketiga adalah jangan sampai ada adegan terlewatkan.
Wedding photography bridal adalah kenang-kenangan seumur hidup. Adegan-adegan seperti seserahan, siraman pada beberapa adat, detail pelaminan, dan juga foto mempelai bersama keluarga dekat, kalau sampai terlewatkan sungguh tak termaafkan.

Dengan begitu banyaknya tipe perkawinan adat di Indonesia, seorang fotografer perkawinan harus menguasai urutan-urutan aneka adat itu, kalau perlu membayar ahlinya untuk pengarahan di lapangan.

Variasi sudut pemotretan.

4. Jangan lupa memotret detail alat-alat yang digunakan, tapi juga jangan lupa memotret suasana keseluruhan.

Dalam sebuah
wedding photography, aneka komposisi dan sudut pemotretan harus diambil agar foto yang dihasilkan tidak membosankan. Harus ada pemotretan close-up, dan harus ada pemotretan dengan lensa lebar di samping pemotretan-pemotretan sudut normal. Bisnis fotografi perkawinan menuntut adanya tim yang kompak dengan aneka lensa pendukung.

Pertanyaan yang juga mengusik untuk pemula di bidang ini adalah, berapa tarif wajar untuk fotografi perkawinan?

Bisnis
wedding photography bridal bisa memberikan uang dalam jumlah yang sangat besar. Pelanggan fanatik tidak pernah menawar. Tapi untuk bisa ke sana, mulailah dengan tarif rendah dulu sambil menunjukkan hasil yang memuaskan. Jangan pernah mengecewakan pelanggan karena itu akan tersiar dari mulut ke mulut.

Cara menentukan tarif? Cobalah bertanya kepada diri sendiri dulu, berapa Anda mau dihargai. Memang sulit menilai harga diri sendiri, tapi kalau itu sudah dilalui, Anda siap berbisnis.

http://rokietan.multiply.com

Temukan informasi lainnya mengenai
Photography Bridal - Wedding Photography - Wedding Photography Bridal - Photography Unique - Photography hanya di Photography Bridal :Wedding Photography Bridal &Photography Bridal Unique Jakarta pada 88db.com

{ 0 komentar ... read them below or add one }