Rental BMW, Strategi Pemasaran Baru

Diposting oleh Wike Furyandi on Apr 6, 2009



Langkah PT BMW Indonesia (BI) melebarkan usaha dari penjualan ke penyewaan mobil baru (Rental Car) merupakan terobosan. Dengan biaya Rp 15.500.000 per bulan, sebuah 320i siap menemani aktivitas konsumen sepanjang tahun dengan penuh gaya.

Program berawal November lalu ini menyodorkan solusi, terutama bagi perusahaan penyewanya. ” Rental Car BMW merupakan salah satu cara menjual selain cash dan kredit. Ini salah satu strategi di masa krisis,” ucap Johannes Indratjuatja, dirut PT Bestindo Car Utama, dealer BMW di CBD Bintaro Jaya Sektor 7, Banten, salah satu pelaksana program.

Manfaat Ganda
Program ini bertujuan mengutamakan cash flow di perusahaan penyewa. Karena sistem Rent Car tidak menyaratkan down payment seperti layaknya membeli secara kredit. ”Dengan Rent Car, pemakaian mobil tidak termasuk aset. Jadi return on assets perusahaan penyewa akan baik,” jelas Johannes.

Berbeda dengan Car Rental pada umumnya(Car Rental Yogyakarta atau Yogyakarta Rent Car), setiap pelanggan bakal menikmati unit BMW baru. Selain itu, jangka waktu sewa juga berlangsung cukup panjang. Yakni satu hingga tiga tahun. ”Jadi bukan harian atau bulanan,” lanjut pria 47 tahun ini.
Bagi calon konsumen, cukup menghubungi atau datang ke dealer terdekat dan akan dibuatkan perhitungan biaya. Tergantung mobil yang akan dipilih. Apakah seri 3, 5 atau bahkan tipe lainnya. ”Apabila cocok, kita minta data. Kalau disetujui untuk diberikan kontrak, kita tanda tangani dan kirim mobil.

Langsung, enggak pakai uang muka setelah tanda tangan,” papar Johannes.
Sesuai dengan perjanjian Car Rental, akhir masa pakai tidak berujung dengan kepemilikan. Tetapi jika konsumen menghendaki, maka ada opsi membeli sesuai harga pasaran bekas. Program ini pula punya manfaat ganda bagi BI. Selain ’penjualan’ unit, juga mengontrol harga bekas, karena mobil yang disewa otomatis akan mendapatkan perawatan bengkel resmi.

Bukan Beralih

Meski Car Rent bukan hal aneh, namun program Car Rent yang dilakukan ATPM merupakan hal langka di Indonesia. Karena biasanya berbisnis menjual mobil, bukan menyewakan. Jika di dunia pemasaran dikenal contoh Xerox, produsen mesin fotokopi yang mengubah arah bisnis dari penjualan menjadi penyedia jasa sewa, apakah hal ini juga terjadi pada BI? Johannes menampik hal tersebut dan menyatakan berbeda.

”Bukan beralih dari penjualan ke penyewaan, melainkan ini salah satu strategi penjualan selain cash dan kredit,” ujarnya. Berbekal program ini, BMW menurutnya bisa menjangkau konsumen yang lebih luas. Misal, tenaga ahli yang bekerja di Indonesia dan cenderung tidak ingin membeli mobil.

Sementara konsumen perorangan bisa saja mengikuti program ini jika dijamin oleh perusahaan tempatnya bekerja. Di sisi berbeda, seorang praktisi marketing bidang otomotif mengungkapkan langkah tersebut sebaiknya tidak dilakukan. Karena bisa berpengaruh ke brand yang disandang. ”Kalau untuk kelas premium itu pengaruh ke image, karena membeli mobil itu sebuah kebanggaan,” tuturnya.

Namun ia memberi pengecualian, yakni jika program ini dikemas dengan baik, misal untuk kalangan tertentu saja. Seperti ke kalangan artis untuk meningkatkan image. ”Tetapi kalau untuk umum tidak baik,” imbuhnya (Yogyakarta Rent Car).

Johannes sendiri mengungkapkan, jika setiap merek berkeinginan untuk menjual. Namun perlu cara kreatif dalam melakukannya, seperti dilakukan BMW.
”Itu kunci sukses,” tutupnya.

Penulis: Iday (www.otomotifnet.com)

Temukan informasil lainnya | Car Rental Yogyakarta | Yogyakarta Car Rental | Yogyakarta Rent Car | Car Rental | Rental Car | Rent Car | Car Rent dan Car Rental Yogyakarta & Yogyakarta Car Rental: Yogyakarta Rent Car hanya di 88db.com

{ 0 komentar... read them below or add one }