Bermain Kartu Sambil Mengasah Otak Anak

Diposting oleh malamjumat on May 8, 2009



Belum banyak yang mengetahui bahwa permainan kartu, misalnya baby flashcards ternyata tak hanya mengasikkan, tapi juga membantu mengasah otak si kecil. Dibandingkan mainan elektronik yang membutuhkan listrik dan kurang mengajarkan sosialisasi pada anak-anak, permainan kartu seperti kartu remi, kids flashcards sering diajarkan. Apalagi permainannya pun dilakukan secara bersama-sama.

Permainan yang mudah dibawa ke mana-mana ini, juga cukup "kompetitif" dan tidak membuat anak menjadi ketagihan karena hanya dimainkan sekitar 1-2 jam.

Ada banyak ragam cara yang dapat dimainkan dengan kartu seperti
baby flashcards, misalnya empat satu, cangkulan, minuman, kuartet, domino dan lainnya. Melalui bermain kartu, si kecil tidak sekadar bermain, tapi secara tak langsung juga belajar (baby education). Apa saja?

1. Mengenal Konsep
Anak belajar mengenal beberapa konsep, seperti bentuk, warna, angka dan kelompok. Konsep bentuk, umpamanya, kartu remi ada bentuk daun, hati, keriting, dan wajik. Kemudian konsep angka, misalnya, ada angka 1 sampai 10. Konsep warna, kartu remi ada merah dan hitam, serta pengelompokan seperti dalam kuartet.

2. Mengasah kemampuan bersosialisasi
Permainan kartu dilakukan oleh 2-4 orang, sehingga mengasah kemampuannya bersosialisasi. Berbeda dengan permainan kartu yang dilakukan pada game elektronik yang cenderung bersifat individual. Di sini, lebih ditekankan faktor sosial, berkumpul dan bermain bersama teman.

3. Menjalin kedekatan
Saat kumpul bersama keluarga, permainan kartu, seperti
kartu anak bisa menjadi aktivitas alternatif. Kartu dapat dimainkan semua orang, baik si kecil, orangtua, kakak, dan lainnya. Secara tak langsung permainan ini menjalin ikatan antara orangtua dan anak. Keterlibatan bermain orangtua, akan membuat si kecil merasa diterima dan dipahami sehingga dapat mengembangkan konsep diri yang positif baginya.

4. Belajar mengikuti aturan permainan
Dengan mematuhi dan memahami aturan yang berlaku pada permainan itu, maka anak sekaligus belajar disiplin dengan aturan main yang ada. Contoh, saat main minuman, kapan saatnya dia mengambil kartu,
kartu belajar, kartu anak sebaliknya kapan dia "membuang" kartu. Dengan memahami, mematuhi dan disiplin pada aturan permainan, maka jalannya permainan akan berlangsung dengan baik.

5. Belajar sportif
Ada yang kalah dan ada yang menang, si kecil juga belajar untuk bersikap sportif. Setiap permainan pasti ada menang atau kalah dan ia pun akan mampu menerima kenyataan kalau dirinya kalah. Sikap sportif juga harus diperlihatkan dengan menerima "sanksi", misalnya wajahnya dicoret bedak, atau mengocok kartu. Begitu juga bila ia menang, ajarkan sikap sportif dengan tidak bersikap sok jagoan atau sombong.

6. Mengasah kemampuan kognitif
Seperti juga catur, permainan kartu membutuhkan strategi untuk mengalahkan lawan sehingga menstimulasi aspek kognitifnya. Ia akan diajak untuk memperkaya kemampuan berpikir, menganalisa serta mencari jalan keluar agar tidak kalah. Ini seakan-akan menjadi
kartu belajar. Misalnya ketika ia harus memutuskan kartu apa yang harus ia keluarkan, bagaimana ia meraih kesempatan untuk menang lebih banyak. Meski diajak berpikir, ia tetap merasa asyik dan rileks.

7. Menambah wawasan
Sambil bermain kartu,
baby education pengetahuan si kecil pun bertambah. Misalnya saat ia bermain kartu kuartet, bertema pahlawan nasional. Mereka akan berlomba mengumpulkan seri tokoh-tokoh secepat mungkin agar bisa memenangkan permainan. Sambil main, anak jadi tahu nama-nama tokoh pahlawan, juga wawasan lain dengan kartu yang berbeda.


www.halohalo.co.id

Temukan informasi lainnya menganai
Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards hanya di Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandung pada 88db.com

{ 0 komentar... read them below or add one }