Sejarah Aqiqah dan Tata Caranya

Diposting oleh mabok euyyy on Apr 1, 2009





Qurban Aqiqah adalah sembelihan yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang bayi. Jumhurul ulama menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkaddah baik bagi bayi laki-laki maupun bayi perempuan. Pelaksanaan Ibadah Qurban aqiqah dapat dilakukan pada hari ke tujuh (ini yang lebih utama menurut para ulama), keempat belas, dua puluh satu atau pada hari-hari yang lainnya yang memungkinkan, kurban dapat di beli di Rumah Aqiqah.

Rasulullah SAW bersabda, "Setiap yang dilahirkan tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama." (HR Ahmad dan Ashabus Sunan)

Qurban Aqiqah sebagai salah satu sunnah rasul adalah bentuk ucapan syukur atas kelahiran putra atau putri kita yaitu dengan menyembelih seekor atau dua ekor Kambing Aqiqah dimana dagingnya dibagikan kepada tetangga, fakir miskin ataupun yatim piatu.
Namun sebagai mana kita ketahui, harga seekor Kambing Aqiqah saat ini adalah tidak murah, apalagi bila dua ekor untuk Ibadah Qurban aqiqah yang dibeli di Rumah Aqiqah. Terbayang banyaknya dana yang terkuras ketika kelahiran anak yaitu misal untuk persalinan, rumah sakit dan lain-lain. Apalagi bila kelahirannya adalah melalui proses caesar yang mana biayanya sangat besar. Mungkin sangat membantu apabila ditanggung oleh kantor tempat kita bekerja melalui mekanisme asuransi kesehatan. Namun bila tidak, tentu saja diperlukan persiapan menghadapi pengeluaran-pengeluaran tak terduga tersebut.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saudara/teman, berikut ini tips sederhana dalam mempersiapkan dana untuk Ibadah Aqiqah.
Intinya adalah menyisihkan sebagian pengeluaran kita untuk ditabung, dalam hal ini saya coba dengan term harian. Mengapa harian? Karena dengan term harian, nominal yang perlu disisihkan cukup kecil, dibandingkan bulanan. Juga penting untuk mendisiplinkan diri kita.

Andaikata Anda/istri Anda diketahui usia kandungannya telah 3 bulan, berarti ada waktu 6 bulan untuk menabung untuk Ibadah Aqiqah. Caranya:
sisihkan anggaran rutin harian sebesar 5000 rupiah dan dimasukkan ke pos tabungan/celengan khusus.
Secara matematis, 5000 rupiah per hari itu akan menjadi 150.000 rupiah dalam sebulan ( 5000 x 30 hari). Dengan asumsi kita menyisihkan 5000 ribu per hari selama 6 bulan, maka di akhir bulan ke-9, jumlah dana tabungan aqiqah adalah sebesar 150.000 x 6 bulan = 900.000 rupiah..!!
cukuplah untuk seekor kambing gemuk nan sehat seharga 800.000 rupiah plus 100.000 bisa digunakan untuk biaya memasak dan delivery-nya...:D


Jumlah yang mungkin bisa cukup membuat kening kita berkerut apabila dikeluarkan secara cash, setelah begitu banyak pengeluaran terutama yaitu untuk biaya persalinan dan perlengkapan bayi.


Temukan info menarik lainnya di Kambing Aqiqah | Qurban Aqiqah | Rumah Aqiqah | Ibadah Qurban | Ibadah Aqiqah | Rumah Ibadah dan Kambing Aqiqah & Qurban Aqiqah:Rumah Aqiqah & Ibadah Qurban Aqiqah Pasar Rebo Jakarta pada 88db.com.

http://aburasyidin.multiply.com

{ 0 komentar... read them below or add one }