Teori Dalam Penerjemahan Bahasa

Diposting oleh Wike Furyandi on Apr 14, 2009



Teori seputar kegiatan penerjemahan / Bahasa Terjemahan mencakup beberapa pengertian penerjemahan dan istilah-istilah yang terkait, jenis-jenis penerjemahan, proses penerjemahan, strategi penerjemahan, dan evaluasi atau kritik terjemahan.

Pengertian Penerjemahan, Interpretasi dan Penyaduran

Menurut definisi kamus, penerjemahan merupakan pengubahan dari suatu bentuk ke dalam bentuk lain atau pengubahan dari suatu bahasa - biasa disebut bahasa sumber - ke dalam bahasa lain - biasa disebut bahasa penerima atau bahasa sasaran (Terjemahan Bahasa). Yang dimaksud dengan bentuk bahasa ialah kata, frase, klausa, paragraf, dan lain-lain, baik lisan maupun tulisan. Dalam penerjemahan, bentuk bahasa sumber diganti menjadi bentuk bahasa penerima (Terjemah Bahasa).

Terjemah Bahasa / menerjemahkan berarti: (1) Mempelajari leksikon, struktur gramatikal, situasi komunikasi, dan konteks bahasa sumber. (2) Menganalisis teks bahasa sumber untuk menemukan maknanya, dan (3) Mengungkapkan kembali makna yang sama itu dengan menggunakan leksikon dan struktur gramatikal yang sesuai dalam bahasa sasaran dan konteks budayanya (Bahasa Terjemahan).

Tujuan penerjemahan adalah untuk menciptakan relasi yang sepadan dan intent antara teks sumber dan teks sasaran agar diperoleh jaminan bahwa kedua teks tersebut mengkomunikasikan pesan yang sama (Terjemahan Bahasa).

Di kalangan ilmuwan tarjamah, hampir terjadi kesepakatan bahwa ada perbedaan antara penerjemahan (Penterjemah Bahasa) dan interpretasi. Istilah penerjemahan dipakai untuk menyebut aktivitas memindahkan gagasan dalam bentuk tertulis dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Adapun interpretasi dipakai untuk menyebut aktivitas memindahkan pesan secara lisan atau dengan menggunakan isyarat dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Dengan demikian, aktivitas seorang penerjemah selalu terkait dengan teks tertulis, sementara aktivitas seorang interpretator atau juru bicara selalu terkait dengan pengalihan pesan secara lisan (Penterjemah Bahasa).

Secara sekilas, penerjemahan dan interpretasi hampir sama, yang berbeda hanya media yang digunakan. Dalam penerjemahan, media yang digunakan adalah teks tulis, sedangkan interpretasi menggunakan media lisan. Namun demikian, keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang translator berbeda dengan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang interpretator. Seorang penerjemah dituntut untuk mahir dalam menulis atau mengungkapkan gagasan dalam bahasa sasaran secara tertulis. Dia juga harus mahir memahami teks bahasa sumber dan budayanya, juga mampu menggunakan kamus dan referensi lainnya. Sementara seorang interpreter (juru bicara) harus mampu mengalihkan isi informasi dari bahasa sumber ke bahasa sasaran secara langsung tanpa bantuan kamus. Dia juga harus mempunyai keterampilan dalam mengambil keputusan secara tepat dalam waktu yang sangat singkat. Info mengenai penerjemah, silahkan lihat Penterjemah Indonesia dan Penterjemah Bahasa Indonesia

Sumber: abdulmunifkhamim.wordpress.com

Temukan informasi lainnya pada Indonesia Terjemahan - Terjemahan Indonesia - Bahasa Terjemahan - Terjemahan Bahasa - Indonesia Terjemah - Terjemah Indonesia - Terjemah Bahasa - Terjemahan Bahasa Indonesia - Penterjemah BahasaTerjemah Bahasa Indonesia - Penterjemah Bahasa Indonesia Penterjemah Bahasa Indonesia - Penterjemah Indonesia dan Terjemahan Bahasa&Penterjemah Bahasa: Terjemah Bahasa& Terjemahan Indonesia hanya di 88db.com

{ 0 komentar... read them below or add one }