Usaha Katering

Diposting oleh Wike Furyandi on Apr 13, 2009


Usaha Catering memang banyak membuat orang tergiur lantaran potensi keuntungannya yang tinggi. Namun berusaha di bidang Makanan Katering ini tentu saja gampang-gampang susah. Pasalnya, sang pebisnis harus mengikuti selera pelanggan serta harus punya modal kepandaian mengolah makanan. Lihat Katering Surabaya dan Surabaya Katering

Itulah yang dirasakan Eni Marianti. Ibu tiga anak ini sejak lima tahun yang lalu sukses mengusung bendera NN Katering menjadi salah satu katering terkemuka di Solok, Sumatera Barat. Padahal, persaingan Usaha Catering di Solok lumayan ketat. Kunci sukses Usaha Katering terletak pada kejujuran, kualitas makanan, kelezatan makanan serta selalu memberikan servis lebih kepada pelanggannya. Tak heran jika nasi buatan Eni pernah dicicipi oleh rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika bertandang ke Solok.

Eni sendiri memutuskan untuk terjun ke Usaha Katering setelah lama berpengalaman mengelola warung nasi Ampera Etek milik ibunya. Dengan modal peralatan makan seadanya, dimulailah perjalanan bisnis Makanan Catering Eni dari satu pesta pernikahan ke pesta pernikahan lainnya.

Agar orang mengenal usaha Katering Makanan, saban acara pernikahan tak lupa Eni menyebar brosur menu buatannya. Dari situ, rezeki Eni terus mengalir. Walau pendapatan bisnis ini tidak bisa dipatok, toh saban bulan Eni rata-rata menggarap 5.000 porsi menu pesanan.

Jika dirata-rata harga seporsi menu Eni Rp 15.000, maka dalam sebulan rata-rata pendapatan Eni sebesar Rp 75 juta. Sementara tiap bulan Muharram dimana banyak pesta pernikahan, omset Eni melonjak sampai 10.000 porsi pesanan. Saat ini Eni menyediakan sekitar 15 menu masakan dengan harga mulai dari Rp 15.000 per porsi sampai Rp 25.000 per porsi. Satu porsi dihitung bisa untuk dua orang. Dari harga tersebut, Eni bisa mendapatkan keuntungan sampai 30%.

"Menu yang paling diminati adalah aneka masakan ayam," ujarnya. Beberapa menu masakan ayamnya yang sudah tersohor antara lain ayam bakar, ayam bumbu, ayam cabe hijau, ayam saos, dan ayam kecap.

Agar mendapatkan pendapatan yang lumayan, Eni memberlakukan kebijakan order minimal 300 porsi. "Agar 16 karyawan saya tetap ada penghasilan," lanjut wanita 36 tahun ini. Nah, untuk menyiasati sepinya order kala musim kawin berlalu, Eni pun menyasar Catering Makanan kantoran. Beberapa kantor dinas departemen di Solok dan Padang Panjang sudah menjadi pelanggan tetapnya saat ini.

"Kalau untuk kantoran, ordernya minimal 50 porsi," ujarnya. Seporsi menu pun dihargai lebih mahal yaitu Rp 25.000. "Kalau untuk kantoran itu, porsinya sedikit tetapi marginnya besar," ujarnya senang.

Sumber: Aprillia Ika / kontan.co.id

Temukan informasi lainnya pada Catering Surabaya - Katering Surabaya - Usaha Catering - Usaha Katering - Makanan Katering - Makanan Catering - Katering Murah - Catering Murah - Surabaya Katering - Katering Makanan - Catering Makanan dan Catering Surabaya: Katering Makanan-Usaha Catering&Katering Murah Surabaya hanya di 88db.com

{ 0 komentar ... read them below or add one }